
...•°•°•FARADAY•°•°•...
...BOLEH SAJA MELUPAKAN SESUATU ATAU SESEORANG, TAPI JANGAN SAMPAI MELUPAKAN SANG PENCIPTA....
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
Setelah Pak Arif menghukum 4 cowok itu, Lusi pulang meninggalkan mereka setelah meledek habis habisan.
Kamar Lusi...
Lusi mengulas senyum senang dan berguling guling diatas kasurnya.
"Rasain masuk kantor BK mereka, hahaha senangnya bebas dari jeratan mereka yang menyulitkan!!"monolog Lusi senang.
"Besok gimana ya, apa bolos aja? Tapi kan si Keynan nginep sini!!"batin Lusi.
Lusi membelalakan matanya karna tersadar bahwa Keynan akan menginap dirumahnya.
"Menginap disini!! Apaa!?! Waduh, 10 menit kayaknya dia udah pulang deh!"
Lusi bergegas mengambil kunci motornya dan keluar.
⊙_⊙
Lusi yang mengendarai motornya, juga menelpon seseorang.
"Assalamualaikum."
"........."
"Arrin, kamu dirumah sama siapa aja?"
"........."
"Kakak boleh gk kerumah kamu sampek jam 7 malem?"
"........."
"Itu Kakak habis ngejailin orang dirumah, karna Kakak males ketemu, makanya Kakak kabur dari rumah, tapi nanti malem Kakak balik kok!"
"........"
"Makasih, jangan lupa kirimin alamat kamu ya, wassalamualaikum."
"........."
Lusi melihat alamatnya dan melajukan motornya diatas kecepatan rata rata.
(* ̄︶ ̄*)
Rumah Arrin...
Lusi mengetuk pintu rumah Arrin dan keluarlah seseorang yang dikenalnya.
"Balda-Lusi!!"serempak mereka berdua.
"Lo ngapain disini?"tanya Balda.
"Justru gw yang nanya kenapa lo disini?"ucap Lusi.
"Ini rumah gw, lo tau darimana rumah gw?"
"Kayaknya gw salah alamat deh, kalo gitu byee..."lambai Lusi.
"Kak Lusi!"panggil Arrin menabrak Balda sampai terdorong.
"Biasa aja dong Rin!"kesal Balda yang tertabrak.
"Bodoamat wlee!"ledek Arrin.
"Buset beneran rumahnya Arrin, trus kenapa Balda bisa dirumah Arrin?!!"batin Lusi.
"Ehm...Arrin, Kakak mau tanya dia siapa?"
"Oh dia--
"Sepupu Arrin!"Balda yang memotong pembicaraan membuat Arrin menatap Balda aneh dan heran.
"Gw kan Adeknya, kok dia bilang gw sepupu dia? Apa jangan jangan Kak Lusi sama Abang udah kenal ya?"batin Arrin bingung.
__ADS_1
"Oh.."angguk Lusi paham.
"Yaudah Kak, ayo masuk!"ajak Arrin menarik Lusi.
Balda ikut masuk kedalam rumahnya.
Ruang tamu...
Arrin pergi kedapur untuk mengambilkan camilan dan Lusi duduk disofa dengan Balda yang juga ikutan duduk disampingnya.
"Enak ya ngeliat orang dihukum ngebersihin toilet sama nyapu halaman sekolah?"sindir Balda.
Lusi yang merasa tersindir diam saja dan tetap memainkan game diponselnya.
"Lusi, cowok yang lo panggil Key tadi itu pacar lo?"tanya Balda diabaikan Lusi.
"Lusi!"panggil Balda diabaikan Lusi karna terlalu fokus pada gamenya.
Karna geram, Balda merampas ponsel Lusi dan Lusi menoleh lalu memutar bola matanya malas.
"Apaan?"tanya Lusi datar.
"Cowok yang lo panggil--
"Iya itu pacar gw."Lusi menyela omongan Balda.
"Lo berapa lama--
"Udah dari kelas 1 SMA gw pacaran sama dia. Gw pacaran sama dia di Amerika, trus pas tengah semester, gw pindah ke Indonesia. Gw padahal udah minta putus tapi dia gak mau jadi kita LDR an aja. Udah jelas, ada lagi, kalo gak ada balikin hape gw?"Lusi mencoba meraih ponselnya.
"Gw mau tanya sesuatu lagi?"ucapnya dan memberikan ponsel Lusi.
"Apa?"
"Lo Vinda ketua geng Faraday kan?!"
Degh
"Kak Lusi!"Arrin menepuk pundak Lusi yang membuat Lusi terlonjak kaget.
"Arrin, kamu bikin Kakak jantungan aja!"Lusi mengelus dadanya.
"Ya maaf Kak hehe..tapi kan aku cuma nepuk pundak Kakak pelan."
"Udahlah, oh ya katanya nanti malem ada 'itu', kamu ikut nggk?"
"Nggk Kak, nanti aku ada kencan!"bisik Arrin.
"Btw, lo kenal sama Arrin sejak kapan?"bingung Balda yang membuka suara.
"Eh Abang kenal Kak Lusi?"Arrin menaikkan sebelah alisnya.
"Ditanya malah nanya, iya gw kenal sama Lusi, dia sekelas sama gw!"jawab Balda.
"Kamu manggil Balda Abang?"bingung Lusi.
"Karna...dia lebih tua dari aku Kak.."ucap Arrin.
"Hem..."Lusi merasa ada yang mencurigakan.
"Lo kenal Arrin sejak kapan woi?"Balda menjentikkan jarinya didepan wajah Lusi.
"Sejak--
"Dua hari yang lalu..."sela Arrin.
"Dua hari lalu?"Balda menjadi bingung.
"Udah udah nanyanya, silahkan Kak Lusi makan cemilan yang ada dimeja, juga minuman yang aku buatkan khusus Kakak!"ucap Arrin mengedipkan satu matanya.
"Makasih, harusnya gak usah repot repot kamunya."
"B aja kak, gak usah sungkan sungkan."
"Hem, tapi nanti aja Kakak makan camilannya sama minum minumannya, Kakak mau nelpon J and J dulu!"
"Oh sikembar J...mau ngapain? Bukannya kalo Kakak nelpon mereka itu pas ada keadaan darurat?"heran Arrin.
"Bukan apa apa kok."
...*Faraday*...
Menjelang maghrib...
Lusi dan Arrin yang sedang bermain game onlen dikamar Arrin menghentikan kegiatannya.
"Sholat yuk Kak!"ajak Arrin.
__ADS_1
"Ayok..."angguk Lusi.
"Dirumah aja apa dimasjid?"
"Mending dimasjid pahalanya banyak sekaligus mempererat tali persaudaraan antar tetangga."usul Lusi.
"Yaudah, kalo gitu kita ajak Bang Balda juga ya?"
"Ya ajak aja gapapa, kenapa harus nanya?"
"Karna aku mau minta tolong sama Kakak buat ngajak Abang...hehe.."kekeh Arrin dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Hah? Kakak? Kenapa gak kamu aja?"bingung Lusi.
"Karna Bang Balda susah diajak sholat dimasjid, dia biasanya kalo sholat selalu dirumah."
"Ya kan--
"Ayolah Kak Lusi, tolong ya..ya..yaaa..."mohon Arrin dengan memelas.
"Ya deh.."pasrah Lusi.
...*Faraday*...
Lusi menuju kamar Balda dan mengetuk pintu kamar Balda sebelum masuk.
"Ah elah, dianya pake tidur segala lagi!"gerutunya.
Lusi masuk dan mengucapkan permisi lalu menuju kasur Balda.
"Bal...Balda...Bal...woii.."
Lusi menggoyang goyang tubuh Balda dengan kencang.
"Apaan sehh.."Balda menepis tangan Lusi dan berbalik lalu merangkul gulingnya.
"Nyusahin banget jadi manusia..."gumam Lusi.
Lusi mengambil gelas yang berisi air lalu mencipratkannya kewajah Balda.
"Banjir...banjirr...WOIII BANJIIRR!"kesal Lusi berteriak karna Balda yang tidak bangun bangun.
"Sialan, gak bangun bangun nih cowok!!"
Lusi mendekatkan bibirnya ketelinga Balda.
"BALDAAAA BANGUUNNN ASTAGHFIRULLAH..."teriak Lusi menggelegar hingga kekamar Arrin.
Arrin yang mendengar teriakan Lusi terkekeh pelan.
"Karna itulah gw gak mau ngajak Bang Balda, bangunnya susah...hehehe"kekeh Arrin.
Balik ke Lusi...
Balda yang terkaget akan teriakan itu langsung membuka matanya dan terlihatlah wajah Lusi yang memerah karna marah juga sangat dekat dengan wajahnya.
Lusi menjauhkan wajahnya dari wajah Balda karna baru tersadar bahwa wajahnya sangat dekat kurang 5 senti aja.
"Lo ikut gak ke masjid, habis ini mau maghrib?"tanya Lusi ketus dengan wajah sebal.
"Kayaknya nggk deh, gw sholat dirumah aja."
"Lo harus ikut, gw capek capek teriak ngebangunin lo karna lo diajak Arrin buat sholat dimasjid!"kesal Lusi.
"Gw gak ikut."tolak Balda.
"Lo boleh aja melupakan sesuatu atau seseorang, tapi lo jangan sampek melupakan sang pencipta Bal..."
"Gw gak melupakan Allah, buktinya gw sholat dirumah kan!"
"Lebih banyak pahalanya sholat dimasjid daripada dirumah, juga belum tentu lo sholat sendiri dirumah bakal diterima sama Allah. Ayo ikut sholat dimasjid!!"Lusi menarik tangan Balda dengan genggaman yang kuat.
"Kenapa lo maksa gw sholat dimasjid sampek segitunya, padahal lo bukan siapa siapa gw?"heran Balda.
"Karna gw gak mau lo salah jalan, itu udah menjawab pertanyaan lo kan. Kalo lo emang gak mau, yaudah terserah lo!"Lusi keluar dari kamar Balda.
• • • • •
Next...
Jangan lupa untuk like
💙💚💛💜💖
Tambah ke favorit kalian
❤+
__ADS_1
Salam
🙏