
Rara kembali keruangan inap ibunya lalu pergi memakan sebuah pop mie ,seraya memikirkan cerita pak Yanto.
Rara berfikir kembali ingin datang lagi besok untuk mencari tau kebenaran cerita ,agar ia bisa lansung memulai mengundang kontruksi .
Rara membetulkan selimut ibunya ,yang tengah terlelap di atas tempat tidur,kemudian ia mulai mencari model rumah yang akan di Bagun .
Ia berencana membangun rumah dengan gaya minimalis berlantai dua dengan halaman yang luas untuk menjadi tempat usahanya ,ia berencana membuat kopi shop dan desert .
Sebagai tempat berteduh para pejalan kaki atau para pengemudi kendaraan yang berlalu lalang.
Mugkin juga di danau bisa di tanam bunga teratai ,atau memelihara angsa untuk keindahan panorama alam.
Sedangkan untuk sungai ia akan membangun gubuk kecil untuk menikmati aliran sungai dan menanam beberapa pohon bambu di pinggiran sungai sebagai pagar pembatas .
Untuk pembatas danau ia bisa menanam bunga melati dan sejenisnya ,atau juga bisa menanam beberapa bunga mawar atau tumbuhan pengusir makhluk halus atau tanaman penolak makhluk halus lainnya.
Intinya ia bisa merancang apapun yang ia suka .setelah memastikan benar atau tidak nya cerita pak Yanto.
keesokan paginya Rara Menganti pakaian ibunya setelah membersihkannya ,ia menyiapkan sarapan dan pamit pergi .
"Bunda ,Jagan lupa makannya .Rara pamit dulu bunda ,assalammualaikum." Ucap Rara lalu mencium tangan ibunya yang masih menonton bantal guling yang berpakaian Nathan .sambil tersenyum lembut dan berkata
"Mas...mas .Bagun udah pagi ,mas ngak kerja?"
" Mas...kok diem aja sih?" Tanya Elena lagi.
"Cukup bunda!,ayah sudah meninggal Bun,tolong bunda sadar!" Bentak Rara sambil menarik bantal guling dan melemparnya ke lantai.
__ADS_1
"Mas...mas Nathan !!...naraya ...dasar bajingan !kau apakan papa mu!" Teriak elena lalu meraih gelas dan melempar ke arah Rara.
Prangg..!! Pecahan gelas berhamburan di lantai.
"Bunda ..! Sadar Bun ,ini Rara .kak Naraya sudah meningal bunda!,plis Rara mohon bunda Jagan begini!" Ucap Rara dengan air mata berurai berusaha memeluk elena
"Rara...Rara .sayang bangunin papa mu nak,!" Suara melemah elena dengan pilu menunju ke arah bantal guling ,menusuk jantung Rara .
Tepat saat Rara hendak menjawab ,suster masuk lalu menyuntikkan ibunya dengan obat bius.
"Tolong nona,jangan merangsak ibu anda,atau dia semakin parah berhalusinasi."
"Baik sus ,terimakasih".Rara menyahut dengan lembut
Saat melihat ibunya telah tertidur lagi,Rara kemudian pergi menelpon tukang ojek dan meluncur ketempat kejadian.
Rara turun dari ojek dan membayar ongkosnya .
"Makasih bang ya,nanti saya telpon kembali saat saya pulang" ujar Rara memberitahu .
"Baik neng .makasih ya," ucap tukang ojek tersebut .
Kemudian Rara berjalan ke arah tanah datar tersebut ,dan mendekat ke arah danau.melihat air danau berwarna merah,ia melihat beberapa tumbuhan air berwana merah di dalam danau yang sedikit tercium bau amis .
Bahkan air sungai pun memilikinya,ini sejenis Ganga merah yang biasanya tumbuh di air asin di pinggiran laut
'.ini apa yang terjadi ?,' benak Rara bertanya.
__ADS_1
Kenapa seperti harum bunga melati? .apa yang terjadi atau memang benar apa yang di ceritakan pak Yanto? ..
Rara tetap menolak percaya ,tentang cerita mistik tersebut. Ia hanya merasa semua itu masih bisa di bicarakan secara logika.
Mungkin banyak bunga melati yang tumbuh di dekat sini,sehingga bau harumnya mencapai sebrang danau.
Rara dengan nekat mengelilingi seluruh kebun itu,namun tidak ada satupun kejadian aneh yang menimpanya.
Kemudian dengan cepat Rara meminta pertolongan dari beberapa warga di kampung kemangi untuk membersihkan lahan tersebut,
Mulai dari penyemprotan rumput hingga merapikan beberapa cabang pohon jambu dan kelengkeng dan beberapa pohon buah lainnya .lumayan bisa di makan saat lagi musim buah.
Kemudian Rara dengan sengaja mencari bambu kuning yang konon katanya bisa untuk menjauhi jin atau syaitan yang telah mendiami suatu tempat di situ .
Rara membeli dua trek ranting bambu kuning .lalu menanamnya sepanjang batas tanah miliknya ,membentuk lingkaran pagar yang amat sangat rapat.
Sehingga danau dan sungai menutupinya.dan lagi-lagi Rara memesan benih teratai putih dan pink kemudian menanamnya di dalam danau.agar air danau tertutup dengan daun teratai.
Setelah itu ,ubi karet yang di pesan ya sampai ,yang sengaja di tanam di pinggiran sungai .jadi semuanya berlapis dan mengokohkan pagar alami .
Satu Minggu berlalu,seluruh proses lancar dan tidak ada satupun hal yang mistik terdengar .sampai tim kontruksi datang .
Seluruh bahan bangunan bertumpuk ,dan rumah sementara di Bagun untuk tempat tinggal ,para pekerja.
Sebelum memulai ,begitu hari baik datang .setelah pak ustadz menghitung tanggal ,Rara membuat sebuah acara syukuran dan sedikit tahlilan untuk orang ayah dan kakak yang telah tiada.
Sekaligus untuk mendoakan dan mempermudahkan para pekerja.
__ADS_1