
Namun tepat disaat semua ,tim kontruksi dan barang bangunan datang .kejadian yang tak terduga terjadi
Malam itu entah dari mana sosok gadis cantik dalam balutan pakai **** mendekati tim kontruksi , gadis itu berjalan dengan gaya gemulai dan penuh kelembutan merayu para pemuda untuk mengikutinya ke sungai . para pekerja yang datang mengikuti dibelakang dengan penuh nafsu .
Kedua pria itu saling tolak menolak , sambil menyeringai dengan penuh gairah .terus mengikuti dari arah belakang sambil menggosok tangan .
Muni si pemuda dengan rambut gaya cepak yang di warnai pirang .terus menyeringai dengan sangat girang.
sementara Penceng ,dengan rambut gondrongnya sedikit ikal dengan postur tubuh yang terlihat ramping dan seksi namun tidak kurus .mengikuti di belakang gadis dengan diam ,namun sorot matanya tidak bisa menipu akan hasrat birahi yang ingin di tuntaskan .
"Hehe...neng ...mau kemana malam-malam begini?" tanya Muni dengan seringai lebar.
Gadis itu menoleh ,lalu tersenyum lembut dengan jemarinya lemah melambai ke arah kedua pemuda tersebut.
"Akang..., ayo..sini ..kang ," ajak gadis itu dengan suara lembut nan merdu.
"neng ..tungguin akang...." ujar Muni lagi yang mempercepat langkahnya tanpa di sadari.
Sementara itu gadis tersebut telah berjalan mencapai sungai Kemuning dengan kedalaman mencapai dadanya.
" Akang...sini ....ini dingin banget ..." ujar gadis itu berusaha melepaskan kebaya yang di pakainya .
__ADS_1
Tepat saat Muni mencapai sungai dengan kedalaman air setinggi lutut .tak sengaja ia mendengar Penceng memangil nya dengan suara bergetar serta wajahnya yang pucat.
"Muni ..,Muni...."
Muni pun menoleh ,alangkah kagetnya di hadapannya adalah seekor lintah yang sangat besar tengah berenang ke arah nya.
Muni yang gemetar tanpa bisa berkata apa-apa.mau bergerak pun seolah kedua kakinya telah terpaku.
Penceng yang melihat itu dengan sangat cepat mematahkan pohon Bidara di sampingnya lalu melempar ke arah Muni dengan sangat kuat .
Muni yang tersadar pun seketika berlari ke daratan .sementara lintah itu nyaris menelannya hidup-hidup.
Keduanya berlari ke arah pondok yang di Bagun dengan kaki gemetar.tanpa di sadari oleh teman -teman nya sama sekali.
seluruh bulu kuduknya seketika berdiri ,tidak berani menoleh sana sini sama sekali . namun wangi hanyalah wangi yang semakin dekat tetapi tidak ada satu makhluk pun yang terlihat .hanya saja air danau berubah menjadi merah pekat.
Bahkan lintah yang di sungai pun tidak berani mendekat seolah memiliki musuh yang susah di kalahkan.
Di sisi lain
Rara terus menerus membetulkan selimut ibunya .sambil mengerjakan beberapa tugas sekolah , ia tidak lama lagi akan kembali melanjutkan sekolah .namun ia masih tertekan karen rumahnya belum selesai .
__ADS_1
Ingin rasanya menyewakan ,tapi ia tidak ingin membuang uang .apa lagi ia belum memiliki pendapatan sekarang. sesekali beberapa notice masuk di smartphone nya.
fhoto kartun Jepang terlihat di layar hp nya ,seraya beberapa pesan di atasnya.
"Malam Pikachu...bagaimana kabarmu hari ini?" tanya pemilik akun tersebut.
Rara yang melihat seketika tersenyum .lalu membalas.
"Malam juga pokemon..baik ,bagaimana dengan kamu? apa kamu sudah pulang ke Indonesia?" tanya Rara dengan lembut.
Sementara itu Stevan Wiliam melihat pesan tersebut sedikit hangat tanpa di sadari ya.kemudian membalas
" Coba tebak..?"
"Belum..," jawab Rara lembut sambil menambah emoticon ðŸ¤.
kedua nya berkenalan melalui Yola obrolan suara .keduanya masing mengunakan fhoto fake .bahkan saling tidak kenal.
hanya saja keduanya sangat nyambung dalam obrolan .bahkan pokemon adalah salah satu pengemar suaranya .saat mendengar curhatan Rara.
Yang jelas keduanya terhubung begitu saja.tidak ada yang tahu bahwa takdir mareka sangat kuat ,yang akan mengakibatkan kehidupan Rara berubah total.
__ADS_1
.