Faraday

Faraday
1.Tingkah Lusi dkk


__ADS_3

"Ah Lusi cantik banget sih!"


"Lusi calon bini gw."


"Bebeb gw!"


"Queen Kandira School."


"Lusi bunga SMA Kandira!"


"Cantik banget Lusi!"


Teriak para cowok dari lantai atas yang melihat Lusi berjalan dipinggir lapangan dengan dkknya.


"Lusi, lo makin terkenal aja sih!"senggol Kesya.


"Iya tau tuh, gw kan jadi ngiri!"saut Manik.


"Jangan ngiri Manik, mending nganan aja."celetuk Nava yang menutup novelnya.


"Emangnya tikungan nganan ngiri!"saut Oca yang minum es.


"Ya amsyok Oca, lo itu pagi pagi udah minum es. Batuk tau rasa lo!"omel Kesya.


"Iya Bunda Kesya."jawab Oca.


"Gw bukan Mak lo, manggil Bunda segala."kesal Kesya.


"Trus ngapain lo ngomelin gw kayak Mak gw?!"Oca menaik turunkan alisnya.


"Ya kan gw cuma mau ngasik tau deng!"cemberut Kesya.


"Heh, malah debat sendiri!"sela Manik.


"Ikut aja lo!"ucap Kesya mancing emosi Manik.


"Lo ngejak duel?"tanya Manik dengan tatapan sinis.


"Manik garang muncul!"celetuk Kesya membuat Manik kesal.


Kesya berlari lalu dikejar Manik dan bersembunyi dibelakang Lusi.


"Lusi selamatin gw dari Manik yang garang!"sindir Kesya.


"Sini lo!"kesal Manik.


"Lusi tolongin gw dari Manik si macan garong haha!"tawa Kesya yang mengejek Manik.


"Lusi, siniin Kesya, lo jangan ikut ikutan."kesal Manik.


"Gw gk ikut ikutan bego, gw korban disini."kata Lusi yang digoyang goyang Kesya.


Tiba tiba Kesya mendorong Lusi kearah Manik, tapi Manik menghindar dan membuat Lusi menabrak orang lain.


Bruk


Lusi menatap orang yang ditabraknya dan orang itu adalah cowok.


"Ouch..awh..dasar Kesya ******!"kesal Lusi dan beranjak pergi alias kabur.


"Tunggu!"cegah cowok itu.


"Mampus!"batin Lusi.


Lusi menoleh dan menaikkan sebelah alisnya sambil memegang kepalanya yang pura pura sakit.


"Nih ada plester, pake aja!"ucapnya dan memberikan plester untuk luka.


"Pala gw gk beset, cuman nyut nyut doang!"ketus Lusi.


"Lo gk mau ngatain apapun?"tanyanya.


"Ngomong apa?"tanya Lusi.


"Gak jadi!"ucapnya.


"Yah kalo gitu gw pergi dulu!"ucap Lusi dan balik ke dkknya.


"Cewek gk da akhlak, udah nabrak gk bilang maaf, ada aja cewek kayak gitu! Tapi cewek itu kok gk terpesona ama kegantengan gw yak?!"batinnya heran.


¯(ツ)/¯


Kelas 11 IPS 5...


"Pagi anak anak, hari ini ada murid baru, ayo perkenalkan diri kamu."ucap Lani, wali kelas 11 IPS 5 yang masuk dengan seorang cowok.


Lusi yang familiar dengan cowok itu tertegun.


"Bu Lani,"panggil Nava.


"Iya Nava, ada apa?"tanya Lani.


"Cowoknya ganteng banget Bu, nanti duduknya sama saya aja gimana?"tawar Nava membuat sekelas geleng geleng.


"Heh, lo itu cogan mulu, yang kemarin kemana, lo tinggal?!"heran Manik membuat seisi kelas tertawa.


"Cogan kemarin naksir sama Lusi, tapi ditolak sama Lusi, trus cogannya hilang entah kemana!"jelas Nava.


"Woi, gw disangkut pautin, salah dia dong kalo naksir sama gw, gw kan gk menginginkannya."celetuk Lusi membuat para cowok tertohok dan yang cewek tertawa.


"Lusi kejem banget sih, udah banyak loh yang lo tolak! Lo gk kasian apa?"saut beberapa cowok dari belakang.


"Bodo amat ama kalian, salah sendiri kalian jelek!"


Jleb


"Sakit tak berdarah!"

__ADS_1


"Tertusuk tanpa pisau!"


"Terluka tanpa sadar!"


"Ada yang nusuk hati!"


"Ada yang patah tapi bukan kayu!"


"Ada yang pedes tapi bukan sambel!"


"Menohok banget anjay!"


"Katanya menusuk banget!"


Sindir para cewek sekelas dengan serempak.


"Diam diam, ada murid baru kok malah kalian ribut sendiri, kasian nih temen baru kalian!"sela Lani.


"Wah, kayaknya tiap hari gw gk bakal bosen deh, apalagi ada cewek yang tadi pagi nabrak gw!"batin cowok yang didepan kelas.


"Baiklah, kita skip dulu candaannya, sekarang kamu kenalin diri kamu!"timpal Lani.


"Perkenalin nama gw Balda Leandro B., dipanggil Balda, umur 17 thn dan masih jomblo."ucap Balda dengan kerlingan mata diakhir kalimat.


"Uwah, ganteng banget!"


"Pangeran gw nih!"


"Ih, cogan kali njim!"


"OMG hati gw!"


"Gk kuat mas qyu!"


Teriak para cewek yang terpesona.


"Bu, kami ijin kekamar mandi, rasanya mau muntah Bu!"Lusi dkk mengangkat tangannya keatas dengan serempak.


"Kesya, Lusi, Manik, Nava, dan Oca, kalian mau saya hukum lari keliling lapangan ya!"kata Lani.


"Bu, saya pingin banget Ibu hukum!"pinta Oca berbinar.


"Saya juga Bu, pasti lagi gerah gerahnya diluar!"timpal Manik.


"Pasti lagi banyak cowok dilapangan!"celetuk Nava.


"Uwah, pasti makin tinggi gw!"sambung Kesya.


"Bu, mereka aja yang dihukum, saya gk ikut ikutan. Nanti kejadian lagi kayak 2 hari yang lalu."Lusi menggeleng saat mengingat kejadian 2 hari yang lalu.


"Kalian itu tempat duduknya udah dipisah, masih aja berkoneksi!"Lani menggeleng pusing saat melihat tingkah Lusi dkk.


"Loh Bu, kami kan 5 raga satu otak."celetuk Oca membuat sekelas terkekeh.


"Satu otak kata lo, gw ranking 3 lo ranking 10, darimananya satu otak!"saut Manik.


"Udah udah, jadi Balda, kamu mau duduk dimana?"tanya Lani.


"Sama gw aja sini!"


"Sama gw dong."


"Duduk ama gw gih!"


Tawaran para cewek yang duduk sendiri.


"Duduk sama dia aja Bu!"tunjuk Balda kearah Lusi.


"Sold out, kursinya gk ada, sama Nava aja sana!"tolak Lusi mendorong kursi ke belakang agar tidak ada kursi.


"Gw akan tetep duduk disitu walau gk ada kursinya!"Balda tersenyum miring.


"Gk ada gk ada, gw santet lo kalo duduk sini!"ancam Lusi.


"Lusi, kursinya jangan ditaruh belakang, itu kursi ditempat kamu!"Lani menunjuk kursi itu.


"Kursinya akan saya balikin nanti Bu."jawab Lusi.


"Balda mau duduk dimana?"tanya Lani kembali.


"Saya akan tetap duduk disamping dia Bu, saya akan mengambil kursinya sendiri!"jawab Balda.


"Bu, saya kan anak baik, jadi jauhin saya dari setan itu!"pinta Lusi dan menunjuk kearah Balda.


"Lusi, dia manusia bukan setan!"Lani menggeleng kepala melihat tingkah Lusi.


"Tapi Bu Lani cantik, saya mending duduk sama cewek aja, saya gk mau duduk sama cowok titik gk pake koma!"Lusi menahan kekesalannya.


"Kalo gk mau, silahkan keluar dan gk usah ikutin pelajaran ibu seterusnya."Lani tersenyum miring.


"Oke, kalo gitu saya keluar!"Lusi tersenyum miring membalas senyuman Lani.


"Kalo Lusi keluar, kami juga Ikut!"kompak dkknya.


"Ah, kalian gk usah ikut keluar, gw keluar sekalian bolos kok! Nanti pas istirahat gw traktir deh!"Lusi tersenyum dan beranjak pergi.


"Yaudah Balda, silahkan duduk ditempat Lusi."ucap Lani.


Balda menuju tempat duduk Lusi dan duduk dikursinya.


Dkk Lusi menatap Balda dengan tatapan tidak suka.


∑( ̄□ ̄;)


Waktu istirahat, dikantin...


Dkk Lusi menuju tempat duduk mereka seperti biasanya.

__ADS_1


"Heh, Lusi sama siapa tuh?"celetuk Kesya yang melihat Lusi duduk bersama seorang cowok.


•  •  •  •  •


Peh!


Ceritanya gimana?


A. Lucu banget


B. Lucu


C. Biasa ajah


D. Kagak lucu


E. Gak lucu bat


Alurnya gimane?


F. Bagus banget


G. Bagus


H. Biasa


I. Jelek


J. Jelek banget


Tolong komen ya


(*´∇`*)


Walaupun kalian komennya yang E/J pun tak apa, author ikhlas lahir batin.


≧∇≦


See, jan lupa like lah...


(´∀`)♡


Yang like ma'acih anget


(♥ω♥ ) ~♪


Nava: Permisi bantu author!


๏_๏


Silahkan! Silahkan!


ヾ(¯∇ ̄๑)


Salam Nava cuanteekk


(๑・ω-)~♥”


Like like like, yang ngelike Nava mimpiin!


(´ ▽`).。o♡


Manik: Amit amit


Nava: Σ(⊙▽⊙")


Kesya: Hoeekk


Nava: (°ロ°٥)


Oca: Jelek bacot


Nava: (╥_╥)


Lusi: Siapa bilang Nava jelek?


Nava: (。’▽’。)♡


Lusi: Nava kek


⊂( ̄(エ) ̄)⊃


Nava:


┻━┻ ︵ヽ(`Д´)ノ︵ ┻━┻


Manik: Lusi PHP!


Kesya: Harapan palsu!


Oca: Harapan doang!


Lusi: Cot


Kesya, Manik, Oca:


(╯°□°)╯︵ ┻━┻


Nava: Kapok


O(≧▽≦)O


Kesya, Manik, Oca:


Diem lo


(╯°□°)╯︵(\ .o.)

__ADS_1


__ADS_2