
Ketika malam sudah tiba, kelompok Yu Chen terlihat sudah mulai bergerak menuju titik barat dimana Yu Chen melihat sebuah bendera tertancap di sana.
Meski sudah malam hari ternyata hutan kota terlihat sedikit indah karena terdapat beberapa jenis tanaman yang dapat memancarkan cahaya, sehingga kelompok Yu Chen tidak memerlukan obor untuk menerangi jalan mereka karena cahaya dari tanaman di sekitar mereka cukup untuk menerangi jalan.
Suasana hutan yang gelap serta suara aneh yang datang dari dalam kegelapan ternyata tidak membuat Qian Yu merasa takut, dirinya malah dibuat kagum dengan keindahan alam di sekitarnya yang di penuhi oleh kunang-kunang.
"Wah.. Aku tidak tau kalau hutan bisa menjadi seindah ini ketika malam hari,"Ujar Qian Yu sambil melihat keadaan sekitarnya dengan kagum.
"Jangan terlalu merasa senang hingga kau lupa jika sekarang kita sedang berada di alam liar, nona Qian.. Beberapa jenis hewan spirit yang memiliki sikap agresif terbiasa keluar di malam hari untuk mencari makan, maka dari itu tetaplah waspada dengan keadaan di sekitar kalian. Jangan menurunkan kesiagaan kalian sedikitpun, jika tidak mau berkahir di terkam hewan buas."Jelas Yu Chen, dirinya terlihat bejalan paling depan untuk menuntun teman-temannya sedangkan Qian Yu terlihat berjalan di belakangnya.
"Lalu kenapa kau tidak menggunakan pengelihatan spiritual mu untuk mengecek area sekitar ? Siapa tau kita sedang tersasar sekarang."Ujar Qian Yu.
"Untuk menggunakan kemampuan pengelihatan spiritual dibutuhkan energi yang cukup besar, sehingga aku tidak bisa terlalu sering menggunakannya jika tidak terlalu penting.. Lagian aku masih sangat ingat dengan jalannya, jadi kau tidak perlu khawatir."
"..."Qian Yu hanya diam, meski begitu dirinya sangat mempercayai Yu Chen, karena sejauh ini pemuda tersebut memimpin dengan baik tanpa melakukan kesalahan.
Setelah berjalan beberapa saat kelompok Yu Chen akhirnya memasuki wilayah eerie silence, merupakan tempat tersunyi di hutan kota.
Wilayah ini lumayan dekat dengan sungai kehidupan yang berada bagian timur hutan kota. Tempat itu Yu Chen yakini sebagai tempat paling banyak di kunjungi oleh murid lain, sebab hanya tempat itu yang memiliki tingkat berbahaya terendah dari wilayah lain.
Meski demikian Yu Chen tidak berpikir ada banyak bendera di wilayah sana, sebab tempat seaman sungai kehidupan akan membuat kegiatan 'perburuan' ini menjadi membosankan jika panitia meletakan bendera disana. Oleh karena itu Yu Chen memilih pergi ke tempat yang berbahaya karena kemungkinan besar para guru dan panitia akan meletakan bendera disana.
'Meski hanya pernah sekali bertemu dengan guru Chun. Kurasa guru besar Chun bukanlah tipikal orang yang suka membuat sebuah kegiatan menjadi membosankan, dirinya sengaja meletakan bendera akademi di wilayah-wilayah berbahaya agar para murid tidak akan mudah menemukannya, dengan begitu mereka juga bisa menilai kemampuan murid-murid itu lewat bahaya yang mereka hadapi.'Batin Yu Chen di dalam hati. Yu Chen juga berpikir, jika dirinya berhasil menemukan satu bendera maka untuk menemukan bendera lain bukanlah hal yang sulit.
Beberapa waktu kemudian sampailah kelompok Yu Chen di sebuah lapangan luas yang di tumbuhi oleh tanaman beracun yang Yu Chen lihat sebelumnya. Tanaman itu terlihat layu dan mati, serta serbuk racun yang tanaman itu keluarkan ketika siang hari sudah hilang sepenuhnya.
"Wah~~ Seperti yang kak Chen katakan, tanaman ini mati ketika malam hari."
"Benar ! Jadi, bukankah lebih baik kita langsung saja pergi ke tempat bendera itu berada ?"
Yu Chen mengangkat sebelah tangannya, sorot matanya terlihat serius sambil menatap ke arah semak belukar di samping kanan.
"Jangan bergerak !"Perintah Yu Chen.
Anggota kelompok yang mendengar itu langsung mematung. Tiba-tiba dari dalam semak belukar, berjalan keluar sekelompok besar heiyna pemakan manusia.
Hewan ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan heyna pada umumnya, namun jenis ini lebih besar dan berbahaya karena memiliki ketahanan serta serangan fisik yang tidak main-main.
__ADS_1
Yu Chen yang sudah mempelajari banyak spesies hewan spirit, segera mengetahui kalau heiyna jenis ini memiliki pendengaran yang buruk dan juga sangat bodoh karena itu dirinya masih terlihat santai meski seekor heiyna sedang mengendus tubuhnya.
"Jangan takut, heiyna jenis ini termasuk ke dalam kategori hewan spirit kelas bawah. Satu-satunya yang berbahaya dari mereka hanyalah cara bertarungnya, heiyna selalu bertarung secara berkelompok dengan jumlah mencapai 50 ekor. Meski begitu heiyna jenis ini terkenal sangat bodoh, mereka tidak akan menyerang lawan yang diam seperti patung karena menganggapnya sebagai benda mati. Jadi kita akan aman selama tidak bergerak."
Mendengar penjelasan Yu Chen beberapa anggotanya terlihat menjadi lebih tenang, namun seorang pemuda terlihat panik ketika seekor heiyna terlihat mendekat dan mengendus burung pribadinya.
"Hiyyy.."Pemuda itu terlihat sangat panik dengan wajah di basahi keringat dingin, berusaha untuk tetap berada di posisinya jika tidak mau kehilangan masa depannya sebagai seorang pria jantan.
Meski begitu Heiyna itu terlihat sangat penasaran dengan burung pribadi pemuda itu dan hendak mengigit nya, hingga membuat pemuda itu tersentak hingga jatuh ke posisi duduk, sehingga seekor heiyna yang berada di dekatnya langsung bereaksi dan hendak menyerang.
*Jleeb !!
Sebuah anak panah tepat menembus kepala heiyna itu hingga membuatnya tersungkur sebelum sempat menyerang pemuda sebelumnya.
"K-kak Chen..."Pemuda itu terlihat masih syok sambil menatap ke arah Yu Chen yang terlihat bersiap dengan busurnya. Jika bukan karena Yu Chen yang cekatan, mungkin dirinya sudah mati di tangan heiyna sebelumnya.
"Jangan diam saja, cepat berdiri dan lari ke arah kami !"
Segera pemuda itu berdiri dan berlari ke arah teman-temannya yang nampak sudah bersiap bertarung.
Sadar karena perbuatannya yang sudah memancing belasan kawanan heiyna berjalan mendekat, Yu Chen segera bertindak dengan memberikan sebuah perintah ke teman-temannya.
"Siap !
"Siap !
Segera semua orang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran dengan Qian Yu berada di dalamnya.
Qian Yu kemudian mengaktifkan essence spiritnya untuk membantu teman-temannya.
"Essence skill. Dewi pelindung !!"
*Speed meningkat 10%
*Agility meningkat 10%
Belasan heiyna itu kemudian bergerak ke arah kelompok Yu Chen dan menyerang mereka dengan cukup brutal.
__ADS_1
Teman-teman Yu Chen yang sudah siap menerima serangan langsung menghabisi heiyna-heiyna yang berani mendekat menggunakan essence skill mereka masing-masing.
Yu Chen sendiri terlihat berhadapan dengan beberapa heiya, dengan satu anak panah Yu Chen mampu menghabisi 2 heiyna yang mendekat.
Berkat bantuan essence skill Qian Yu, serangan anggota kelompoknya menjadi lebih kuat dan cepat sehingga mereka dengan mudah dapat menghabisi seluruh heiyna yang ada.
"Itu adalah heiyna terakhir, sepertinya kita bisa melanjutkan perjalanan sekarang.."Ujar Luo Tang sambil menyeka keringat di wajahnya.
"..."Yu Chen hanya diam.
Yu Chen melihat situasi sekitar yang di penuhi oleh lingkaran hallow putih berusia 10 tahun, kemudian dirinya menyadari bahwa salah satu anggotanya terluka akibat pertarungan sebelumnya.
Yu Chen lalu berjalan menghampiri seorang pemuda yang terlihat duduk sambil meringis memegangi pahanya yang terluka.
"Apakah kau tidak apa-apa ?"
"Tenang saja kak, luka seperti ini tidak akan membunuhku, kita bisa melanjutkan perjalanan sekarang."Ujar pemuda itu sambil tersenyum dengan nafas terengah-engah dan wajah pucat di basahi keringat.
Yu Chen kemudian berlutut dengan satu kaki menyentuh tanah.
"Jangan pernah mencoba menutupi hal ini dariku. Aku tidak boleh membiarkan anggota ku terluka, karena ini adalah tugas ku sebagai pemimpin kelompok. Lagian cakar heiyna di lengkapi dengan racun, meski tidak terlalu berbahaya tetap saja bisa berakibat fatal jika tidak segera di obati. Kebetulan sekali, aku sudah menyiapkan banyak anti toksin yang bisa menyembuhkan mu."
Yu Chen kemudian mengobati anggotanya itu dengan menggunakan air bersih yang digunakan untuk mencuci lukanya agar tidak terinfeksi, lalu Yu Chen menuangkan anti toksin ke area yang terluka lalu membungkusnya dengan kain kasa.
"Apakah ikatan ku terlalu kencang hingga menyakiti mu ?"
Pemuda itu menggeleng pelan."Tidak, terimakasih atas bantuan mu kak. Tapi karena aku kita harus membuang waktu, karena itu aku minta maaf."
Yu Chen berdiri sambil tersenyum."Apa maksudmu ? Kita satu tim, dan tidak ada yang bisa mengalahkan kita jika selalu bersama. Adik Tang, bisakah kau menggendongnya ??"
"Tentu saja, kak Chen."
"Baiklah, sepertinya semua masalah sudah terselesaikan. Sebaiknya kita bergegas meninggalkan tempat ini sebelum pagi hari,"
Setelah semuanya sudah siap, merekapun kembali bergerak dan meninggalkan wilayah eeire silence.
Guru besar Chun yang berada di sebuah ruangan gelap terlihat tersenyum kecil sambil memandangi sebuah cermin yang memperlihatkan pergerakan Yu Chen dan kelompoknya.
__ADS_1
"Anak ini sangat menarik, pantas saja tetua akademi menyuruh mengamatinya.. Hahaha, meski dia cerdas dan mampu membawa anggotanya sampai sejauh ini, apakah dia juga bisa melewati tantangan selanjutnya ? Hahaha.. Ini semakin menyenangkan."
TINGGALKAN LIKE JIKA KALIAN SUKA DAN JANGAN LUPA KOMEN