Dunia Soul Land

Dunia Soul Land
05. Pemimpin asrama


__ADS_3

Qian Yu yang tidak setuju dengan pertarungan itu karena merasa Yu Chen masih belum memiliki pengalaman mencoba untuk menghentikan Yu Chen.


"Hei jangan gegabah, bertarung memang di perbolehkan di akademi ini tapi jangan sampai salah cari lawan. Pemuda itu memiliki senjata yang sangat kuat, pedang mu tidak akan sanggup melawannya."


"Siapa bilang aku akan melawannya sendiri, kita akan bertarung bersama.."


"Eh, apa ?"


Sebelum sempat Qian Yu berkata lebih jauh lagi, Yu Chen sudah terlihat melesat ke depan menggunakan tehnik langkah hantu nya.


Kecepatan yang di miliki Yu Chen cukup untuk membuat Luo Tang merasa kagum, pemuda itupun segera menyerang dengan tombaknya.


"Spear Rain !


Luo Tang menyerang dengan sangat cepat menggunakan tombaknya, sementara Yu Chen dengan kecepatannya mencoba untuk menghindari semua serangan yang dilakukan Luo Tang.


Setelah menemukan jeda singkat dari gerakan Luo Tang, Yu Chen berhasil memperpendek jarak antara dirinya dan pemuda itu sehingga Luo Tang tidak akan bisa menyerang dengan tombaknya.


Segera Yu Chen mengumpulkan tenaganya pada kepalan tangannya lalu melakukan pukulan ke depan.


"Crushing blow !


"A-apa ?!


Segera Luo Tang menahan pukulan


Yu Chen dengan tombaknya, meski begitu Luo Tang tetap terpental ke belakang meski tidak terluka sama sekali.


"Kekuatan pukulannya sangat besar, padahal dia tidak menggunakan essence skill tapi bisa melancarkan serangan sekuat ini. Apakah dia menggunakan tehnik buatan sendiri ? Tidak, mungkin ada alasan lain."


Akhirnya Luo Tang mengetahui alasan di balik kekuatan Yu Chen yang meningkat sangat besar, serta gerakannya yang sangat cepat. Ternyata dari belakang


Qian Yu membantunya dengan menggunakan essence skill peningkat atribut.


"Kalian curang !


Yu Chen tersenyum kecil."Curang ? Apa maksudmu ?? Kami tidak mendengar ada peraturan dalam perkelahian ini, yang ku dengar hanyalah yang menang akan mendapatkan tempat tidur."


"Ka-kau.."Luo Tang terdiam, karena apa yang di katakan Yu Chen menang benar, pertarungan ini sejak memang awal tidak memiliki peraturan.


"Kau bisa menyerah saja jika kau mau..


Di hadapan kami berdua kau tidak memiliki kesempatan untuk menang."Ujar Yu Chen.


"Si4l.."Luo Tang, kemudian tersenyum licik lalu mengeluarkan sebuah botol kaca dari dalam sakunya.

__ADS_1


"Ini adalah pil merah darah. Dengan mengkonsumsinya, seseorang bisa meningkatkan 100% kekuatan dan kecepatannya. Apakah teman wanita mu bisa melakukan hal yang sama dengan essence skill nya ?


"..."Yu Chen hanya diam.


"Hahahaha ! sepertinya teman mu mulai kelelahan, sepertinya dia akan pingsan karena terlalu memaksakan diri."


Yu Chen menatap ke arah Qian Yu, ternyata gadis itu sudah mencapai batasannya.


"Nona Yu, kau bisa beristirahat sekarang..."


"Ta-tapi !"Qian Yu merasa khawatir jika harus membiarkan Yu Chen bertarung sendirian, mereka bisa bertahan selama ini karena bertarung bersama.


"Tenang saja, aku lebih kuat dari yang terlihat.."Yu Chen tersenyum cerah.


Melihat itu Qian Yu hanya tersenyum kecil kemudian berjalan keluar dari area pertarungan.


"Kau bisa mulai.."Ujar Yu Chen.


Luo Tang hanya tersenyum kecil melihat keberanian Yu Chen, kemudian menelan pil peningkat. Segera hawa kemerahan keluar dari tubuh Luo Tang, kecepatan dan kekuatan bertambah 100%.


"Bersiaplah !!"


Luo Tang langsung melesat ke arah


*Ctangggg !


Sebuah percikan api cukup besar tercipta ketika pedang dan tombak Yu Chen dan Luo Tang berbenturan.


Keduanya pun bertarung sengit, membuat semua penonton yang melihat itu merasa tercengang.


"Gerakan mereka sangat cepat, sangking cepatnya yang terlihat hanya bayangan dan percikan api."


"Siapa sebenarnya pemuda yang menggunakan pedang itu ? Harus ku akui dia adalah orang yang paling tangguh yang pernah di hadapi oleh tuan muda Tang. Lihatlah, tuan muda sampai berkeringat seperti itu.."


"Apa ?! Bukankah tuan muda Tang sudah mengkonsumsi pil merah darah ? Harusnya pemuda itu tidak bisa bertahan, tadi itu dia bisa bertahan karena di bantu oleh temannya."


Qian Yu yang juga memperhatikan pertarungan itu juga ikut terkejut dengan kehebatan Yu Chen."Bagaimana bisa ? Jelas sekali dia tidak bisa menggunakan essence skill, tapi bisa bertahan dan memukul mundur lawannya dengan cukup mudah. Ternyata dia tidak selemah yang orang-orang pikirkan,"


Karena tidak ingin membuat tubuh berkeringat, Yu Chen segera mengakhiri pertarungan itu dengan menggunakan ekornya untuk menyerang Luo Tang.


Luo Tang yang menyadari kedatangan serangan itu segera bertahan dengan tombaknya, meski begitu tombaknya belum cukup kuat untuk menahan ekor Yu Chen hingga akhirnya di terpental menabrak dinding.


"Ku pikir ekor ini tidak berguna, ternyata dugaan ku salah. Sebaiknya aku juga harus memperhatikan mu kedepannya."


Luo Tang yang memiliki perasaan keadilan yang tinggi, mengakui kekalahannya dan dengan senang hati akan menganggap Yu Chen sebagai pemimpin asrama mereka.

__ADS_1


"Pemimpin, silahkan nikmati kasur mu."Ujar Luo Tang dengan hormat, diikuti dengan semua murid yang memberikan salam kepada Yu Chen.


"Jangan seperti ini, kita adalah teman dan derajat kita sama. Kelak kita harus saling melindungi agar tidak di tindas oleh yang lebih kuat,"


"Setuju !


"Setuju !


"Hidup pemimpin !


Yu Chen kemudian berjalan menghampiri Qian Yu yang dari tadi menatapnya.


"Terimakasih nona Qian, berkat mu aku bisa menang."


"Apa maksudmu ? Jelas-jelas kau menang dengan usaha mu sendiri, selamat menikmati kasur mu seorang diri, pemimpin."Qian Yu tertawa kecil.


"Hahaha, kau tidak perlu memanggilku begitu. Tapi kita akan memakai kasur itu berdua, kupikir kasur itu cukup lebar dan muat untuk 2 orang."


Qian Yu sontak terkejut, jelas pemuda di hadapannya masih sangat polos dan tidak mengetahui seberapa tabunya hal yang ia katakan.


"Kau tau apa arti dari perkataan mu ?!"


"Tidur berdua ya tidur berdua, tidak ada arti lain,"Yu Chen menatap ke arah Luo Tang."Saudara Tang, apakah ada peraturan yang tidak memperbolehkan seseorang tidur berdua ?"


Luo Tang menangkupkan tangan, lalu dengan hormat berkata."Tidak ada kakak tertua, nona Qian bukan satu-satunya wanita di asrama ini. Aku dan beberapa teman ku juga tidur dengan pasangannya masing-masing."


Yu Chen tersenyum kecil kemudian menatap Qian Yu, sementara gadis kecil itu terlihat kesal bercampur malu.


"Kau dengar'kan ? Tidak ada peraturan yang melarang kita berdua tidur bersama.."


"Se-seterah kau saja, aku akan membuat pembatas dengan guling. Jika kau berani melewatinya sedikit saja, aku akan memotong burung mu."


"Baiklah-bailah."Ujar Yu Chen.


Malam pertama Yu Chen di akademi tiba, ketika semua orang sedang tidur dan sebagian asik berbincang dengan pasangannya. Yu Chen sendiri terlihat sibuk memikirkan panti asuhan yang membesarkannya selama ini.


"Apa yang di lakukan anak-anak panti sekarang, ya ? Yah.. pastinya mereka semua sudah tidur, di saat seperti itu biasanya aku dan adik Yu menyelinap keluar panti untuk berkeliling kota sambil berbincang panjang lebar tentang dunia.."


Yu Chen yang mengenang hal itu menjadi sedikit sedih, membayangkan seberapa dengan dirinya dengan Tong Yu.


"Adik Yu, sekarang kakak sudah di terima di akademi. Hari ini kakak menemukan banyak sekali teman, mereka baik kepadaku namun tidak sedikit juga ada yang membenci ku. Hari ini benar-benar berat, terlebih lagi gadis di sebelah ku tidak bisa diam saat tidur. Dia membuat pembatas agar aku tidak macam-macam dengannya, namun dia sendiri yang melewati pembatas itu dan memeluk ku. Apakah hal ini bisa di jadikan pelecehan terhadap laki-laki ?"


Yu Chen yang asik membayangkan temannya, tiba-tiba saja telinganya tidak sengaja mendengar suara langkah dan bisikan-bisikan dari luar asrama.


"Jangan bilang dia lagi.."Gumam Yu Chen.

__ADS_1


__ADS_2