ENZO ( Dari Desa Para Penguasa )

ENZO ( Dari Desa Para Penguasa )
Awal Mula


__ADS_3

Desa yang terkenal dengan sebutan tempat Para Penguasa, terlahir lah seorang anak laki-laki, ia diberi nama Enzo. Waktu itu Desa tersebut sedang ada Pertempuran Besar. dimana Para Penguasa disana bertarung untuk mempertahankan Desa, akan tetapi semua Gugur dalam Pertempuran tersebut...


setelah Pertempuran tersebut Desa yang di sebut Para Penguasa dianggap orang-orang itu hanya lah sebuah cerita masalalu. dan Desa tersebut kini berubah nama menjadi Desa Bambu.


20 Tahun berlalu....


Enzo pun sudah beranjak dewasa, usianya kini 18 Tahun.


kini Enzo hanya tinggal bersama Seorang lelaki tua yang bernama Mbah Jardi, Ia Seorang Guru belah diri terkenal di Desa Bambu. Enzo pun sudah dianggap sebagai anaknya. Tidak lupa Enzo di latih bela diri olehnya, karena ia tahu, kelak Enzo akan pergi jauh...


Suatu ketika Enzo menanyakan sesuatu kepada Mbah Jardi " Pak, ajaran aku sesuatu yang tidak pernah, diajarkan ke orang lain, siapa tau ada kan, aku ingin mempelajarinya dan menguasainya" ucap Enzo.


" Ada, tapi tidak saat ini, kau belum siap, sekarang kau lakukan saja hal-hal dasar yang aku berikan" jawab Mbah Jardi.


'' A...., dasar Orang Tua pelit, setiap hari aku melakukannya dan kini harus melakukan, baiklah, bila harus seperti itu" ujar Enzo.


Meskipun kesal Enzo tetap melakukan apa yang diperintahakan Mbah Jardi. Hari-hari Enzo berlatih ilmu dasar seperti hanya yang lain.


Sampai Suatu hari ada seorang pemabuk menemu Enzo yang sedang berlatih sendirian di sungai dekat Desa. pemabuk itu berkata " Hai, nak, untuk apa kau berlatih keras, Desa ini bukan Desa Para Penguasa lagi semua telah hilang" sambil tertawa-tawa ia berkata.


Enzo mendengarkan apa yang pemabuk itu ucapkan dan berfikir dalam benaknya " Apa itu Desa Para Penguasa, aku baru dengar, sedangkan Desa ini adalah Desa bambu". Enzo pun tidak terlalu memperdulikan pemabuk itu, ia tetap fokus berlatih.


Setelah selesai berlatih Enzo pun berlari menuju kembali ke Desa. Enzo masih terfikir apa yang pemabuk itu katakan tentang Desa Para Penguasa, sesampainya dirumah Enzo menemui Mbah Jardi. " Pak, apa itu Desa Para Penguasa " ucap Enzo. Mbah Jardi diam saja. "Ayolah ceritakan pada ku pak" ucap Enzo. dan ternyata Mbah Jardi sedang tertidur sambil duduk. " Malah, tidur toh, pantesan diam aja dari tadi" ujar Enzo..

__ADS_1


Enzo pun menunggu Mbah Jardi bangun dari tidurnya. Enzo melakukan aktifitas dirumah seperti membereskan alat latihannya dan lainnya.


Enzo berkata " Ini akan lama, apa lain waktu saja aku menanyakkannya "


Hari sudah berganti Enzo terus berlatih dan berlatih. Hingga suatu ketika ia membuat jurus sendiri, yang ia namakan Jurus tanpa sadar. Ia melatih kecepatan, pergerakan dan ke tahanan tubuh. Dalam benak Enzo berkata " Aku harus mencari lawan untuk mencoba jurus ku ini ".


Lalu Enzo pergi ke luar Desa dan tidak sengaja berjumpa Sekelompok orang dengan pakaian aneh. Enzo pun langsung terhenti dan menanyakkan ke satu orang dari kelompok tersebut.. " Maaf, kalian siapa dan mau kemana " ucap Enzo.


" Anak kecil nanya-nanya. kami sedang mencari Para Penguasa penguasa " ucap nya. Enzo berkata " Kalau mau cari Para Penguasa di Desa ku tidak ada "


" Anak kecil tau apa, tidak usah berbohong, atau nyawa mu tidak akan selamat" ujar nya, Enzo pun langsung di hantam dengan sebuat tongkat besi, sehingga membuat Enzo terluka di kepalanya. "Bagaimana rasanya enak, itulah akibatnya kau tidak mau berkata dimana Para Penguasa, itu baru percobaan" ucapnya.


Enzo menarik nafasnya dan berkata " baiklah, kalau mau main kasar, akupun bisa"


Enzo pun bertarung dengan Kelompok tersebut.


Pertarungan hebat pun terjadi Enzo mengeluarkan semua ilmu yang ia latih selama ini.., akan tetapi kondisi tidak menguntungkan Enzo, ia harus berhadapan dengan Kelompok yang memiliki senjata tajam, badan Enzo berluluran darah, meski begitu Enzo tidak gentar, terus bertarung dan Enzo menggunakan jurus yang ia buat sendiri, "Udah saatnya menggunakan jurus itu" ucap Enzo. dengan santai ia menumbangkan lawan-lawannya satu demi satu. Enzo berkata " Cuma ini kemampuan kalian, tadi bilang mau membuat nyawa ku melayang, sekarang kalian rubuh semua, hahahaha"


Kelompok itu akhirnya kabur setelah di kalahkan Enzo.


Pertarungan yang melelahkan dan tubuh Enzo penuh luka, tanpa tersadar ia pun pingsan.


Seakan-akan tau apa yang di perbuat Enzo, tiba-tiba Mbah Jardi datang, melihat Enzo yang pingsan " Duh, anak ini tubuh belum kuat, bergaya bertarung sendiri," ucap Mbah Jardi..

__ADS_1


Kemudian Mbah Jardi membawa Enzo pulang kerumah.


Sesampainya dirumah Mbah Jardi langsung mengobati luka yang ada ditubuh Enzo..


Dalam benak Si mbah " Pasti lama ini anak sadarnya, biarkan saja, ulah dia sendiri, hahahaha"


Mbah Jardi meninggal kan Enzo sendiri diruang tengah.


Malam hari ada sebuah pertemuan rahasia, disana Mbah Jardi hadir dalam pertemuan tersebut.


dalam pertemuan tersebut membahas Desa. dikarenakan beberapa hari belakang ini, banyak orang asik yang masuk Desa, menanyakan dimana Desa Para Penguasa.


Di saat sesi mengeluarkan pendapat, Mbah Jardi pun angkat bicara " Untuk ke amanan Desa, sebaiknya, rahasia Desa ini kita tutup rapat, agar tidak banyak orang yang tau mengenai masa lalu Desa ini, Enzo anak yang ku urus itu hari ini dia bertarung dengan orang asing yang seperti sama ingin mengetahui dimana Desa Para Penguasa, kita semua harus waspada dan tetap menjaga rahasia Desa ini, agar tetap damai" ucap Mbah Jardi di pertemuan tersebut.


Enzo pun terbangun dari pingsan nya dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya, "Aduh, sakit semua gini, nah, kok ada dirumah, seingatku tadi di luar desa, siapa yang membawa ku kesini dan luka di tubuh ku sudah di obati" ucap Enzo sambil terheran-heran. Ia pun mencoba menggerakan tubuhnya akan tetapi masih terasa lemas.."Tidak bisa aku paksakan, tubuh ku kehabisan tenaga, jurus yang ku pakai ternyata efeknya seperti ini" ujar Enzo.


Enzo pun kembali tidur dan istirahat kembali, menunggu esok hari agar tubuh nya bertenaga kembali...


Mbah Jardi pun pulang kerumah, melihat Enzo masih tertidur, dalam benak nya " Pasti ia, mencoba bangun, tetapi tidak bisa, dasar anak payah, memakai jurus yang belum sempurna, rasakan efeknya, hahahah" sambil tertawa.


Mbah Jardi pun melakukan meditasi santai di ruang tengah, sekalian jagain Enzo...


Hari sudah berganti Enzo terbangun dan tetap merasakan lemas. " Tubuhku kenapa ini, sudah ku pakai untuk istirahat tapi masih saja lemas, aduh..." ucap Enzo. ia melihat Mbah Jardi yang sedang meditasi di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2