
Sangat terasa sekarang kegiatan yang dijalani pun terasa ringan dan cepat dikerjakan secara bersama-sama.
Tak terasa satu tahun berlalu begitu cepat,tubuh kami pun dikatakan lebih sehat dari pada orang umumnya,hampir tak ada yang sakit ringan apalagi berat,rata-rata penyakitnya bertahan cuma sehari.
Ketika kami kurang enak badan,kami tetap melakukan kegiatan seperti biasa tanpa mengeluh tapi bedanya tak memaksakan diri.
( Bila kita kurang enak badan jangan terlalu digunakan untuk berdiam diri saja tapi tetap lakukan kegiatan seperti biasa agar tubuh tetap sehat meski kegiatanya tak terlalu memberatkan tubuh,berdiam diri hanya menambah sakit dan istirahatlah yang cukup )
Disisi lain ketika kami berladang terjadi sesuatu hal yang tak pernah di sangka, Istri Master Usui yang kedua tiba-tiba menjerit minta tolong.
"TOLONG~G....
sontak kami bergegas menghampiri dan mendapati kaki Istri Master Usui bengkang kebiruan.
" SaYang.... apa yang terjadi.?
Master Usui terlihat panik.
" Kakiku sepertinya dipatuk ular tapi ularnya tiba-tiba hilang begitu saja.
Mendengar apa yang dikatakan Istrinya Master Usui dengan cepat mengikat kaki Istrinya agar racun tak menyebar lebih jauh lagi.
Tanpa diberi aba-aba Yosep menyiapakan mobil dan dengan segera membawanya kerumah sakit.
Kini tinggal kami bertiga dipondok Jing,Arya dan Pak Shis yang tak kalah khawatirnya namun kami tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa,toh kami tak bisa berbuat banyak hanya berharap agar tak tenjadi hal buruk.
Dirumah sakit Master Usui memanggil perawat dan dengan sigap para perawat menangani masalah itu degan cepat.
Dokter pun tiba denagn tergesah\-gesa menghampiri Master Usui dan menanyakan awal mula kejadian yang menimpa Istrinya.
" Ular apa yang menggigit Istri anda pak dan dimana ularnya ?
" Saya tidak tau ular apa yang mematuknya
kata Master Usui.
" Ular hitam yang mematuk saya Pak Dokter.
Dengan suara lemah Istri Master mengatakan.
" Kalau bisa tangkap ularnya.
__ADS_1
??????
Master Usui binggung dengan kata\-kata Dokter yang terasa agak mbanyol.
"Sudah saya katakan Dok ularnya gak ada,hilang entah kemana,lebih baik cepat ditangani segera.
Dokter pun tak meneruskan pertanyaannya,namun semua sudah terlambat racun semakin menyebar membuat sebagian tubuh kebiruan.
Dokter merasa heran sudah sehari berlalu namun racun tak merenggut nyawa pasiennya.
Master Usui semakin panik dan ia teringat Gurunya,Master Usui meminta Yosep mengantar kerumah Gurunya secepat yang dia bisa.
Sesampai dirumah Guru Master Usui tampak Gurunya sudah menunggu seakan dia tau bahwa muridnya datang mencarinya.
" Guru saya butuh bantuan anda.
pinta Master Usui...
kata tersebut membuat Master Usui tak menurun dari rasa panik dan khawatinya.
Tak lama Master Usui dan Gurunya sampai di sebuah tempat sunyi.
" Duduklah kita akan panggil ular yang mematuk Istrimu.
" Baik Guru..
segera Master Usui duduk membaca mantra pemanggil.
Tak lama muncullah sosok berjubah hitam.
"Sssssht...sssssht.....
__ADS_1
Suara desiran terdengar dari sosok berjubah hitam.
Master Usui beserta gurunya melihat sosok berjubah hitam.
" Hai kau kenapa anak buahmu mematuk Istri muridku.
Pertanyaan Gurunya memecah kesunyian.
" Ssssht.... Dia menggangunya.
" Hah.... Kau tau dia tidak melihatnya kenapa masih mematuknya.
Guru master usui terlihat kesal.
"Ssssssht......maaf tuan kami salah.
" Aku tidak mau tau sekarang berikan penawarnya kalau tidak....
kata Guru master usui terlihat mengancam.
" Sssssht..... ini ambillah mustika ular dan tempelkan pada tempat yang dipatuk anak buah saya.
Guru master Usui menerima mustika ular dengan hati\-hati.
" Terima kasih,sekarang kembalilah ketempatmu semula.
Sosok berjubah hitam menjadi kepulan asap dan menghilang.
" Ambillah dan segera pergi waktumu tidak banyak.
Master Usui menerima mustika ular dan secepatnya kembali kerumah sakit.
__ADS_1