Dua Kehidupan Yang Berbeda

Dua Kehidupan Yang Berbeda
Tidak asing


__ADS_3

Rara yang menunggu rasa sakit pun tak kunjung datang . akhirnya membuka matanya , pupil nya seketika membesar melihat wajah tampan yang amat dekat dengan wajahnya .bahkan hembusan nafas pria itupun menggelitik hidung nya.


Melihat pria itu masih belum melepaskan pelukannya .Rara mulai berterimakasih dengan suara penuh malu.


"Terimakasih kak ,sudah menolong ku .."


Stevan Wiliam yang tersadar pun seketika terkejut mendengar suara gadis kecil itu .lalu secara spontan melepas dekapan nya.dan menjatuhkan Rara ke lantai.


Bhunggg..


"Akhhh...aw.." Rara yang terjatuh menjerit pelan lalu berdiri mengusap-usap pantat nya yang sakit. lalu ngedumel pelan.


"Kenapa sih ..melepas pelukan ngak bilang- bilang .setidaknya tunggu aku berdiri dulu kek.." ucap Rara sambil menunduk memeriksa sikunya yang berdarah tergores rak supermarket saat jatuh .


Sementara itu Stevan yang takut alerginya kambuh ia .dengan sangat cepat pergi ke mobil nya setengah berlari dengan nafas yang tersengal-sengal.


sementara jam tangannya yang canggih terus .menerus membaca detak jantung Stevan yang tidak beraturan sama sekali .ini lebih dari kacau .


"Sekarang tekanan darah Anda 143 ."


"detak jantung anda terus memompa dengan sangat kuat .tekanan darah Anda mengalir sangat cepat..

__ADS_1


suara jam itu terus menerus memberi peringatan.


BIP...BIP...BIP...


Begitu sampai di mobil .Stevan menelpon Mark dengan sangat cepat.


Tut...Tut...Tut ..


suara panggilan keluar dari smartphone . Stevan william.memanggil Mark sahabatnya sekaligus sekretarisnya .


Begitu panggilan terhubung dengan suara tersengal tersengal Evan berkata.


" Mark tolong gua .." kemudian Stevan pingsan .seluruh tubuhnya tidak memiliki reaksi apa pun.


Setelah di minuman pil Alergi tersebut dengan cepat Stevan sadar .Melihat Stevan yang sadar Mark bertanya.


"Lo kenapa sih Stevan ?Lo nyentuh cewek hah.saat Lo tau nyawa Lo bisa melayang hanya dengan tindakan nekat Lo itu.!"


Sementara Stevan tidak menyahut sama sekali.ia malah bingung dengan tindakan nya menyelamatkan gadis itu .namun ia sungguh merasa tidak asing dengan gadis itu.


"Gua ngak alergi Mark. saat nyentuh dia hanya gua panik dan ketakutan. seperti gua ingat gadis yang gua tolong itu .dia pernah ke club yang sering kita datangi bersama adik Lo .Arifin " ucap Stevan dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Masak sih Stevan .bukannya dia sudah meninggal karena kecelakaan ya..padahal Leo sangat tertarik dengan gadis semok itu ." ujar Mark bergosip.


"benar Mark gua yakin banget..tapi anehnya gua tidak memiliki Alergi yang parah saat bersentuhan dengan kulit gadis itu .biasanya seluruh tubuh gua akan memerah dan penuh benjolan yang mengerikan .ini tidak sama sekali ." dengan bingung Stevan menjelaskan.


"Baik ayo kita ke dokter Rafa. mungkin dia tau penyebabnya." ajak Stevan kembali


"Baik stev" jawab Mark dengan sangat cepat.


Begitu mobil sampai di Hospital keduanya turun dan dengan sangat cepat menghampiri ruang dokter Rafa .


tok....tok...tok..


Mark mengetuk pintu dengan ketukan yang pas.


"masuk " suara serak basah terdengar dari dalam menyuruhnya masuk


keduanya masuk dan melihat Dokter Rafa di belakang meja tengah membaca beberapa data pasien .


"Stevan. Mark silahkan duduk" ujar Rafa mempersilahkan.


"baik, terimakasih Rafa .ucap Mark tersenyum lebar."

__ADS_1


"bagaimana ?Stevan " tanya dokter Rafa .menatap Stevan .


__ADS_2