
Enzo terbangun dengan tubuh yang masih dibalut perban.
ia berjalan menuju halaman untuk menghirup udara pagi yang segar....
Ia melihat Pking dan rRekan-rekannya berlatih...
Enzo berteriak " Pak Peking..aku ikut berlatih dengan kalian."
Pking menghampiri Enzo dan berkata " Diam saja kau, duduk disini, liat saja kami berlatih, apa kau tidak lihat tubuh mu itu"
Enzo hanya bisa diam tak ingin berkata apapun..
ia tetap memaksakan untuk berlatih....
"Dasar anak ngeyel, sudah ku bilang diam saja" ujar Pking
"Aku tidak bisa diam saja, aku harus berlatih karena jurusku belum sepenuhnya bisa ku kendalikan" ucap Enzo.....
__ADS_1
Enzo mulai menggerakan badannya, ia menahan sakit, terus mengerakan tubuhnya, sampai tubuhnya mengeluarkan darah dari perban....
"Anak keras kepala, sudah ku bilang, Hentikan sekarang atau kau akan ku beri pelajaran" ucap Pking
"Tidak, aku akan terus berlatih, apapun yang terjadi aku akan berlatih, ku tak peduli dengan luka ini" ucap Enzo
Pking yang melihat tubuh Enzo mengeluarkan darah, seketika Pking menahan gerakan Enzo dan
berkata " Hentikan, ku mohon, kau mengingatkan ku dengan seseorang, sama seperti mu, tidak peduli dengan apa yang terjadi meskipun tubuhnya penuh luka"
Enzo terdiam menghentikan gerakannya, ia langsung termenung dan berkata " Apakah orang itu, aku terlahir, kedua orang tua ku sudah tiada, akibat serangan itu didesa ku"
" Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan nya, bila dengan aku memberitahu mu, mungkin dirimu bisa sedikit lega" ucap Enzo
"Beritahu aku, saat aku menuju kesana, sudah banyak orang yang tidak tahu dimana desa itu, yang ada hanya Desa Bambu, aku meninggalkan tanda di desa itu, dan tanda itu kini ada di Desa Bambu" ucap Pking
"Baiklah bila kau ingin tahu, Desa Bambu tempat ku berasa itu sebenarnya Desa Para Penguasa, para tetuah disana termasuk guru ku lah yang menghapus semua kenangan kelam Desa itu, agar desa kembali damai, setelah serangan itu dan banyak menewaskan warga, semua berubah termasuk nama desa, aku yang kini berkelana untuk mencari ilmu agar suatu saat aku bisa melindungi desa seperti ayah ku, ia rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi desa" ucap Enzo
__ADS_1
Pking dengerkan pembicaraan Enzo ia terkaget, bahwa sebenarnya Enzo anak dari sahabatnya...meskipun Enzo belum mengetahui nya....
Pking memanggil Rekan-rekannya dan menyuruh mereka berkumpul
" Kalian dengarkan, Enzo ini anak dari sahabatku yang berasal dari Desa Para Penguasa. ia memang berkelana untuk menambah ilmu dan menjadikan ia semakin kuat" ucap Pking..
" Desa yang telah lama hilang itu, masih ada, dan Enzo anak pak tua menyebalkan itu" ucap rekannya.
Enzo kaget saat Pking berkata seperti itu ke rekan-rekannya..
" Apa, engkau tau mengenai ayah ku, ceritakan tentang dirinya, aku tidak mengetahui apapun mengenai dirinya" ucap Enzo
" Sahabatku itu sama persis dengan mu, jurus yang kau pakai itu jurus miliknya, jurus yang tidak seorang pun bisa menguasainya, saat aku melihat mu menggunakan jurus itu, aku teringat dia, ternyata memang engkau anaknya"
ucap Pking..
Semua orang terdiam mendengarkan Pking berbicara...
__ADS_1
Enzo " Ia yang ada di foto itu, ayah ku, foto yang sama seperti dirumah, kenapa Mbah Jardi tidak memberi tahu ku"...
" Pak Peking, bila sudah seperti ini dan kejadian semalam, apa yang ingin kau lakukan sekarang" tanya Enzo....