
Sesampainya di akademi nortan yang sangat besar dan terpandang di kota besar. Yu Chen dan Qian Yu berkumpul di sebuah aula yang di isi oleh ratusan calon-calon murid akademi.
Satu persatu nama di panggil ke atas sebuah panggung. Di atas panggung terdapat sebuah batu besar yang di beri nama batu jiwa.
Seseorang yang menyentuh batu jiwa akan di perlihatkan level seorang spirit master. Jika level mereka di bawah 1, maka di anggap gagal dan tidak berhak untuk menjadi murid akademi.
Ketika nama Qian Yu di panggil oleh panitia, gadis kecil itupun berjalan pelan menaiki panggung.
Semua orang khususnya laki-laki langsung memuji-muji kecantikan perempuan kecil itu ketika dia berada di atas panggung.
"Nak, perlihatkan essence spirit mu dan silahkan sentuh batu jiwa."
"Baik, guru."Qian Yu kemudian mengeluarkan essence spirit nya dan membuat orang-orang terkejut.
"Tongkat kaca !
"Dia memiliki essence spirit langkah !
"Benar, legenda mengatakan, hanya keturunan dewa yang pantas menerima anugerah itu !!"
Tidak hanya para murid, panitia yang mengawasi acara itu juga ikut terkejut namun dia hanya tersenyum kecil.
"Tidak ku sangka akademi akan menerima anugerah ini, sungguh sangat beruntung ! Apakah masa kejayaan akademi nortan akan kembali dengan adanya spirit master langkah yaitu anak ini ? Kuharap hal itu benar-benar terjadi."Gumam pria itu di dalam hati.
Perlahan Qian Yu menyentuh batu jiwa, batu itu kemudian mengeluarkan sinar berwarna biru.
putih \= level 1-10
biru \= level 11-20
merah \= level 21-30
Semua orang menjadi terkejut melihat tingkatan Qian Yu. Sejauh ini hanya dia yang berhasil mencapai tingkat biru yang menandakan kalau level spirit nya berada di level 11 ke atas.
Perlahan sebuah Holow berwana kuning pucat mengambang di antara kaki
Qian Yu, membuat orang-orang yang melihatnya kembali terkejut.
"Tidak hanya memiliki essence spirit langkah, tapi gadis itu juga sudah menerima Holow pertamanya ! Pantas saja dia sudah berada di level setinggi itu untuk seumurannya."
"Benar ! Kurasa gadis itu akan menjadi kandidat terbaik tahun ini, aku benar-benar iri."
Setelah selesai Qian Yu berjalan turun dari panggung dan berdiri di samping Yu Chen, setelah itu tibalah giliran Yu Chen.
__ADS_1
"Akhirnya, giliran ku tiba."
Dengan percaya diri Yu Chen berjalan menaiki anak tangga dan berdiri di depan batu jiwa.
"Kau bisa mulai nak."Ujar panitia.
Yu Chen kemudian mengeluarkan essence spiritnya dan tidak sengaja ikut mengeluarkan ekor yang susah payah ia sembunyikan.
Semua orang yang melihat itu sontak tertawa keras. Mereka langsung menjadikan ekor Yu Chen menjadi bahan hinaan.
"Hahaha ! Meski dia memiliki essence spirit ganda, keduanya sama-sama sampah. Itu artinya dia adalah sampah di antara sampah !!"
"Lihatlah, ekornya benar-benar aneh mirip seperti ekor ikan meski terkesan agak panjang."
Yu Chen yang menerima hinaan yang bertubi-tubi itu hanya bisa tertunduk malu.
Qian Yu yang melihat itu kemudian menyemangati Yu Chen."Memangnya apa salahnya memiliki ekor ikan ? Menurut ku ekor dia sangat cantik dan bagus, tidak seperti mu yang gendut seperti ikan buntal yang bisanya mengejek orang."
Pria gemuk yang sejak tadi menghina Yu Chen segera di tertawai oleh teman-temannya, karena itu dia menjadi sangat malu dan menyimpan dendam kepada Qian Yu.
'Lihat saja nanti.'Gumam pemuda gemuk itu dengan geram.
Yu Chen yang mendapatkan kembali semangatnya, segera menyentuh batu jiwa.
"Hahah, lihat ! Si sampah itu sangat menyedihkan, bahkan tingkatan terendah saja tidak pantas ia dapatkan."
Umpatan itu kemudian di balas dengan tawaan semua orang, Yu Chen yang tidak putus asa terus berusaha dan berharap agar ada cahaya yang muncul dari batu jiwa di hadapannya.
Tiba-tiba batu jiwa mengeluarkan cahaya putih, kemudian naik ke cahaya biru, lalu naik lagi ke cahaya merah dan turun lagi ke cahaya biru.
"Wah, ternyata kau sudah hampir mencapai tingkat 21 nak.. Tahun ini sangat menyenangkan, ada begitu banyak murid berbakat."Ujar panitia sambil menepuk-nepuk punggung Yu Chen.
Semua orang yang tadinya sempat menertawai Yu Chen sontak terdiam melihat dua buah Holow berwarna kuning muncul di tubuh Yu Chen.
"A-anak itu sudah berhasil membunuh 2 ekor hewan spirit menggunakan essence spirit sampah ?
"Ini tidak mungkin, pasti ada yang salah dengan batu jiwa !
Semua orang yang tidak menyukai Yu Chen segera mendebatnya, namun panita segera menegaskan kalau baru jiwa bukan alat yang bisa rusak.
"Terima saja kenyataan, anak ini lebih hebat dari kalian. Meski tahun ini ada banyak anak berbakat, tidak sedikit pula ada anak-anak yang besar omong namun tidak memiliki kemampuan, sungguh memalukan."
Panitia segera menyuruh Yu Chen untuk kembali ke tempatnya semula, sementara murid lain yang sebelumnya mendebat Yu Chen segera terdiam setelah menerima sindiran keras dari panitia.
__ADS_1
"Baiklah, selanjutnya.."
Kemudian tibalah giliran pemuda buncit sebelumnya, dia dengan percaya diri mengeluarkan essence spiritnya yang berupa kapak merah.
Pemuda itupun menyentuh batu jiwa.. Lalu batu itu mengeluarkan cahaya merah, serta 2 buah Holow kuning dan 1 Holow biru muncul di tubuhnya.
Semua orang kemudian berbisik-bisik tentang pemuda itu yang ternyata merupakan anak dari pengusaha kaya yang cukup berkuasa di kota.
Di saat semua orang sedang mengangumi pemuda buncit itu, Yu Chen dan Qian Yu terlihat asik berbincang dan tidak sedikitpun perduli dengan hal itu, sehingga membuat pemuda buncit tersebut merasa semakin marah karena merasa di abaikan.
Setelah semua orang selesai mengecek level mereka. Mereka yang berhasil dan resmi menjadi murid akademi nortan di bawa ke sebuah halaman asrama mahasiswa, jelek atau buruknya kamar asrama mereka di nilai dari seberapa tinggi level mereka.
Murid-murid yang memiliki level rendah terlihat sangat kecewa dengan kamar asrama mereka yang jelek dan seadanya. Berbeda dengan Yu Chen dan Qian Yu, karena mereka memiliki level yang tidak terlalu berjauhan, mereka berdua di tempatkan di asrama yang sama.
Meski tidak sebagus asrama untuk anak-anak yang memiliki level 21 ke atas, setidaknya asrama mereka lebih layak di tempati jika di bandingkan dengan asrama anak-anak suram.
"Tempat ini tidak terlalu buruk, namun di mana kamar perempuan nya ?"
Seorang pemuda tertawa menanggapi perkataan Qian Yu, kemudian dia menjawab.
"Jangan berpikir kalau asrama sama seperti rumah mu. Di sini tidak ada yang namanya kamar laki-laki atau perempuan, jika kau ingin tidur dengan nyaman kalahkan salah seorang pecundang untuk merebut kasur mereka."
"Jika aku tidak mau ?"Yu Chen menatap tajam pemuda yang berbicara.
"Yah, kau bisa gunakan itu."Pemuda itu menunjuk ke arah sebuah kasur usang dan kotor yang berada di pojokan.
"Bagaimana apakah kau mau ? Jika kau berubah pikiran, kau bisa bertarung dan mengalahkan pemuda lemah itu."Pemuda tersebut kembali menunjuk ke arah seorang pemuda yang terlihat rapuh dan cengeng.
"Kau berbicara seolah-olah seperti seorang pemimpin, memangnya kasur seperti apa yang kau miliki ?"Ujar Yu Chen.
Pemuda itu dengan percaya diri menuju ke arah sebuah kasur lebar yang sangat mewah lengkap dengan sebuah spray dan selimut baru.
"Bukanya sombong, ayah ku yang menyiapkan semua i..
"Sudah ku putuskan, aku akan bertarung dengan mu untuk mengambil kasur itu."Ujar Yu Chen.
Pemuda sebelumnya terlebih terpancing emosi karena baru kali ini seseorang berani menantangnya.
"Jangan bercanda, jika bertarung dengan ku kau bisa kehilangan tangan mu loh.."Pemuda itu tersenyum sinis, nampak begitu meremehkan Yu Chen.
"Tidak masalah, lagian aku leleh terus di remehkan. Sekarang jadilah orang pertama yang menerima tinju,"
"Wah, arogan sekali. Tapi aku senang dengan orang seperti mu, sebelum bertarung.. Perkenalkan, nama ku Luo Tang, spirit master lv 21, essence spirit tombak nirwana."
__ADS_1