
Takdir tak akan pernah menipu manusia.
setiap yang bernyawa di ditakdirkan untuk kematian.
Bahkan setiap kehidupan selalu berpasangan .baik itu tumbuhan ,hewan atau bahkan manusia .
Sudah sejatinya mahkluk hidup itu berpasangan .Begitu juga dengan Takdir yang bergaris di Alam Mahfud ,setiap perjalanan yang di ambil telah di pertanggung jawabkan lebih dulu sebelum kita lahir ke dunia ini.
Hanya saja Allah tidak memberikan kita segala ingatan tersebut.
Begitu juga proses takdir yang berjalan di antara kedua insan tersebut.
...
Stevan mematikan lampu kamar nya,kemudian suasana kamar itu gelap gulita sambil mendengar suar Rara yang tengah membacakan novel di Yola .
tanpa sadar membuat matanya terlelap ,namun alam mimpi merenggut tidur indah nya .
Hujan sangat deras saat itu . mobil BMW yang di tumpangi keluarga Wiliam terlihat sangat hangat .Kanaya terlihat bercanda dengan adik laki-lakinya ,sambil menggelitik
"haha...haha..geli Kaka..," Tawanya bedesir memecah gelapnya malam .
"udah ,udah Ka Naya..nanti adek ngak bisa tidur" lerai bunda Naraya ibu Stevan
Wiliam sendiri tersenyum sambil menggenggam tangan Naraya.
"biarin aja ma...Stevan cowok Jagan sampai di pegang cewek jadi geli ma." celetuk Wiliam sambil melihat putranya melalui kaca mobil dengan senyuman.
"ihhh..papa...Stevan geli tau pa..hahahah,mama liat kak..Naya.." ucap Stevan mengadu dengan nada kesal
"ayo sini sama mama sayang." aja Nara sambil melepas sabuk pengaman Stevan .
Tepat saat hendak memindah kan Stevan ke depan .Kanaya berteriak.
__ADS_1
"Papa...!!!mama.!! "sebuah truk di depan melaju sangat kencang.
"Tit..Tit....tit.." suara klakson truk terus berbunyi dengan sangat nyaring.
Kanaya dengan sigap membuka pintu mobil dan melempar Stevan keluar dari mobil tersebut. lalu
Braaaaakkk..pringg...tabrakan tidak bisa di hindari sama sekali.
Kanaya yang usianya kelas 6 tersebut , terbaring kaku dengan tangan nya menunju ke arah Stevan yang pingsan di pinggiran jalan.
Wiliam berusaha melindungi Naraya dengan tubuh nya menutupi putrinya yang menunduk.
Seorang anak kecil berdiri di jalan tol , mobil itu terbalik darah mengalir mengikuti air hujan . sebuah truk terlihat Jatuh ke jurang tiga orang dalam mobil tersebut terlihat sangat damai .
"Mama....mama .." Stevan kecil memangil mamanya sambil berusaha memecahkan jendela mobil.
"Papa...papa...." kembali teriak lelaki kecil berusia 7 tahun itu terdengar bergetar ketakutan.
"Kaka...Kaka...ayo Bagun !!" Stevan meraih jemari kakak nya Kanaya namun tidak bergerak sama sekali.
Stevan kecil yang jatuh kedalam air berusaha untuk melawan namun tak dapat bertahan.tepat saat ia menyerah seorang gadis kecil melompat kedalam sungai kemudian menarik nya ke daratan .
Kemudian Stevan sadar dari mimpi buruk yang mengerikan itu .Mimpi yang benar terjadi ingatan masa lalu yang tak pernah pudar
Membuat nya menderita insomnia yang amat parah ,ia tidak pernah bisa tidur sebelumnya .karena setiap ia memejamkan matanya kenangan masa lalu hadir dalam mimpinya
Rara kecil menepuk-nepuk pipi Stevan .namun tidak juga kunjung sadar .kemudian gadis kecil itu berlari kerumah ke rumah memanggil Malika .
Kemudian Malika dan Rara membawa nya ke rumah sakit .sampai Rara jatuh pingsan kakek nenek Rara mengirimnya kembali ke rumah orang tuanya bersama Malika.
Gelang Rara yang berhasil di ambil Stevan kecil sampai sekarang masih tersimpan dalam kotak rahasianya..
Stevan Bagun lalu mengambil gelang berbentuk hello Kitty tersebut sambil batinnya bertanya.
__ADS_1
'Dimanakah pemilik gelang tersebut ,bahkan kakeknya tidak menemukan gadis penolong nya .'
.........
Rara yang saat itu baru berusia 5 tahun ,sangat lah pintar.ia selalu di ajarkan berenang oleh kakeknya saat membawanya memancing ikan di pinggiran sungai .
Kebetulan malam itu ia kembali ke arah sungai tersebut hendak mengambil jam tangan yang tertinggal di bawah pohon beringin . di belakang rumah nya karena rumah dan sungai dengan jarak yang tidak begitu jauh Rara kecil tidak memberitahukan nenek nya sama sekali. bahkan pengasuhnya tidak tau.
Tepat saat ia hendak berdiri. ia melihat seorang anak kecil jatuh ke sungai dengan sangat cepat tengelam.kebetulan tempat Stevan jatuh adalah daerah yang tidak begitu dalam namun airnya lumayan tenang .
Rara yang melihat itu , dengan sangat cepat ikut melompat untuk menolong saat melihat anak kecil itu tidak muncul di permukaan air.
Setelah melihat anak itu Rara tidak kuat menarinya namun ia melihat tali yang kakeknya ikat di pohon untuk membantunya belajar berenang .ia mengikat tubuh Stevan kecil agar tidak hanyut terbawa arus.
kemudian ia kembali ke permukaan dan berlari memangil Malika untuk menarik Stevan ke permukaan air.
"bi..bibi....bi....!kakek...nenek.." suara Rara kecil tidak terlihat besar namun Malika yang di dapur dengan sangat cepat mendengarnya.
"ada apa ..sayang?" tanya Malika.
Rara yang melihat Malika langsung menarik tangan Malika ke arah sungai.
"kenapa sayang?" tanya Malika sambil mengikuti di belakang.
"bibi..ada Abang -abang jatuh ke sungai!" ucap Malika menunjuk tali yang mengikat Stevan .
Malika yang mendengar pun dengan cepat menarik tali tersebut saat melihat rambut Stevan muncul di permukaan .kemudian dengan lembut menekan dada Stevan kecil untuk memuntahkan air.
Sedangkan Rara kecil menepuk menepuk pipi Stevan dengan lembut .
Namun setelah kejadian itu ,Rara di jemput orang tuanya kembali ke Jakarta lagi tidak pernah di ijin kan untuk pergi ke sungai lagi.namun kepribadiannya sedikit-demi sedikit berubah menjadi semakin pendiam dan tidak pernah suka keluar .kalau tidak ada berkepentingan.
Namun ia masih tetap terpintar di kelas dengan juara yang di dapat selalu bertahan tidak kurang juga tidak bertambah. selalu menjadi sang juara kelas sejak masih Sekolah dasar .
__ADS_1
...