
pembicaraan antara tias,pak hermawan,dan pak dodi lumayan menyita waktu.hingga membuat tias merasa jenuh,kadang tias merasa tak ada di sana ketika mereka sedang berbicara,apa lagi membahas masalah pekerjaan.tias dibuat bingung mendengar pembicaraan nya,hal itu lantaran tias merasa tidak mengerti apa yang pak hermawan dan pak dodi bicarakan.
hingga terlihat raut wajah serius dari pak dodi.
"nak tias,,sebenar nya kedatangan bapak ke sini,ada yang mau bapak bicarakan dengan mu,,,,"pak dodi terlihat menjeda ucapan nya.seakan akan sedang menimbang nimbang ucapan apa yang akan beliau bicara kan.
"sebenar nya ada seorang laki laki yang datang ke pada bapak.dia meminta bapak,untuk mencarikan seorang perempuan untuk nya,yang mau di ajak serius.dalam artian mau di bawa ke jenjang yang lebih serius.itu pun kalau dari kedua belah pihak mau,dan menerima keadaan masing masing"
mendengar itu semua terbesit seucap pertanyaan dalam benak tias.
"apa maksud dari menerima keadaan masing masing?apakah orang yang di maksud oleh pak dodi itu penyakitan/kurang lengkap secara lahir dalam kata lain misalnya cacat?"batin tias.
seakan mengerti dengan raut wajah tias yang seperti kebingungan dan banyak pertanyaan.pak dodi pun melanjutkan pembicaraan nya.
"dia bersetatus duda"
__ADS_1
"ya allah maaf kan aku yang telah berburuk sangka"batin tias.
"apa nak tias mau?setidaknya mengenal dia dulu misalnya!"pak dodi bertanya sekaligus seperti berharap
tias merasa bingung mendengar pertanyaan pak dodi,di satu sisi dia masih memiliki perasaan pada panji,tias berpikir jika dia mengiyakan pertanyaan pak dodi tias takut mengecewakan pak dodi.tias takut laki laki yang pak dodi bicarakan hanya akan menjadi pelarian dari perasaan sedih tias.
di sisi lain tias tak mungkin terus berharap,akan perasaan nya kepada panji bisa terbalas lagi.
tias merasa tak seharusnya dia terus seperti ini.berharap kepada orang yang tak pasti,dan terpuruk dalam kesedihan.
mengingat semua itu,tias menoleh ke arah pak hermawan.berharap bapak nya memberikan sebuah jawaban untuk nya.dan benar apa yang di pikirkan tias,pak hermawan menganggukan kepala nya.hal itu membuat tias yakin bahwa pak hermawan berharap tias mengiyakan pertanyaan pak dodi.
"jika untuk sekedar mengenal,tias mau,,,,"ucapan tias terjeda.
"tapi untuk serius,tias lihat kedepan nya saja sepeti apa.takutnya nanti tias mau,sedangkan laki laki itu setelah melihat tias,akan menolak"
__ADS_1
"baiklah kalau tias mau.nanti bapak akan berbicara ke pada laki laki itu"
mendengar ucapan pak dodi,tias merasa kurang srek kenapa barasa jadi dia yang menginginkan laki laki itu batin tias,tapi ya sudah lah.
"kalau begitu aku pamit wan,nak tias"pamit pak dodi.
"kenapa buru buru,,,tunggu istri saya pulang dulu lah pak.kita makan makan dulu,mumpung ke sini"ajak pak hermawan.
"nanti lain kali kesini lagi,saya masih ada urusan wan.maaf"jawab pak dodi.
"oh baik lah,,,,kalau gitu hati hati di jalan"
pak dodi pun menjabat tangan pak hermawan,di ikuti tias.
"mari"pak dodi pun undur diri meninggalkan rumah pak hermawan.
__ADS_1