Faraday

Faraday
5.Benci jadi cinta


__ADS_3

Cowok itu menoleh dan terkaget dengan kehadiran Anji.


"Davin, lo tuh kemana aja sih, dari kemarin gk masuk, bolos mulu lo!"kesal Anji.


Davin? Most wanted badboy SMA Kandira dan salah satu sahabat Balda juga.


"Ah, ngapain sih lo, ganggu aja!"kesal Davin.


"Ganggu apa gw?"bingung Anji.


"Ganggu orang tidur!"alibi Davin.


"Ganggu orang mesraan aja!"batin Davin kesal.


"Ikut, lo gk mau ketemu Balda apa? Dia nyariin lo tuh!"


"Gk."


"Lo tuh ya, sahabat sendiri diacuhin!"


"Bomat."


"Lo harus ikut!"


"Gk."


"Ikut!"


"Gk."


"Ikut!"


"Gk."


"Nih cowok emang kulkas berjalan ya!!!"batin Anji.


Anji menarik tangan Davin dengan kuat dan Davin menjadi pasrah mengikuti Anji.


Setelah Anji dan Davin pergi,  Lusi menghela nafas lega.


"Untung Anji gk ngelihat gw sama Davin!"batinnya.


(⌒o⌒)


Istirahat, dikantin...


Setelah mabar tadi, teman teman Lusi dan Balda dkk duduk semeja atau lebih tepatnya dua meja disatuin.


"Dia kan cowok kemarin yang ngecuekin gw sama anak anak!"batin Manik.


"Dia kan cowok yang ngobrol sama Lusi pas bolos!"batin Kesya.


"Dia kan cowok si es krim!"batin Oca.


"Dia patung es kemarin!"batin Nava.


"Oh ya, Lusi mana?"tanya Yama membuka suara.


"Tau, udah dari tadi gk liat!"jawab Oca.


"Napa lo nanya nanya?"saut Nava.


"Yakan biasanya dia sama kalean."ucap Yama.


"Oh,"


Tiba tiba dari pintu kantin, Lusi datang berjalan dengan diikuti para fans cowoknya.


"Itu Lusi!"tunjuk Cakra.


Mereka semua menoleh kearah yang ditunjuk Cakra.


"Fansnya mengerubungi kek laler aja!"celetuk Yama.


"Terlalu banyak penggemar!"saut Anji.


"Ckck, tuh cewek terkenal banget ya!"batin Balda.


"Dia kan queen sekolah, jadi banyak fans lah."celetuk Kesya.


"Queen?"tanya Balda.


"Ya, dia bunga sekolah, dan biasa disebut queen Kandira karna kecantikannya!"jelas Oca.


"Kalo king ada?"tanya Balda membuat semua temannya berpikir.


"Iya juga ya, kalo ada queen pasti ada king, tapi gw gk pernah tau siapa king nya tuh?!"ucap Cakra.


"Iya juga ya!"angguk Yama.


"Siapa king nya, gw gk pernah denger?"Anji mengedikkan bahunya tidak tahu.


Sedangkan disisi lain, Lusi sedang kewalahan karna para fansnya.


"Lusi, minta tanda tangan dong!"


"Si, foto!"


"Tanda tangan dong!"


"Foto peluk boleh gk?"


"Jadi pacar gw dong!"


"Mau jadi pacar gw?"


"Jadi istri gw yak?"


Permintaan para cowok yang mengerubungi Lusi membuatnya gerah.


"Astaghfirullah, gimana caranya ngusir mereka?"batin Lusi.

__ADS_1


"Lain kali aja ya, gw mau makan sama temen temen gw!"Lusi menyatukan kedua tangannya didepan dada dan tersenyum manis.


"S...silahkan!"


Mereka semua gugup terkena pesona senyuman Lusi.


"Makasih..."Lusi berjalan melewati mereka.


"Lega banget bisa kabur dari mereka, gw kira bakal susah!"batin Lusi.


Lusi menuju meja makan teman temannya.


"Manik."panggil Lusi.


"Gimana? Capek?"Manik menaikkan sebelah alisnya.


"Poll, cuman gw heran, kenapa mereka ngefans ke gw? Gw kan bukan artis, model atau apalah itu!"heran Lusi.


"Gak peka!"batin mereka yang hampir sama.


"Lo kan cantik Lusi, karna itu mereka ngefans sama lu!"celetuk Yama.


"Kan ada Angel, dia juga cantik tuh!"Lusi menunjuk kearah Angel yang sedang makan dengan teman temannya.


"Dia emang cantik, tapi luarnya doang, dalemnya busuk!"celetuk Balda.


"Nyambung aja lo, kek kabel listrik!"ketus Lusi.


"Kabel listrik pastinya nyambung, kalo gk nyambung, rumah lo gelap gk ada listrik!"saut Cakra.


"Gk gitu konsepnya Cak!"Teman temannya menepuk jidat masing masing.


"Lah kan bener sih,"heran Cakra.


"Dahlah gw mau tanya, kenapa geng Balda ikut duduk sini?"tanya Lusi ke Manik.


"Ehm, gimana kalo kita ama geng mereka baikan aja, kan enak rukun jadi damai!"usul Manik.


"Gw setuju..."saut Kesya.


"Karna gw pingin deket Anji!"batin Kesya.


"Gw setuju..."saut Nava.


"Karna gw udah capek tengkar mulu ama Yama kalo ketemu!"batin Nava.


"Gw pun..."saut Oca.


"Gw males debat mulu ama si Cicak!"batin Oca.


"Mereka gk mungkin jatuh cinta ama geng mereka karna sering berantem kan? Benci jadi cinta?!!"batin Lusi menebak.


"Betul tuh Lusi, gw juga Setuju!"sela Cakra.


"Gw pingin lebih deket sama Oca!"batin Cakra.


"Gw juga."saut Yama.


"Gw sama."saut Anji.


"Gw pengen dikasih perhatian dari Kesya!"batin Anji.


"Gw sih setuju ama anak anak!"celetuk Balda.


"Karna gw pingin nyoba mendekati cewek lain selain Vinda, yaitu lo, karna lo punya sifat mirip Vinda!"batin Balda.


"Kalian berdua?"Lusi menatap Jerry dan Davin dengan tatapan 'jangan setuju'.


Davin dan Jerry mengalihkan pandangan dari Lusi.


"Setuju!"kompak mereka berdua.


"Kurang ajar!"batin Lusi.


"Baiklah, gw akan mencoba untuk gak debat sama geng mereka, terutama Balda!"Lusi pasrah.


"Nah gitu dong,"celetuk Oca.


"Oya gw mo tanya, kira kira kalo cowok ultah itu enaknya dikasih apa ya?"tanya Lusi.


"Siapa ultah?"tanya balik Manik.


"Tadaa..."


Lusi menunjukkan sebuah foto yang menunjukkan dirinya dengan seorang cowok yang mencium pipinya.


"Ganteng bangett!"heboh Nava.


"Cogan oy!"saut Kesya.


"Lo sejak kapan pacaran? Kok kita gk lo kasih tau?"kesal Manik.


"Dia udah punya pacar, jadi gw harus mundur sebelum terluka!"batin Balda.


"Oh ya gw lupa, kalo mereka gk tau siapa aja Abang gw!"batin Lusi.


"Hehe, tapi dia buk--


"Wah Lusi diem diem pacaran, bukannya lo tuh anak teladan!"sela Cakra.


"Tapi dia bukan--


"Halah, lo pacaran gk bilang, kalo gitu lo undang kita aja ke pestanya!"sela Oca.


"Tapi dia bukan--


"Tinggal undang kita kan, kenapa lo nyari alasan?"sela Nava.


"Siapa yang nyari--


"Lo tinggal ngundang kita kan, lo kirim alamatnya titik!"sela Kesya.

__ADS_1


"Dia bukan pa--


"Undang juga kita kalo lo gk mau berita lo pacaran kesebar!"sela Balda.


"Kenapa jadi kali--


"Udah gk usah banyak alasan, lo undang kita ato gw sebar kalo lo pacaran!"ancam Cakra.


"Astaghfirullah sabarkan emosi ini, jangan marah!"batin Lusi.


"Alamatnya ya dirumah gw lah, nanti jam 6 jangan telat!"ucap Lusi menahan kesal.


"Its ok!"Oca membentuk jarinya layaknya 'Ok'.


"Jangan lupa kenalin kita kepacar lo!"celetuk Nava.


"Jangan ngehindar dipesta!"peringat Kesya.


"Iya..."Lusi memutar bola matanya malas.


"Weh nanti kenyang deh dipesta!"sorak Cakra.


"Oh ya, nanti dipesta ada dansa, jadi kalian cari pasangan masing masing!"ucap Lusi.


"Lo sama pacar lo dansanya?"tanya Balda.


"Dia bukan pa--


"Ya pastinya lah, kan Lusi pacarnya!"sela Kesya.


"Masyaallah, pingin marah gwnya!"batin Lusi.


•  •  •  •  •


Halo!


Jaga kesehatan ya para readers!!!


Terapkan 3M


•Memakai masker


•Mencuci tangan


•Menjaga jarak


Selalu terapkan protokol kesehatan...


Like ya


(ノ*>∀<)ノ♡


Yang nge-like


'Terimakasih'


Mungkin terimakasih aja gk cukup lah ya, tapi author hanya bisa mendoakan dan mengucapkan terimakasih kepada kalian


Salam


(๑・ω-)づ


Zovan: Woi ultah gw mo kalian kasih kado apa?


Zevan: Ini bukan ultah lo doang, ultah gw juga


Miran: Kalian kan kembar, pastinya ultahnya kalian barengan


Karan: Ya, Mama kalian bener, jadi Papa hanya memberi satu hadiah saja


Miran: Papa bangkrut?


Zylan: Papa kurang uang? Gimana kalo gw bantu cari uang


Zidan: Papa kehabisan uang? Pake tabungan gw nih


Zevan: Papa bangkrut? Zevan bantu cari kerja


Zovan: Yah Papa bangkrut!


Lusi: Pah, biar Lusi bantu cari uang ya?


Karan: Gk gitu konsepnya anak anak! Maksud Papa tuh kadonya Papa kasih satu tapi yang paling mehong, tapi kalo mau banyak sih gapapa! Masa gitu aja dianggep bangkrut!


Zylan: Oh


Zidan: Owh


Zevan: Begitu toh


Zovan: Oh ternyata gitu


Lusi: Kukira


Miran: Euw gitu


Karan: Ah oh ah oh, muka lo oh botak


Miran: Pala Pa yang botak


Zovan: Keras, salah


Zevan: Muka gk bisa botak Pa, emang udah darisananya gk ada rambut, adanya dikepala


Zylan: Papa salah ngotot


Zidan: Dah ngotot salah pula


Lusi: Pfftt Papa ngelawak ya?


Karan: Bomat

__ADS_1


Miran: Tak patot


__ADS_2