Faraday

Faraday
4.Muka lo kayak monyet


__ADS_3

Keesokan paginya, Balda yang masih tidur dan menggeliat didalam selimut tebalnya.


"BALDAAA BANGUUNNN!! KAMU MAU JADI APA HAH BELUM BANGUN JAM SEGINI?! BANGUN ATAU MAMA SIRAM KAMU!"teriak Dara.


Dara? Mama Balda.


Sudah 15 menit berlalu, Dara berusaha membangunkan Balda, tapi masih juga Balda tak kunjung bangun.


Karna geram, Dara keluar dari rumah dan menuju rumah Pak Rusdi.


Dara menoleh kanan kiri dan mendapati Pak Rusdi yang sedang memandikan seekor hewan.


"Pagi Pak Rusdi."sapa Dara dengan cengirannya.


"Eh, pagi juga Bu, ada apa ya? Tumben kesini?"


Rina menggaruk tengkuk lehernya.


"Hehe saya mau minjem itu sebentar aja."tunjuknya ke seekor hewan.


"Oh si Jenda, boleh boleh, sekalian saya mau nitip bentar, mau mandiin Miky!"


Pak Rusdi menunjuk hewan lain yang tak lain adalah tikus putih.


Dara bergidik ngeri, heran dengan tetangganya satu ini yang hobi melihara hewan hewan yang menurutnya mengerikan.


Mulai dari Semut, Cicak, Kecoa, Tikus, Jangkrik, Katak, dll.


Ia berfikir apakah Pak Rusdi adalah seorang pawang dari segala pawang hewan?


Eh?


"Bu."Suara Pak Rusdi menyentak lamunan Dara.


"Hehe maaf Pak ngelamun, kalo gitu saya pinjem dulu ya Jendanya."


Dara membawa hewan yang diyakini adalah hewan yang paling tidak disukai Balda karna hewan itu sering mengganggu Balda, hewan apa?


Baca aja\(○^ω^○)/


Dara menuju kamar Balda.


"Nah Jenda, nanti kamu harus bantu aku bangunin si kebo ya."


"Uuk aak uuk aak."si Monyet cuman menggaruk garuk badannya.


"Banyak kutu ya kamu! Astaghfirullah nanti terbang gimana? Ah udahlah ayok!"Dara masuk kekamar Balda dan meletakkan Jenda si Monyet disamping Balda.


"Jenda, kamu bangunin ya!"


Dara bergegas keluar dan menutup pintu kamar Balda.


Jenda melihat sekeliling bingung, lalu melihat Balda yang sedang tidur dan memeluk Balda seolah majikannya.


Balda yang dipeluk pun merasa senang, Balda membalas pelukan itu tanpa membuka matanya.


"Euumm vinda kamu udah balik, tapi tubuh kamu kok makin kecil."gumam Balda yang meraba tubuh Jenda.


Vinda? Cinta pertama dan pacar terakhir Balda yang menghilang.


"Ada bulu-bulunya, udah gitu kepala kamu kecil!"


"Uuk aak..."


"Bentar, kok suara Vinda kayak suara..."


Balda membuka matanya, perlahan lahan matanya terbuka dan...


"AAAAAA MONYEEETTT DASAR MONYET MUKA LO KAYAK MONYET..."teriak Balda dan melompat turun dari kasur.


"Lah gw emang Monyet, jadi muka gw Monyet dong masa Babi!"batin monyet itu.


"Uukk aakk uukk aakk."


"BANGSOL DASAR MONYET!"teriak Balda menunjuk Jenda.


"Uuukkk aaakkk uuukkk aaakkk."


"YAH MALAH NYANYI SIMONYET."


"DENGARKANLAH WAHAI MONYET JANDA, KAU PERGILAH BISMILLAH HEADSHOT!!!"


Balda melakukan gaya seolah olah meng-headshot lawannya.


Percayalah kalau Balda itu tidak dingin


(╥╯﹏╰╥)ง


"Hahaha bengek pagi pagi, rasain."Dara masuk kamar dengan tertawa terbahak bahak.


Balda menoleh kearah Mamanya.


"Mama! Mama ya yang bawa nih si Monyet?"


Dara mengangguk.


"Kuker banget sih Ma!"


"Lagian kamu dibangunin gk bangun bangun."Dara mengambil Jenda.


"Ya jangan si Janda juga dong Maa!"


"Jenda bukan Janda!"ralat Dara.


"Ye itu maksudnya."


"Yaudah mandi sana, udah jam setengah tujuh tuh!"


Balda membelalakan matanya dan berlari menuju kamar mandi.


〣( º口º )〣


SMA Kandira...


"Yah telat!"gumam Balda.


"Pak Budi!"panggil Balda.


Budi? Satpam sekolah.


"Mana sih nih orang?"kesal Balda.


"Apa gw manjat aja ya, motor gw kan udah diparkirin, tinggal masuk doang!"batinnya.


"Jangan manjat, hukuman lo dua kali lipat!"celetuk seseorang dari belakang.


"Lah kok ada yang bisa denger batin gw?"batin Balda.

__ADS_1


"Karna gw bisa baca pikiran lo!"jawabnya.


"Astaghfirullah jangan jangan setan!"gumam Balda.


Pletak


Jitakan maut membuat sang empu meringis dan menoleh.


"Ya amsyok ternyata elo Gan!"ucap Balda.


"Hm!"angguk Algan.


Masih inget kan? Algan Adeknya Anji.


"Lo juga telat?"tanya Balda.


"Iyah karna tadi kesiangan bangunnya."


"Oh."


"AYO MANJAATTT..."


Teriak Manik dan Lusi dari belakang mereka berdua.


Manik manjat terlebih dahulu dan disusul Lusi.


"Lah kalian ngapain disitu? Manjat gih!"ajak Manik.


Algan dan Balda melirik satu sama lain.


"Gw manjat aja lah!"ucap Balda.


"Gw ikutlah!"pasrah Algan.


Mereka pun mulai memanjat dan Manik mengawasi sekitar.


Bruukk


Mereka semua loncat dari atas tembok.


"We we we ada Pak Arif, gimana nih!"Algan melihat Pak Arif yang berjalan mendekati gerbang.


"Gampang!"Lusi melempar tas ke Manik dan Manik mengangguk paham.


Lusi berlari menuju Pak Arif.


"Pagi Pak!"sapa Lusi dengan cengirannya.


"Pagi Lusi, ada apa?"


"Itu anu...ituloh Pak..."


"Itu itu apa?"


"Ituloh Pak..."


"Iya itu apa?"


Sedangkan dibelakang Arif sudah ada Manik yang muncul.


"Ah, nanti aja deh Pak, saya kebelet, permisi!"


Lusi beranjak pergi.


"Aneh! Bentar, tadi dia dari arah sana, habis ngapain dia?"batin Arif.


Lusi menoleh.


"A..ada apa Pak?"Lusi menelan ludahnya.


"Nanti bilangin ke Pak Agus ya, dateng kekantor BK!"


"O..owh iya Pak."angguk Lusi dan bergegas pergi.


〣( ° □ °|||)


Kelas 11 IPS 5...


Seperti biasa, suasana kelas sangat ramai karna jamkos.


Karna para guru pada rapat, hampir satu sekolah semuanya jamkos.


Teman teman Balda menghampiri Balda kekelas.


"Maen ML yok!"ajak Cakra.


"Oke."angguk Anji.


"Gw ikut!"saut Yama.


"Gw juga!"saut Manik yang berbinar.


Maklum, Manik paling suka game cowok, tomboy biasalah.


Balda dimana? Biasalah, semenjak ia pindah kesekolah ini, ia sering digelayotin makhluk.


Siapa lagi kalo bukan Angel, walau diusir pun ia tetap masih menempel kek benalu.


Balda pasrah dan tidak memedulikannya, ia lebih memilih main game.


"Gw ikut!"ucap Balda.


Oca, Nava, dan Kesya sedang Nobar bersama para pecinta Anime.


Lusi? Ia tak terlihat dimana mana, mana Lusi?


Entahlah, biarkan dia menghilang, oh ya author inget kalo Lusi dibelakang sekolah.


Belakang sekolah...


Lusi tiduran disekitar semak semak dibawah pohon beringin.


Seram? Ular? Horor? Semut? Ulat? Setan?


Lusi tidak perduli dengan semua itu.


Ia tetap tiduran dibawah pohon beringin dan dibalik semak semak.


Karna tempat itu sepi dan rumput ilalang disana sudah panjang panjang, jadi tempat itu jarang dilewati para murid.


Dan...


Lusi tidak sendiri, karna Lusi tiduran dipangkuan seseorang.


Siapa? Bacalah ;>


"Lusi!"panggilnya.

__ADS_1


"Hm?"


"Harusnya tuh cowok yang tidur dipangkuan cewek, ini kenapa kebalik!"rutuknya.


"Siapa bilang harus cowok yang tidur?"


"Itu...pikiran gw!"


Lusi berposisi duduk dan menepuk pahanya memberi isyarat cowok itu untuk tidur dipahanya.


Cowok itu pun tidur dipaha Lusi.


"Lo kenapa gk bilang ke dia?"


"Buat apa? Bukannya dia udah ada yang punya!?"


"Jangan gitu Lusi, dia masih cinta lho sama lo!"


"Gw gk mau ada orang yang nyari gw yang dulu, gw yang dulu sama yang sekarang tuh beda."


"Jadi cuma beberapa orang yang tau ini?"tanyanya.


"Hm, tapi kayaknya rahasia ini gk bisa gw sembunyiin lama lama, karna pasti suatu hari akan terbongkar."


"Ya itu bener, tapi kan cuma beberapa orang yang tau soal rahasia lo!"


"Tapi kira ki--


Lusi bergegas berdiri dan membuat cowok itu kepalanya terbentur.


"Argghhh...


Lusi bersembunyi dibelakang pohon beringin dan tidak memedulikan cowok itu.


"Napa sih Lusi?"bingungnya.


"heh! Lo dicariin kemana mana, ternyata lo disini!"kesal seseorang dari belakang.


Cowok itu menoleh dan terkaget dengan kehadiran Anji.


•  •  •  •  •


Peee!


Hayo, siapa yang bisa tebak cowok yang tidur dipangkuan Lusi?


A. Algan


B. Jerry


C. Orang lain


Oya, komen komen!


A. Lucu banget


B. Lucu


C. Biasa aja


D. Gk lucu


E. Gk lucu banget


Jangan lupa like, udah gk inget like pake lupa like juga...


(´ ▽`).。o♡


Salam Jenda_ _


⊂( ̄(エ) ̄)⊃🙈🙉🐵


Like uuk aak


♥🐒


Balda: Wih Janda muncul


Yama: Wow, Janda beranak berapa?


Cakra: Mau lo nikahin?


Anji: Wah Yama nikah ama Janda!


Yama: Kagak gitu deng!


Cakra: Trus ngapa lo nanya nanya?


Yama: Mau gw lamar untuk lo


Anji: Astajim Cakra, lo nikah ama Janda mana?


Cakra: Heh, gw dah punya Mbak Manik ya!


Manik: Apa apaan lo, mau babak belur lo?!


Yama: Oh ya sih, gw lupa kalo Manik kan--


Bugh


Yama: (✖__✖)👾💀


Anji: Inalilahi


Balda: Inalilah


Cakra: Mati


Manik: Makanya jangan bocorin info, matek kan lo!


Anji: Oh ya gw lupa nanya, Jandanya tuh orang mana?


Balda: Rumahnya depan rumah gw kok!


Cakra: Eh emang ada?


Dara: Ada, nih🐒


Balda: Eh ada Mama!


Cakra: Itu kan Monyet Tan?


Dara: Iya, namanya Jenda


Anji: Tapi tadi kata Bal--


Balda: Diem

__ADS_1


__ADS_2