
Setelah asik berbicara mereka pun melanjutkan perjalanan.
Nail sebagai pemimpin berjalan didepan
Runov mendampinginnya.
Tanpa terasa perjalanan mereka sudah jauh dan hari pun mulai gelap.
Belum ada desa yang terlihat.
Hanya ada gubuk bambu kecil.
Mereka pun terus berjalan.
sampai malam pun tiba. Masih belum ada satu rumahpun yang nampak.
" Nail, bagaimana ini " Runov
" Bagaimana mana apa nya " Nail
" Kau sadar tidak, hari sudah malam, apa sebaiknya kita mencari tempat untuk bermalam" Runov
" Tepat sekali, kita akan mencari tempat untuk bermalam" Nail...
" Nah itu " Runov
" Bila ada gubuk lagi yang agak besar kita jadikan tempat bermalam ya" ucap Nail
Sudah cukup lama mereka berjalan belum menemukan satu gubuk pun
"Nail, ada cahaya disana, kita coba kesana saja ," ucap Enzo
" Ayo kita kesana " jawab Nail dengan tegas
dalam benak Enzo
" Ehmmmm, Dasar kau Nail, Pemimpin jenis apa kau ini "
Enzo tertawa " hahahahhaha"
Mereka mendekati sumber cahaya...
Ternyata ada beberapa rumah....
Bila dihitung jumlah nya tidak sampai sepuluh...
" Sepertinya itu desa kecil, rumah yang terlihat hanya sedikit " ujar Runov
" Benar sekali. mari kita kesana " ucap Nail
Sesampainya di sana.
Tidak terlihat satu orang pun
" Sepi sekali, apa sudah pada istirahat orang orang disini" Enzo
Tico merasakan ada orang di rumah rumah itu
" Ia Tico bagaimana " Enzo
Tico turun dari kuda menuju satu rumah...
Enzo mengikuti Tico...
Setelah mengikat kudanya di pohon besar...
" Permisi apakah kami boleh bermalam di rumah ini " ucap Enzo dengan keras...
Nail dan Runov mengamati sekitar
" Mencurigakam sekali tempat ini" ucap Runov
" Kita harus waspada, tetap terjaga" Nail
Pintu pun terbuka.
terdengar suara yang berkata
" Mari masuk diluar sangar berbahaya bila malam hari "
Merekapun langsung masuk ke dalam.
Didalam rumah tersebut
hanya terlihat sepasang kekasih
" Terimakasih sudah mengizinkan kami masuk " ucap Enzo dengan lembut
" Silahkan duduk " ucap nya
"Kalian hanya berdua saja di rumah ini " ucap Runov
" Ia hanya kami saja " jawab nya
" Wooi. Berani sekali ya " ujar Nail
" Kalian mengapa , berkeliaran di luar malam hari begini ? "
" Kami sedang melakukan perjalanan dalam hati pun sudah malam, jadi kami mencari tempat untuk bermalam " Jawab Enzo
Karena Enzo tau pasti nail sulit untuk menjelaskan
" Oh. Seperti itu " jawabnya
__ADS_1
Tico gelisah tiba-tiba seperti ada sesuatu. Yang akan datang...
Enzo melihat Tico....
" Gawat . Tapi mengapa mereka biasa saja ya " dalam benak Enzo
" Sepertinya hewan lucu ini, kelaparan" ucap seorang yang tadi hanya diam saja
Tico mendengar suara nya pun takut. Langsung lari menuju Enzo
" Aku ingin tahu, mengapa disini hanya ada beberapa rumah saja, apakah semua ada penghuninya seperti rumah ini " tanya Enzo
Ke mereka...
" Ini sudah aku buatkan minuman hangat" ujarnya
" Di tempat ini seperti ini. Desa yang dahulunya ramai sekarang hanya ada beberapa rumah saja. semua warga nya pindah ke Desa yang lebih maju, setiap kali ada warga yang pindah. Pasti rumah nya dihancurkan " jawabnya dengan suara yang membuat Tico takut..
" Oh...Tapi mengapa tadi pasanganmu bilang, apa bila sudah malam menjadi sangat berbahaya, apa yang terjadi disini " tanya Enzo kembali ....
" Baik bila kau ingin mengetahui nya. Di mal hari di Desa Kecil ini. Sering terjadi pembunuhan apa bila ada orang yang masih ada di luar rumah. Kami menyebutnya pembunuh sadis, setiap korbannya pasti ia ikat di pohon dengan posisi kepala di bawah. Lalu darah korban ia biarkan sampai habis" jawabnya
Semua kaget mendengar cerita tersebut
" Berarti kami tepat sekali sudah berada didalam rumah kalian " Nail....
" Aku mohon dengarkan aku. Bolehkan diam sejenak " ucapnya
Terdengar suara tebasan dari luar rumah tepat didepan rumah yang mereka singgahi...
" Srett. Duas....."
Mereka semua masih dalam keadaan terdiam.....
Dalam benak Enzo
"Apa itu ?.. Tidak seharusnya ada hal seperti ini di desa yang menghuninya bisa dihitung ! "
Enzo berjalan melihat dari jendela rumah
Terlihat seseorang sedang menghabisi warga yang masih di luar rumah dengan cara sadis....
Tanpa di ketahui Tico pun keluar dari rumah.
Langsung menyerang orang itu namun Tico terkena tebasan pedang orang itu. membuat Tico terluka...
Enzo yang melihat pun. Langsung keluar rumah dan menyelamatkan Tico yang sedang terluka...
" Berani nya kau " ucap Enzo dengan nada marah....
" Hahahaha, Berani juga kau keluar rumah hanya untuk menolong hewan seperti itu" ucap orang tersebut
Runov dan Nail terlihat masih didalam rumah.
Tidak menyadari bahwa Enzo dan Tico ada diluar rumah....
" Sesuka diriku, ini tempat kekuasaan ku, warga pun tau. Bila aku akan datang setiap malam untuk menghabisi mereka yang masih ada di luar rumah" ucap nya
" Mengapa kau tidak pergi saja. Daripada hanya mengusik warga yang hanya sedikit disini " ucap Enzo dengan keras
Namun orang tersebut langsung menyerang Enzo dengan pedangnya....
Mencoba menebas Enzo namun selalu tidak bisa....
" Aku tidak suka melihat ini, sungguh kejam " ujar Enzo sambil menghindari serangan orang tersebut .....
Slas..... Bagian tubuh Enzo langsung keluar darah.......
"Bagaimana aku mengenai tubuh mu juga " ucapnya
" Ehmmmm" Enzo
Orang tersebut masih menyerang Enzo tanpa henti.....
masih berniat ingin ngambil nyawa Enzo....
Runov dan Nail mencari Enzo yang tidak ada dirumah....
Mereka berdua pun melihat Enzo di luar rumah sedang berhadapan denga. Seseorang yang menggunakan pedang
" Enzo sejak kapan kau ada di luar rumah, Tico kau terluka...! " Runov
Segera menghampiri Tico dan mengobati nya...
Sedang kan Nail membawa pedangnya langsung mencoba untuk menahan serang orang tersebut ya g terus menerus mengarah ke Enzo...
" Tidak semudah itu... Bila kau ingin mengambil nyawa nya, hadapi aku terlebih dahulu " Nail
" ooooo. Ternyata ada bantuan datang ya " ucap orang itu
" Enzo biarkan aku saja yang menghadapi orang ini " Ucap Nail
" Terserah mu Nail " jawab Enzo
" Akan ku habisi kalian berdua " ucap orang tersebut ....
Langsung menyerang mereka. Namun Nail menahan serangan nya ....
"Kita sama sama menggunakan pedang lawan mu adalah aku. Mari kita lihat pedang siapa yang akan patah" ucap Nail
Akhirnya Nail dan orang tersebut pun saling mengeluarkan jurus andalan mereka saat menggunakan pedang.
Pertarungan malam hari yang sangat menegangkan.
__ADS_1
Nail memberikan tekanan yang besar ke orang itu.
Meskipun demikian serangan Nail bisa di imbangi.
" Lumayan juga kau" ujar Nail.
Tiba-tiba Enzo dengan cepat mengakhiri pertarungan mereka.
" Nail menghindar" ucap Enzo
Seketika Nail langsung menghindar agar tidak terkena serangan Enzo
Duar....pukul Enzo mematahkan pedang orang tersebut dengan mudah. Orang tersebut pun terpental tergeletak di tanah.
" Orang seperti apa kau" ucap orang tersebut lalu tidak sadarkan diri.....
" Enzo tangan mu tidak apa-apa " ucap Nail
Tetesan darah yang mengalir dari tangan Enzo.....
" Sakit juga tapi tidak apa-apa " Ucap Enzo
" Kau ini, sudah tau itu pedang masih saja kau serang dengan tangan kosong" Nail.
"Hanya mengetes kekuatan tangan ku" Ucap Enzo dengan santai.
" Awas saja pedang ku kau jadikan bahan percobaan mu" Nail
" Mungkin suatu saat. Hahahaha" Ucap Enzo sambil tertawa
Merekapun langsung masuk ke dalam rumah kembali...
Runov sudah selesai mengobati Tico...
Enzo pun segera Runov obati karena tangannya terus mengeluarkan darah....
" Enzo kau ini selalu berdarah bila bertarung.." Runov...
Enzo hanya terdiam dengan tatapan matanya menuju kepada pemilik rumah...
Dalam benak Enzo " Mereka seharusnya memberitahu kami, apabila setiap malam ada seperti itu ini, apa yang mereka takutkan. Apa ada sesuatu yang lebih dari ini dan mengapa mereka tidak pergi ke desa yang lebih maju bersama dengan warga lainnya"
Tangan Enzo pun sudah di obati oleh Runov...
" Terimakasih Runov, bagaimana dengan Tico " ucap Enzo
" Tico pun sudah tidak apa apa, luka tebasannya berhasil aku tutup, mungkin Tico butuh istirahat " jawab Runov
Nail yang masih mengamati di jendela rumah. Ia masih ada rasa curiga dengan orang yang tadi ...
"Harus nya orang tersebut tidak akan kembali lagi. Setelah menerima kekalah dari Kami" Nail
Sejak kejadian tadi. Semua terjaga... Keadaan masih belum bisa bersantai.....
" Enzo apabila ada yang datang kembali, biarkan aku saja yang menghadapi nya" Ucap Nail
" Baik bila ingin mu seperti itu " Ucap Enzo
"Runov bersiaplah, aku merasakan aura yang jangal didesa ini" Ucap Nail....
Pemilik rumah pun hanya bisa melihat
Dan termenung...
Dengan keadaan Enzo dan Tico yang terluka...
" Sebaiknya kalian tidak usah keluar rumah lagi, untuk ke amanan kalian " ucap pemilik rumah
Lalu pemilik rumah pergi beristirahat...
Namun Enzo Runov dan Nail masih terjaga
Tiba-tiba ada suara berisik diluar rumah...
Saat Nail melihat ia terkejut karena warga yang tersisa sudah terbunuh semua. Tinggal rumah yang mereka tempati saja yang belum di serang....
" Apa-apa itu, habis semua warga yang ada " ucap Nail yang masih mengamati dari jendela rumah.
" Bagaimana Nail, seperti ada keributan diluar " Ujar Runov
" Bukan keributan tapi penghabisan warga " ucap Nail...
" Apa " Runov
"Kita tunggu saja. Apakah mereka akan menuju kesini atau tidak" Ucap Nail
" Kita tunggu saja" Runov
Mereka berjaga dan bersiap apabila memang ada yang menuju ke rumah...
Namun anehnya mengapa mereka malah pergi setelah menghabisi para warga. Sedang ada satu rumah lagi yang belum mereka datangi.....
" Sudah kuduga ada yang jangal disini " Nail
" Nah kenapa mereka pergi " ucap Runov
" Aku pun tidak mengerti " Nail
Akan tetapi Meraka masih terjaga sampai Esok hari.......
Enzo, Tico sudah beristirahat dahulu..
"Bagaimana Nail keadaan di luar" ucap Runov
__ADS_1
"Nampaknya mereka sudah pergi dan mereka pun membawa mayat-mayat warga yang telah terbunuh" Jawab Nail
Kejadian yang sangat aneh di malam Itu....