End Of Waiting

End Of Waiting
06


__ADS_3

tak butuh waktu lama tias menyelesaikan ritual mandi nya,tias melangkanh menuju lemari pakaian di sebelah tempat tidurnya.mengambil kaos pendek berwana toska dan celana kulot hitam.


saat tias sedang memakai baju,terdengar suara pintu terbuka.


kreeeek....


tias pun memutuskan untuk segera merapihkan baju nya,menyisir rambut,dan berdandan.kerika tias hendak keluar kamar,terdengar samar samar suara ibu dan bapak nya sedang berbicara.


"mau jadi seperti apa nanti kalau tias jadi menikah dengan panji"terdengar suara pak hermawan dari luar kamar tias.


"ibu juga berpikir seperti itu,apa lagi tias anak nya tertutup,ibu takut kebablasan kalau tias terus menerus berhubungan dengan panji"


"untuk hal itu bapak percaya pada tias,bapak yakin tias bisa menjaga nya"


"ibu harap seperti itu"

__ADS_1


di balik pintu kamarnya,tias termenung memikirkan pembicaran kedua orang tua nya


"andai saja bibirnya bisa bicara,kalau dia dan panji sudah tidak ada hubungan apa apa lagi,mungkin kedua orang tua nya tidak akan sehawatir sekarang,hanya saja dia bingung,alasan apa yang harus dia berikan kepada kedua orang tua nya?apa lagi keluarga besar nya tahu,dan ini kali pertama tias memperkenalkan laki laki di hadapan keluarga nya.apa kata mereka nanti? jika mereka tahu dia dan panji baru saja mengakhiri hubungan nya."batin tias.tanpa terasa air matanya kembali menetes.memikirkan kemungkinan terburuk yang akan keluarga nya ucapkan,membuat air mata tias semakin mengalir menganak sungai.


tias bangkit,menghapus air mata nya,tias menatap dirinya di depan cermin.kemudian dia memoleskan sedikit bedak ke wajahnya untuk menutupi bekas air mata.


tias menguatkan hati nya,mencoba berpikir jernih,tias merasa tidak ada guna nya menangisi hubungan nya yang telah pupus,dia harus kuat,dia harus bangkit,mencoba untuk mengubur perasaan nya walau sulit.tias berpikir bahwa dia harus mulai menutup hatinya yang dulu,biarlah orang tua dan keluarga besar nya berpikir bahwa hubungan dia dan panji masih terjalin,toh bila waktunya telah tiba dia pasti akan menceritakan yang sebenarnya.


untuk ke dua kali nya,tias melihat dirinya di pantulan cermin,setelah dirasa cukup dia memberanikan diri memegang gagang pintu dan membuka nya.ketika pintu telah terbuka sepenuhnya,di ruang tengah terlihat pak hermawan yang sedang duduk sambil memejamkan matanya,di temani adik kecil nya.


"tias kamu habis ngapain?ko ibu tadi ketuk pintu gak ada yang bukain.trus tadi pas masuk rumah juga sepi."


"tadi tias ketiduran bu,trus langsung mandi.oh iya,ibu sama bapak baru pulang?"tanya tias.


"engga

__ADS_1


"udah dari tadi kok.nih ibu udah mandi"jawab bu tiwi.


"oh,,,"


"tias,,,"panggil pak hermawan.


"eh,,,bapak.maaf suara tias ganggu tidur bapak ya?"tanya tias


"engga"jawab pak hermawan


"tias,sini duduk nak"ajak pak hermawan sambil menepuk kursi di sebelah nya.


"iya pak"tias menuju kursi di sebelah pak hermawan di ikuti bu tiwi yang duduk di hadapan tias.


"boleh bapak tanya sesuatu?"tanya pak hermawan memulai pembicaraan.mendengar pertanyaan dari pak hermawan membuat tias merasa gugup dengan posisi di sebelah nya ada pak hermawan dan di hadapan nya ada bu tiwi"ada apa ini?kenapa aku seperti sedang di sidang? lebih baik aku di putuskan panji ke dua kali dari pada harus di hadapkan dengan situasi seperti ini"batin tias.

__ADS_1


bukan tanpa alasan tias merasa gugup dengan keadaan nya,hanya saja bila situasi sudah seperti itu biasanya pembicaraan akan menjurus ke hal yang lebih serius.


__ADS_2