
Melihat senyum Haji Ali,Jing merasa ada yang aneh semakin lam Hiji Ali tertawa tanpa suara melihat Jing.
Jing kembali melihat kearah bawah aliran sungai dan mendapati banyak wanita serta anak-anak sedang bermain air,terlihat pula wanita yang sedang hamil tersenyum kearah Jing.
Bulu kuduk Jing berdiri tanpa henti saat menatap mata wanita itu dan beralih ke Haji Ali yang masih tersenyum padanya.
Jing memejamkan mata berusaha tak menghiraukan semua itu tapi tiba - tiba tercium bau anyir silih berganti dengan aroma wangi bunga yang menusuk hidung yang semakin mendekat.
Meski memejamkan mata Jing bisa melihat jelas sosok wanita berparas buruk rupa penuh luka dan nana bercampur darah mendekatinya.
" Pergilah jangan kesini,lebih baik kau hampiri orang yang ada di atas saya itu yang lagi tersenyum padaku.
mendengar kata-kata jing wanita itu pergi menghampiri,Jing membuka mata ingin melihat lebih jelas dan ternyata ada wanita yang cantik berada dekat Haji Ali.
__ADS_1
Melihat sosok wanita buruk rupa senyum yang menghiasi wajah Haji Ali menghilang ditelan malam,kini ia memandang Jing yang tertawa tanpa suara karena puas melihat expresi Haji Ali yang terlihat sengsara.
Haji Ali berusaha menguair wanita itu dan menyuruhnya kembali pada Jing,wanita dengan wajah buruknya itu kembali mendekat pada Jing membuatnya tersentak kaget.
Meski berusaha mengusirnya sosok tersebut tak mau pergi,ia berdiri tepat dihadapan Jing membuatnya merasa mual-mual.
" He....jika kau tak pergi aku akan membakarmu.
Jing terlihat kesal saat mengancam sosok tersebut.
Sambil bergumam sendiri Jing menggelengkan kepalanya pelan,tak lama setelah kepergian sosok buruk rupa terdengar suara bayi yang baru lahir.
Jing menengok kebawah dan ternyata wanita yang hamil tadi melahirkan sendiri tanpa bantuan siapa pun dan yang lebih mengejutkan bayi yang baru lahir sudah bisa berjalan.
__ADS_1
Melihat dari kejadian ini Jing Hanya bisa gelengkan kepalanyan, " heiz.... kelihatanya tiga hari kedepan akan menjadi hari yang sangat panjang,gumam Jing.
Tak terasa pagi pun datang,semuanya berlumpul dan menuju air terjun untuk mandi dan Ruqyah di bawa air terjun.
Dibawah guyuran air terjun yang sangat dingin semuanya semedi sambil menahan tekanan air terjun,hanya Jing yang santai tidak ikut Ruqyah membuat semua memandangnya iri.
" Jangan merasa iri pada Jing karena setiap orang berbeda seperti halnya panci yang hitam,ada yang sekali gosok putih dan ada yang berkali-kali baru jadi putih dan ada kalanya berkali-kali digosok masih menyisakan hitamnya arang.
Mendengar penjelasan Master Usui membuat mereka mengerti dan membuang jauh-jauh rasa iri dalam hati mereka.
Setelah semua kembali konsentrasi,Master Usui mangajari Jing gerakan sebuah jurus untuk membersihkan energi negatif dalam tubuh seseorang,setelah agak lancar Jing mencoba pada teman-temannya dan ternyata dalam sekali coba dia berhasil mempraktekkan ilmu yang baru di pelajarinya.
Master Usui kaget melihat keberhasilan Jing dalam sekali coba,membuat Master Usui mematung melihat Jing Yang asyik menggerakkan tangannya layaknya menari.
__ADS_1
" Bakat yang luar biasa,Sepertinya aku harus hati-hati pada Jing,jangan-jangan dia bisa mempraktikan suatu ilmu meski dia hanya melihat saja atau hanya mendengarkannya.
Master Usui merasa harus berhati-hati dalam memberikan ilmunya pada murid-muridnya terutama Jing.