
"asalamualaikum...."ucap seseorang dari pintu depan.
"waalaikum salam"jawab tias dan muklis bersamaan.
tias mengalihkan pandangan nya,melihat siapa yang mengucapkan salam.di sana terlihat pak hermawan bapak nya tias bersama seorang pria paruh baya baru saja masuk ke dalam rumah.tias berjalan beriringan dengan muklis menuju pak hermawan.
melihat orang yang ada bersama bapak nya,tias merasa bahwa dirinya merasa tak asing dengan orang yang sekarang duduk di kursi ruang tamu."sepertinya aku pernah melihat nya,tapi di mana ya"batin tias.
"paman..."sapa muklis
"eh ada kamu lis...kapan ke sini?"tanya pak hermawan.
"udah dari tadi paman"
"oh ya,muklis pamit kebelakang ya paman"lanjut muklis.
"ya silahkan"
pak hermawan melirik tias yang sedang memperhatikan pak dodi.
"ko malah bengong tias?ibu mana?"tanya pak hermawan
"lagi keluar pak"jawab tias kikuk.dia merasa malu karena ketahuan sedang memperhatikan orang yang ada di kursi sebelah pak hermawan.
"ya sudah,kalau begitu tolong buat kan kopi untuk bapak dan pak dodi"titah pak hermawan.
__ADS_1
"baik pak"ucap tias sambil berlalu meninggalkan ruang tamu.
setelah sampai di dapur tias celingak celinguk mencari keberadaan muklis.tapi dia tak menemukan nya.
ketika tias sedang menyeduh kopi,dari arah ruang tamu terdengar samar samar pak hermawan dan pak dodi menyebut namanya.membuat tias bertanya tanya kenapa nama nya di bawa bawa,batin tias.
"kaya gue pernah melihat orang itu deh,tapi gue lupa di mana"terdengar suara muklis di belakang tias.
tias terkejut,dia membalikan badan nya menghadap muklis.
"astagfiruloh ngagetin aja lo kak,untung aja gue gak punya riwayat penyakit jantung"omel tias sambil mengelus elus dada nya,mencoba menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan karena terkejut.
"ya maaf ti"muklis tersenyum menampilkan gigi nya.menggaruk tengkuak nya yang tak gatal,dan salah tingkah.
"iya gue maafin"
"gue anter minuman ini dulu kak"lanjut tias sambil berlalu membawa minuman dan beberapa cemilan di atas nampan.
"di minum pak"tias tersenyum sambil menaruh minuman di meja.
"iya,,,terima kasih nak tias,maaf saya malah merepotkan"
"tidak apa apa pak,tidak merepotkan kok"ucap tiaa merespon ucapan pak dodi.
tias pun berlalu ingin meninggalkan ruang tamu,tapi baru tiga langkah jalan,suara pak hermawan mengintruksi tias.
__ADS_1
"tias"
"ya"ucap tias membalikan badan kembali meliahat bapak nya.
"sini nak duduk di dekat bapak,ada yang mau bapak dan pak dodi bicarakan."pak hermawan menepuk kursi di sebelah nya,tias pun menuruti permintaan bapak nya,dia berjalan menuju kursi di sebelah nya pak hermawan.
"sebelum nya bapak minta maaf karena sudah mengganggu waktu nak tias."pak dodi mulai berbicara.
"tidak pak,bapak tidak mengganggu waktu saya,"
" nak tias bapak mau langsung to the poin saja,apakah benar hubungan mu dengan laki laki bernama panji sudah berakhir?"tanya pak dodi
"iya pak"
"apa sekarang nak tias tidak ada hubungan dengan laki laki mana pun?"tanya pak dodi lagi.
yang di jawab gelengan oleh tias.
"alhamdulilah"ucap pak dodi lirih.
"nak tias maaf jika bapak banyak bertanya.jika seandai nya ada seorang pria yang berniat serius,apa nak tias akan menerima nya?"
"untuk saat ini,tias belum kepikiran pak.tapi tidak tahu jika nanti"tias menundukan kepala nya.satu kata yang ada di kepalanya yaitu"bingung".
bingung apa maksud dari pertanyaan pak dodi,bingung harus jawab apa.
__ADS_1