
Sesampainya Yu Chen di kamar asrama, dirinya langsung di sambut oleh Tong Yu yang langsung menanyakan hasilnya.
"Bagaimana, apakah kau lulus ?"
Yu Chen tersenyum lebar."Aku lulus !"
Mendengar itu Tong Yu ikut merasa senang, dia sudah lama bersama dengan Yu Chen jadi dirinya begitu mengetahui kalau temannya itu sangat ingin menjadi spirit master.
"Syukurlah, kak Chen. Aku ikut merasa bahagia, lalu apa essence spirit mu ?"
Yu Chen menadahkan telapak tangan kanannya lalu muncul sebuah pedang di atasnya."Essence spirit ku adalah sebuah pedang, pengembang bilang pedang ku ini hanyalah pedang biasa. Namun aku yakin pedang ini akan membantu ku menjadi spirit master terkuat."
"Oh, lalu benda apa yang ada di belakang *4**4* mu ??"
Mendengar itu sontak Yu Chen terkejut dan menoleh kebelakang, di sana ekornya kembali muncul.
"Astaga ! Kenapa yang itu juga keluar ?!!"
"Kak, jangan bilang kau memiliki essence spirit ganda ?"Tong Yu terlihat terkejut.
"Aku juga berpikir begitu sebelum nya, namun sepertinya itu hanya ekor tidak berguna. Kau harus membantu ku merahasiakan ekor ini,"
Tong Yu mengganggu,"Baiklah, apakah aku boleh menyentuh nya ?"
"Silahkan saja."
Tong Yu kemudian menyentuh ekor biru Yu Chen dan mengangkatnya.
"Rasanya cukup berat dan tajam, kak apakah kau merasakan sesuatu ketika aku menyentuhnya ?"
"Tidak, sepertinya bagian itu mati rasa."
"Benarkah ? Coba kau gerakan,"
Yu Chen mencoba menggerakkan ekor itu, ternyata mudah di lakukan.
__ADS_1
"Wah, sepertinya ekor ini adalah ekor ikan karena memiliki sirip di bagian ujungnya."
"Kau bercanda ? Aku tidak ingin menjadi manusia ikan."Ujar Yu Chen.
Tanpa mereka sadari keduanya berdebat mengenai ekor Yu Chen, Tong Yu bersikeras kalau ekor itu adalah ekor ikan sementara Yu Chen menganggap ekor itu sebagai sampah dan harus di sembunyikan.
"Sudahlah tidak ada gunanya berdebat tentang ekor ku. Sekarang ayo bantu aku bersiap-siap."
"Baiklah kak, kamar ini pasti sepi setelah kepergian mu."
Yu Chen merasa tidak enak karena harus meninggalkan teman akrabnya itu namun menjadi spirit master adalah cita-citanya sejak dulu.
"Adik, Yu. Aku mengerti dengan kesedihan mu, kau tau sendiri kalau menjadi spirit master adalah impian ku sejak dulu. Aku harus tetap pergi, mintalah ibu panti untuk mencarikan teman sekamar yang baru untuk mu."
"Tenang saja kak, aku tidak merasa sedih. Sejak dulu aku selalu mengagumi tekad mu, sekarang jalan untuk menggapai impian mu sudah terbuka, kuharap kau tidak menyia-nyiakan kesempatan besar ini kak."Ungkap Tong Yu sambil tersenyum kecil.
"Adik Yu, kau memang teman yang baik. Sampai kapan ku kita adalah teman."Yu Chen mengulurkan tangan kanannya.
Tong Yu berdiri kemudian menjabat tangan Yu Chen.
****
Yu Chen dan tetua panti berjalan menuju aula desa. Selain Yu Chen hanya Qian Yu si anak kepala desa yang berhasil lulus dari tes essence spirit.
Kedua kandidat tersebut di harapkan bisa menjadi spirit master yang hebat di masa depan agar desa mereka bisa lebih dikenal oleh dunia luar.
Ketika sampai di aula desa, di sana terlihat ada sebuah kereta kuda, di dalamnya terlihat Qian Yu yang sudah duduk.
"Nah, Yu Chen. Kau adalah kebanggaan di panti kita, jangan kecewakan kami dan belajarlah dengan giat di akademi nanti."Ujar tetua panti.
Yu Chen mengangguk,"Baik tetua, aku akan membuat kalian semua bangga."
Tetua panti mengusap kepala Yu Chen dan memberikannya sebuah kantong kulit."Di dalam kantong itu ada 100 koin perunggu, jumlahnya memang tidak banyak namun kuharap kau bisa menggunakannya dengan cermat."
"Terimakasih tetua. Kalau begitu aku pamit."
__ADS_1
Tetua panti mengangguk,"Baiklah, berhati-hatilah di jalan."
Yu Chen berjalan menaiki kereta kuda, perlahan kereta kuda bergerak meninggalkan desa, sementara Qian Yu yang lebih dulu berada di dalam segera menyapa Yu Chen.
"Halo Yu Chen, bagaimana rasanya terpilih menjadi murid dari akademi nortan ? Ku dengar akademi itu adalah yang terbesar di kota."
"Benarkah ? Aku merasa sangat senang namun juga sedih secara bersamaan..
Aku senang karena terpilih menjadi murid akademi nortan, namun aku sedih harus meninggalkan desa yang sejak kecil ku tinggali."
Raut wajah Qian Yu sedikit berubah,"Benar, aku juga merasakan hal yang sama."
"Maafkan aku karena membuat mu ikut merasa sedih, nona Yu. Jika boleh bertanya, apa essence spirit mu ?"
"Aku memiliki essence alat tipe pendukung.."Qian Yu kemudian menadahkan telapak tangan kanannya, lalu muncul sebuah tongkat kecil yang terbuat dari kaca warna-warni."Essence ku memang tidak memiliki efek serangan, namun bisa meningkatkan semua atribut seseorang yang ku inginkan..
Sebagai contoh Qian Yu menggunakan essence skill nya kepada Yu Chen, segera Yu Chen merasa menjadi lebih kuat namun efeknya tidak bertahan lama kemudian hilang.
"Efek dari essence skill pendukung milik ku tidak bisa bertahan lama karena aku masih seorang pemula, mungkin hanya bisa bertahan 1-2 menit saja sebelum benar-benar hilang. Orang-orang bilang, essence spirit tipe pendukung milik ku sangat langkah dan hanya di miliki oleh beberapa orang. Sehingga kehadiran ku begitu di tunggu-tunggu oleh pihak akademi, padahal aku ingin sekali merusak essence spirit ku dan hidup normal seperti manusia biasa."
Raut wajah Qian Yu terlihat sedih ketika ia bercerita, membuat Yu Chen yang melihatnya turut merasa simpati.
"Kau memiliki essence spirit yang sangat cantik dan cocok denganmu, lantas apa yang membuatmu tidak suka ?"
"Entahlah, aku hanya iri dengan orang yang hidup biasa-biasa saja namun bahagia."
"Oh.. Aku mengerti perasaan mu sekarang. Nona Qian, ternyata kau adalah orang yang sangat baik hati. Kehidupan spirit master memang berat karena harus bertarung untuk diri sendiri, karena yang lemah akan di tindas sementara yang kuat akan menjadi raja. Sejauh yang ku dengar seperti itu, namun kau tidak perlu khawatir.. Kau bilang tadi essence spirit mu sangat langkah, kurasa kau tidak akan di tindas karena hal itu."
Qian Yu tersenyum lembut."Terimakasih karena sudah memberikan perhatian, ngomong-ngomong aku belum tau nama mu. Jika tidak keberatan bisakah aku tau siapa nama mu ??"
"Nama ku Yu Chen, seseorang yang akan menjadi raja dari segala raja. Setelah aku dewasa nanti aku akan menjadi orang yang sangat terkenal, lalu apa cita-cita mu ?"Ujar Yu Chen tanpa ragu.
"Oh, biar ku pikir sejenak.. Cita-cita ku adalah melihat impian mu menjadi kenyataan,"
"Benarkah ? Kalau begitu kita harus selalu bersama-sama agar cita-cita mu juga terhujud."
__ADS_1