
setelah kedatangan pak dodi tempo hari,belum ada kejelasan tentang laki laki yang di bicarakan pak dodi,begitu pun kabar kelanjutan nya.pak dodi bak di telan bumi.jangan kan kabar no telpon nya pun tak akip.
Seperti biasa,hari ini tias menjalankan rutinitas nya beres beres rumah,menyiram tanaman,dan memberi makan ikan.sama seperti sebelumnya,perasaan nya kepada panji pun,masih ada.walau tidak sebesar dulu,entah kapan rasa cintanya kepada panji akan hilang,walaupun dia melihat dengan mata kepelanya sendiri,kenyataan yang membuat hatinya terluka.tapi entah kenapa rasa itu sulit tuk hilang dari hatinya.lebih gila nya lagi kadang tias masih berharap,panji tidak seperti apa yang dia lihat tapi memang itu lah kenyataan nya.ternyata melupakan sesuatu itu sangat sulit.apalagi tentang rasa.
tak terasa kegiatan tias menyita banyak waktu,hingga siang pun menjelang.dengan langkah gontay tias berjalan menuju teras rumah.udara yang cukup panas di tambah pekerjaan yang melelah kan membuat nya ingin segera istirahat.duduk selonjoran di temani cemilan adalah bayangan nya.sayang nya itu semua hanya bayangan,jangan kan cemilan,air pun letaknya nya jauh di dalam rumah.jauh dari jangkauan nya,sedangkan untuk berjalan ke dalam rumah saja,tias seakan enggan.akhirnya dengan rasa lelah,tias tiduran di teras rumah.
"tias,dari tadi telpon nya bunyi terus.ibu pikir,mungkin ada yang penting"
"astagfiruloh ibu,tias kaget"
seakan mendapatkan kembali nyawanya tias langsung terbangun ketika ibunya muncul dari arah pintu.kaget,,?jangan di tanya.baru saja tias tiduran,ibunya langsung bicara.
"maaf
bukan maksud ibu ngagetin.cuma,dari tadi hp nya bunyi terus.takut nya ada yang penting"ibu mengulangi kata katanya lagi.
yah yang muncul ibunya tias,
"gak papa bu,maafin tias juga bu.malah ngomel ngomel"ada rasa bersalah di hati tias,saat ibu nya mengucapkan kata maaf.
"iya ga pa pa"
__ADS_1
"ini,di lihat dulu hape nya."bu tiwi mengulurkan hp nya.
"terima kasih bu"ucap tias sambil menerima uluran dari tangan bu tiwi.
"ya"
"ibu pamit ke dalam dulu"bu tiwi berlalu meninggalkan tias.
kening tias menyernyit,melihat banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk,dari nomer yang tak di kenal.buru buru tias,membuka salah satu pesan masuk dari nomer tersebut.ada rasa penasaran di hati tias saat melihat banyak nya panggilan.mungkin kah itu panji?
"ya salam tias,masih saja berharap,panji akan menghubungi nya lagi.dasar bego"ucap tias dalam hati.
tias dibuat melongo,saat membaca isi pesan singkat yang di terima nya.
tulisan di pesan pertama
"saya dapat nomer nya dari pak dodi,apakah benar ini tias pratiwi?"
tulisan di pesan ke dua.
oh ternyata hendra,pikir tias.
__ADS_1
lama tias terdiam,hingga akhirnya dia ter sadar.
"tunggu tunggu,tadi katanya dapet nomernya dari pak dodi?apakah hendra itu laki laki yang di cerita kan pak dodi tempo hari?"berbagai pertanyaan muncul di benak tias.
"dari pada pusing pusing mikirin,beneran apa enggaknya laki laki yang di ceritain pak dodi,mending tanya aja maksudnya apa."monolog tias dalam hati.
"ya
saya tias"
ting
bunyi pesan keluar.
ting
"apakah saya bisa meminta poto anda?"
terlihat tulisan pesan masuk.
"what ANDA?"
__ADS_1
berasa di mana aja,anda.kaku banget.kaya di interview kakak kelas pas mos.mana langsung to the point lagi,gak ada basa basi nya dulu kek.