
Sesampainya di pondok Jing memberikan pohon kamboja pada Master Usui.
" kerja bagus Jing,sekarang ikut saya kerumah seseorang.
sambil berbalik Mester Usui meninggalkan Jing.
" Baik Master.
Jing pun mengikuti dari belakang
Tak berapa lama Jing mengabil kendaraan dan pergi bersama master usui kesebuah daerah yang terbilang cukup jauh.
Dalam perjalanan ada saja halangannya
" Cepat menepi kerumah makan di depan bentar lagi hujan.
Pinta Master Usui
Benar saja hujan tiba-tiba turun dengan labatnya,Untungnya sebelum hujan Jing sudah berteduh di sebuah rumah makan,suasana pun jadi canggung tak ada kata yang terucap hingga Master Usui menawarkan makanan pada Jing.
" Makanlah snack yang ada dimeja Jing.
sambil menunjuk piring yang penuh camilan.
" eeemb... tapi saya lagi puasa Master.
Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Jing merasa enggan.
" Tak apa makan saja.
__ADS_1
Terlihat Master Usui memaksa Jing untuk makan.
Tanpa pikir lagi Jing memakan camilan yang ada dimeja,melihat itu Master Usui tersenyum.
" Hujan masih lebat mari pesan makanan dan minuman.
Mendengar itu Jing hanya mengangguk ringan,tak membantah perkataan Master Usui lagi,Jing berfikir pasti semua ada maksudnya atau mungkin Master Usui mengujinya.
Tak butuh waktu lama makanan yang dipesan pun tersaji dihadapan Jing,dengan lahap Jing makan tanpa rasa malu-malu.
Master Usui hanya bisa tersenyum.
" Kau tau Jing ini hanya puasa sunnah jadi kau boleh membatalkannya kapan saja dan yang lebih penting menghargai seseorang lebih baik dari puasa sunnah.
" Tapi bukankah jadi harus mengulang lagi master??
Jing menatap Master Usui dengan heran.
Sejanak Jing berfikir dan menganggukkan kepala tanda mengerti yang dimaksud Master Usui.
Hujan pun redah,Jing dan Master Usui pun melanjutkan perjalanan mereka,namun belum jauh dari Ruah makan ban sepedah motornya bocor tiba-tiba,sekali lagi mereka berhenti,yang lebih mengesalkan tidak adanya bengkel disekitar daerah ini,terpaksa jalan kaki.
Master Usui pun mendapat telpon dari seseorang yang ternyata adalah orang yang meminta bantuan,Master Usui menjelaskan situasinya pad orang tersebut.
Ternyata orang itu tak jauh dari lokasi Master Usui dan Jing,Orang itu pun menjemput Master Usui.
" Jing kamu jalan ikuti saya.
Master Usui menepuk pundak Jing
__ADS_1
" Baik Master.
Master Usui pun pergi meninggalkan Jing menuntun Sepedah motornya sendiri,Jalan sepi hanya ada lampu jalan yang menerangi.
Jing berjalan sambil memandang lurus kedepan melihat Master Usui menghilang dari pandangan,membuat Jing kebinggungan harus kemana dia pergi.
Hingga terpikirkan untuk bertanya pada Bumi kemana ia harus pergi.
" Wahai Bumi tunjukkan kemana perginya Master pergi.
sembari telapak tangan menyentuh tanah Jing memejamkan mata.
" Pergila lurus dan beluk kanan maka kau akan bertemu dengan Master mu.
Mendengar suara ghoib Jing membuka mata dan melanjutkan perjalanannya menurut petunjuk dari Bumi.
Benar saja Jing pun tiba disebuah pemukiman,namun ia pun kembali binggung saat tiba di sebuah persimpangan.
" Eeizz.. kemana saya akan pergi kekanan atau kekiri apa lurus.. ??
Jing pun bertanya sekali lagi Pada Bumi kemana harus pergi.
" Pergilah lurus kedepan.
Suara ghoib pun terdengar ditelinga Jing
Jing melangkah tapi ia jadi heran karena keluar dari pemukiman dan yang membuat rasa takut muncul dalam diri Jing adalah dia pergi kesebuah makam yang terlihat dari kejauhan.
" Sialan ternyata saya di sesatkan.
__ADS_1
Jing mengumpat kesal dalam hati.