
Masa Pemulihan Enzo lalui, dua hari sudah pemulihan berlangsung. Kini Enzo bisa melakukan aktifitas nya kembali.
Ia mulai berlatih meski tubuhnya masih terasa kaku, setelah berlatih ia menghampiri Mbah Jardi " Pak, kapan aku di ajarkan jurus itu, jurus rahasia turun temurun" ucap Enzo
tidak ada jawaban dari Mbah Jardi.
Enzo pun berteriak " Orang Tua , menyebalkan..... "
seketika Mbah Jardi melompat dan langsung menyerang Enzo, ia yang kaget mencoba menghindari serangan tersebut, akan tetapi gagal Enzo pun terkena serangan itu.
"Aduh, sakit juga, serangan pun pak tua" ucap Enzo
"Gahahaha, anak bau kencur, gitu saja tidak bisa menghindar" ucap Mbah Jardi sambil tertawa..
Enzo pun membalas serangan itu dengan jurus yang ia buat sendiri "Rasakan ini, pak tua, jurus tanpa sadar milik ku" ucap Enzo. dengan mudah Mbah Jardi menghindarinya, Enzo terus menyerang bertubi-tubi tanpa henti, tetap saja tidak bisa mengenai Mbah Jardi.
"Apa yang kau lakukan, menghabiskan tenaga saja bila seperti itu, jurus mu itu belum sempurna" ujar Mbah Jardi.
sekali balasan Enzo langsung tumbang, (gubrak) Enzo jatuh.
"Hahahaha, tubuh mu itu, apa yang kau latih selama ini" Ucap Mbah Jardi.
"Kurasa cukup latihan hari ini, kau perbaiki lagi gerakan dan daya tahan tubuh mu" ucap Mbah Jardi
lalu pergi meninggalkan Enzo yang masih berbaring di tanah..
"Sial, jurus ku di patahkan dengan mudah, dan aku kalah hanya dengan sekali balasan saja, aaaaa...." kata Enzo sambil kesal
Ia pun terbangun dan merasakan sakit yang luar biasa di tubuhnya " E......, sakit apa ini, tubuh ini serasa di pukuli 100 orang " ujar Enzo..
Enzo berjalan perlahan masuk kerumah, ia duduk di halaman rumah dan berfikir " Pak tua sialan, apa yang ia lakukan, meskipun gerakan nya tadi hanya sedikit, tapi efeknya besar "
Ia terdiam menatap langit menikmati angin berhembus...
Hari sudah senja
__ADS_1
Enzo melakukan meditasi untuk memulihkan tenaganya.
tiba-tiba ada yang datang kerumah...
" Permisi, ada orang dirumah, aku boleh masuk" ucap orang itu, tidak ada jawaban, ia pun langsung masuk kedalam rumah menuju halaman rumah dan melihat Enzo sedang meditasi.
" Disini toh kamu, pantas tidak ada jawaban dari tadi " ujar orang tersebut.
Ia menunggu dan sampai tertidur....
Enzo selesai melakukan meditasi nya, ia menoleh kaget " Aaa.., siapa dia, sejak kapan ada dirumah" ucap Enzo
"Hai Enzo, sudah selesai, aku Mika, cucu Mbah Jardi" ucap nya
" Apa..., cucu pak tua itu , ia tidak pernah cerita" Ucap Enzo sambil terkaget..
" Ia, aku kesini ingin berlatih " ucap Mika.
" Ha.. kamu ingin berlatih apa, aku saja tidak di ajarkan apapun oleh pak tua itu " ucap Enzo..
Mbah Jardi pun datang dengan wajah yang muram dan kesal.
" Enzo, kemari, akan ku beritahu suatu hal, eh ada Mika kau ikut juga " ucap Mbah Jardi...
Mereka semua berkumpul di Ruang Tengah Rumah dengan kondisi rumah tertutup rapat, agar tidak ada yang mengetahui apa yang akan di bicarakan..
"Baiklah, seperti ini, dahulu kala Desa ini sangat terkenal, Para Leluhur kita sangat di takuti sampai Penjuru Dunia, akan tetapi pada waktu itu Desa ini di Serang oleh Kelompok tidak dikenal yang ingin menguasai Desa ini, saat itu terjadilah Pertempuran hebat, Desa ini yang di juluki, Desa Para Penguasa, sebenarnya menghindari Pertempuran tersebut, tetapi kami semua tidak bisa melihat warga Desa yang tidak bersalah ikut terbunuh, waktu itu pergerakan dipimpin oleh Ayah mu Enzo, saat itu Ibu mu sedang menunggu kelahiran kamu. akan tetapi ayah mu tidak bisa menemani Ibu mu, karena harus memimpi Pertempuran, setelah kau lahir, aku di utus Ayah mu, untuk menjaga dan merawat mu, lalu aku bergegas menemui Ibu mu, saat aku menemui nya, Ibu mu sudah terbunuh dan ada tangisan Bayi, kau hampir saja terbunuh waktu itu, tapi aku datang meski ada perlawanan sedikit tapi aku memutuskan pergi dan membawa mu ketempat yang aman. Lalu aku kembali kepertempuran saat itu Ayah mu sudah terluka parah, aku menghampirinya, kata kata terakhir yang dia ucapkan yaitu "Beri ia nama ENZO, ia akan menjadi pelindung Desa ini kelak dan penerus dari kita semua". saat itu pertempuran selesai, kelompok yang menyerang Desa pun pergi "
sesuai bercerita panjang Mbah Jardi meneteskan air mata.
"Apa, Sebenarnya Desa ini ialah Desa Para Penguasa, banyak yang Orang dan Kelompok menanyakan keberadaannya dan aku Anak Pemimpin dari Para Penguasa" kata Enzo sambil tidak percaya..
" Ia benar Enzo, nama Desa yang sekarang hanya untuk menutupi keberadaan Desa Para Penguasa, karena aku yang mengambil keputusan itu, aku hanya ingin kembali hidup damai " ucap Mbah Jardi...
Setelah Mbah Jardi memberitahu semuanya.
__ADS_1
Enzo hanya bisa terima kenyataannya dan terdiam.
dalam benak nya " Aku harus menjadi lebih kuat melampaui Ayah ku dan Pak Tua itu "
Ke esokan harinya Enzo menemui Mbah Jardi yang sedang melatih Mika di Halaman rumah.
"Pak, ajari aku jurus itu, aku siap sekarang, setelah latihan bersama mu kemarin, aku belajar satu hal" ucap Enzo
"Baiklah, bila memang kau ingin mempelajarinya " jawab Mbah Jardi.
Enzo bersiap, ia melakukan pemanasan dulu..
lalu ia mulai mengikuti gerakan-gerakan dari Mbah Jardi
"Jurus ini, jurus rahasia milik Para Penguasa, hanya Ayah mu yang bisa menggunakannya dengan sempurna. namanya jurus bayang tak terlihat" ucap Mbah Jardi
"Baik bila seperti itu, aku akan menguasai nya dan melebihi Ayahku sendiri " jawab Enzo
setelah memahami dan mencoba gerakan demi gerakan
Enzo berlatih terus menerus.. Mbah Jardi kembali melatih Mika ketika ia sudah memberi tahu jurus tersebut...
Mika bertanya kepada kakeknya " Kakek, apakah bisa Enzo menguasai kan itu jurus terlarang, sangat kuat efek ketubuh apabila tidak bisa mengendalikan nya "
Mbah Jardi menjawab " Tidak apa, ia memang istimewa, memiliki kemampuan khusus dan daya tahan tubuh yang kuat"
" Keturunan khusus memang beda ya kek, tidak seperti ku" ujar Mika
" Itulah yang dinamakan Pewaris Tunggal, kau bisa mempelajari nya juga, tapi tidak akan bisa melampaui nya" ucap Mbah jardi.
Melihat Enzo berlatih keras, Mika pun tidak ingin kalah.
tiba-tiba Mbah Jardi berkata " Mika, mungkin Enzo akan pergi berkelana, kau tinggal disini ya, temani kakek"
Mika pun heran " Apa kakek, yang benar, Enzo akan pergi " ucap Mika. "Itu sudah jalannya, cepat atau lambat ia akan bilang akan pergi " kata Mbah Jardi
__ADS_1
Hari-hari Enzo berlatih semua waktunya ia gunakan untuk berlatih dan berlatih......