
Sementara itu di sisi lain . Rara tertidur yang kembali memimpikan masa kecil nya dengan senyuman di wajahnya , Namun lambat laut senyuman itu pudar berganti keningnya yang terus mengerut terlihat sangat kesal .
Bahkan reaksinya terlihat dadanya naik turun dengan nafas memburu menahan tangis .kemudian terkejut dan duduk di sisi tempat tidur sambil menghembus nafas pelan-pelan .
Ia selalu bingung akan ingatannya yang terkesan terpotong setiap ia memimpikan .apa penyebab kedua orang tuanya mengirimnya ke rumah nenek ,lalu menjemputnya kembali sampai ia tidak di beri ijin Sehari pun untuk kembali ke desa tersebut.
Ia terus bertanya -tanya ? .namun tidak pernah ada yang memberitahunya.
Tepat setelah meminum segelas air putih ,ia hendak melanjut tidurnya setelah membetulkan selimut ibunya. deringan telephon mengejutkannya.
tring ....tring......
Alisnya mengerut saat melihat nama yang tertera di layar hp nya.sambil sedikit bingung Rara menjawab .matanya melihat ke arah jam 2 :00 pagi .
"Assalammualaikum pak Li ," sapa Rara dengan suara lembutnya
"waalaikumsalam neng..neng bapak minta maaf menelpon neng malam-malam begini.apalagi ini sudah tengah malam.,tapi neng kami di ganggu di sini sama makhluk halus." jelas pak Li dengan rasa tidak enak
"maksudnya gimana pak?..Rara ngak ngerti." ucap Rara bingung
"gini neng..barusan ..Muni dan penceng hampir dibawah oleh lintah besar di sungai kemuning..sedangkan pak Iwan barusan mencium wangi melati pas hendak membuang air kecil di danau ... " ujar pak Iwan .
"Tunggu..tunggu. .pak ,maksud bapak bau melati dan lintah besar ?" tanya Rara dengan ragu.
"ia neng..pak apa ngapain aja di situ ?,kan saya udah bilang di tempat itu jangan lakukan kegiatan yang aneh-anek yang menganggu penunggu di situ.dan saya udah bilang kan Jagan ke sungai ." jelas Rara dengan lembut.
"yang jelas neng..seluruh pekerja ketakutan neng..kami tidak ingin melanjutkan pekerjaan ini lagi " ujar pak Li dengan tegas.
"pak Li sebentar pak..besok saya akan ke sana ,untuk melihat situasinya." jelas Rara lagi
"baik neng..bapak tunggu," jelas pak Li sedikit mengalah.
Rara menghela nafas .lalu dengan cepat duduk di depan laptop nya kemudian mencari beberapa orang pintar untuk melihat tanah yang di belinya tersebut.
Setelah semalaman mencari akhirnya ia mengundang beberapa Ustad dan Kiai yang lumayan pintar untuk memindahkan segala makhluk halus dari tempat tersebut.
__ADS_1
Salah satunya adalah Kiai Samsudin dan ustadz Syamil .setelah memiliki nomor telpon dan alamat rumah Rara dengan sangat cepat bersiap-siap untuk datang langsung ke alamat tersebut untuk menunjukan ketulusan.
Melihat jam telah menunju pukul 5:38 pagi Rara mengambil wudhu lalu menunaikan ibadah subuh .serta mencari sarapan untuk dirinya dan ibu .karena di kontrakan tersebut tidak memiliki dapur.
"Mama...ayo Bagun ..kita mandi yuk " ajak Rara sambil memindahkan selimut dari tubuh ibunya . lalu membuka gorden rumah.
"Naraya..kamu mau sekolah ya?," Tanya Elena sambil mengucek-ngucek matanya.
Rara tersenyum miris lalu mengangguk pelan.
"Ia ma...ayo ma. , sarapan di meja sudah ada .
"Nara...Nara ..bilangin sama Rara mama mau makan pangsit kukus. " ujar Elena di kamar mandi .
"Ia ma...nanti waktu Rara pulang di bawa pangsit nya.." ucap Rara lagi sambil menghapus air mata yang menetes tanpa di sadari nya. .
Kemudian Rara pergi setelah membereskan mamanya, ia menitip mamanya ke tetangga sebelah ,
"bi.."nur nitip mama ya...Rara berangkat kerja dulu ." ujar Rara sambil memberi beberapa sembako untuk bi nur.
Ya Bi Nur adalah mama kandung nya Arifin temanya Naraya .yang selalu hidup dalam kesusahan .hanya saja Arifin meninggalkan ibunya begitu saja demi meninggalkan kehidupan yang serba tidak berkecukupan . ia dengan tegas mengikuti ayah nya yang sang pengusaha.walau tau ibunya hanya menjadi ibu simpanan .sebelum ayahnya menikah dengan Naura . yang menjadi mama tirinya .
Untungnya Naura tidak memiliki anak ,sehingga menganggap Arifin seperti anak kandungnya dengan kasih sayang yang cukup.sesekali Arifin menjenguk ibunya bi nur tanpa sepengatahuan dari ayah nya .
"Ngak usah bi...biar saja ibu tenang di rumah bi." jelas Rara .
Kemudian Rara pergi lansung ke daerah Sidoarjo ke rumah ustad Syamil dan Kiai Samsudin .
Begitu sampai Rara dalam busana muslimah nya ia memberi salam.
"Assalammualaikum "
"Waalaikumsalam neng..ayo singgah dulu nak"; ucap Kiai Samsudin .
"baik Mbah.., " jawab Rara sopan sambil duduk dengan sopan lalu meminum segelas air yang di suguhi oleh murid kiai tersebut.
__ADS_1
"ada perihal apa Ndu?" tanya Mbah Samsudin .
"Jadi begini mbah..saya membeli tanah untuk membangun rumah.tapi tanah tersebut memiliki penunggu ,bahkan ada lintah besar juga tercium bunga melati .para pekerja sering banget di ganggu ." jelas Rara .
"jadi saya ingin mengundang Mbah untuk melihat-lihat ..apa benar memang ada ,dan kalau ada apa bisa di pindahkan ketempat lain?" tanya Rara lembut dengan suara pelan .
"Jadi begitu Ndu ..baiklah .tapi Mbah harus melihat dulu seperti apa itu ." ujar Mbah Samsudin .
"Baiklah Mbah..apa kita bis pergi sekarang ?" tanya Rara dengan senyuman.
"baiklah.."
Lalu keduanya berangkat menunju Jakarta lebih tepat nya ke Desa kemuning .tiga jam berlalu keduanya sampai di tanah yang di belinya.
"neng kamu di sini?" tanya pak Li yang melihat Rara datang
"ia pak..kenalkan ini kiai Samsudin ." ujar Rara memperkenalkan.
"saya pak Li pak Kiai.." ujar pak Li dengan lembut.
"ngeh." ujar pak Kiai Samsudin.
Kemudian pak Kiai masuk lalu melihat sekeliling bangunan yang tengah di Bagun kemudian berjalan ke arah danau merah .tapi hanya tersenyum pelan ,lalu kembali pergi ke arah sungai kemuning dengan mulutnya berkomat Kamit.
Terlihat air sungai yang sangat cepat meluap ..padahal tidak hujan sama sekali .hanya saja air sungai itu terus naik dan bertambah dengan bau amis yang tercium sangat busuk.semua pekerja menjauh dan melihat kejadian itu .
Tepat saat air terus naik .kiai Samsudin lalu berkata
"Neng rara.tolong hidupkan lilin dan lempar ke air sungai "
Rara yang mendengar pun dengan sangat cepat berkerja lalu melemparnya ke sungai .
namun anehnya lilin yang terkena air itu tidak mati sama sekali.malah menyala semakin besar .kemudian terdengar suara tawa yang mengerikan.
"hahahaha..hahaha..hahah.."
__ADS_1