
"Lo terlalu barbar! Balda gk mungkin mau sama lo, jangan mentang mentang lo queen Kandira, semua cowok bakal suka sama lo! Balda tuh cocoknya cuman sama gw!"ucapnya.
Lusi memutar bola matanya jengah dan mengabaikannya.
"Lo kenal cewek ini Bal?"tanya Lusi.
"Pastinya ken--
"Nggak."sela Balda membuat Angel kesal.
Angel? Dia cewek tercantik nomer dua setelah Lusi, jadi ya si Angel pasti ada rasa benci ke Lusi.
"Ih, kamu kok gitu sih Balda, aku sama kamu kan udah kenal dari SMP!"Angel menggembungkan pipinya, dikira imut gitu.
"Gw gk kenal!"ketus Balda.
"Ya hahaha, gk diakui, kasiannya atuh!"tawa Cakra yang datang bersama yang lain.
"Hahaha ada segitiga nwih!"sambung Anji.
"Secara gk sadar cintanya ditolak emang enak, rasa melon ya!"sambung Yama.
"Pfftt..."Lusi menahan tawa.
Angel kesal saat melihat Lusi menahan tawa.
"Napa lo tawa tawa, emangnya ada yang lucu!"Angel menatap Lusi dan teman teman Balda dengan sinis.
Lusi mengedikkan bahunya tidak peduli.
"Anji! Lo bilangin ke adek lo, si Algan, dia besok disuruh lari 5 keliling lapangan!"ucap Lusi mengacuhkan perkataan Angel.
Algan? Dia cowok yang bersembunyi dibawah meja warung kantin bersama Lusi.
"Kok bisa kena hukuman?"teriak Anji.
"Dia ngejatuhin wig Pak Agus si wakil kepsek, jadinya dikejar sama Pak Arif si guru BK. Tapi si Algan lari trus sembunyi dari duo botak!"jelas Lusi.
"Heh! Kalian berdua mengabaikan gw!"Angel menunjuk Lusi dan Anji bergantian.
"Lusi, lo denger suara sesuatu gk? Terus, gw kok merinding ya....serem tau, jangan jangan disini ada makhluk aneh!"celetuk Yama.
Angel dan semuanya tau kalo Yama sedang menyindir Angel.
"Biasanya kalo ada makhluk halus, kita harus ngapain Cak?"tanya Yama.
"Di....bacain ayat kursi?"
"Tepat sekali! Kalo gitu kita akan mulai membaca ay--
"Lo kira gw setan apa?!"teriak Angel tak terima.
"Mbaknya kesindir? MasyaAllah peka sekali kamu nak!"ucap Lusi dramatis.
"Diem lo!"sarkas Angel.
"Punya mulut kenapa harus diem?"
Jerry yang sedari tadi diam mulai membuka suara.
"Menusuk banget anjir!"batin Angel.
Angel menggandeng tangan kiri Balda.
"Balda, mereka ngatain aku!"adu Angel kepada Balda dengan nada manja.
"Bagus!"
Tawa Lusi dan teman teman Balda pecah seketika mendengar ucapan Balda.
"Mampos gk dibela, kalo gw jadi lo sih udah malu."celetuk Anji.
"Nah, mending lo sekarang pergi, sono hus hus."saut Cakra.
"Pergi gih, kayaknya lo butuh kata 'Ah, sudahlah'."sambung Anji.
Angel tak terima dipermalukan, ia berjalan mendekati Lusi, lalu menjambak rambut Lusi dengan kasar.
"Awwhh sialan..."ringis Lusi.
Jerry dan Balda dengan kompak mencekal tangan Angel.
"Lepasin!"bentak Balda.
Angel semakin menjambak Lusi dengan kencang dan membuat Lusi meringis kesakitan.
Jerry menggenggam tangan Angel dengan kuat dan semakin kuat.
"Awwhh sakit..."ringis Angel.
Angel melepas jambakan itu dan memegang tangannya yang memerah.
"Lo gapapa kan Lusi?"cemas Balda.
"Ya."jawab Lusi yang memegang tangannya.
Jerry menatap Angel dengan tajam dan membuat Angel pergi.
"Dasar nenek lampir, tau sakit juga dia!"celetuk Cakra.
"Dia mah cantik mukanya doang, tapi akhlaknya busuk kek tai!"sambung Yama.
Ting
Suara notif dari ponsel Lusi berbunyi dan Lusi membuka ponselnya.
...Papa bego(✖╭╮✖)...
✴ Nak
✴ Elo dmn?
✴ Gw dpn gerbang sklh
^^^Eh jadi jemput? ✴^^^
✴ Yaiyalah
✴ Kalo kgk,
✴ Mak lo ngomel
^^^O ✴^^^
✴ Dih 'O' doang
^^^Hm ✴^^^
✴ Gw masuk sklh lo
✴ Lo dmnnya?
^^^Dideket pos satpam ✴^^^
^^^Ada banyak anak laki ✴^^^
✴ Astaghfirullah nak,
✴ Lo mo punya brp suami?
"Suami satu cukup!"gumam Lusi.
"Apa Lusi? Lo mau punya suami!"Cakra yang sedikit mendengar gumaman Lusi terkejut.
"Astopiwoh Lusi, lo mau nikah muda!"saut Yama.
__ADS_1
"Siapa calonnya Lusi?"tanya Anji.
"Dih, ngawur kalo ngomong lo pada, orang gw--
"SIRA ANAK PAPA KARAN YANG CANTIK, KAU DIMANA?"teriakan Karan membuat murid yang lalu lalang meliriknya dengan tatapan aneh.
"Ya ampun, bokap siapa tuh, pake kaos kaki beda panjangnya, udah gitu sendalan, gk niat sendalan tuh!"celetuk Yama.
"Pake celana pendek, tapi kemejaan trus pake dasi, gk niat pake kemeja nih!"timpal Cakra.
"Udah gitu pake topi, makan permen lolipop, tuh stylenya kok aneh ya, ribet!"timpal Anji.
"Ditambah teriak teriak, gk punya urat malu tuh orang tua, ya kan Lusi?"timpal Balda menoleh kearah Lusi.
"Kebegoan mutlak, jadi harap maklum!"ucap Lusi dengan wajah datar.
Jerry melirik Lusi, lalu mengalihkan pandangannya.
"Gw pulang dulu."
Lusi pergi karena Karan mengiriminya pesan untuk kemobil.
(●︿●)づ
Rumah Lusi...
Karan dan Lusi memasuki rumah.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Miran dan 4Z menjawab salam Karan dan Lusi.
"Gimana gengsinya Dek?"Zidan menaik turunkan alisnya.
Zidan? Kakak kedua Lusi.
"Pasti malu banget karna style Papa!"Zevan tersenyum mengejek.
Zevan? Kakak ketiga Lusi.
"Harga diri dah pasti hancur lebur tuh!"Zovan melempar kripik kearah Lusi.
Zovan? Kakak keempat Lusi.
"Kalian bertiga jangan mulai nindas Lusi!"sarkas Zylan.
Zylan? Kakak pertama Lusi.
"Siapa juga yang malu, orang Papa cuma tereak disekolah trus langsung balik mobil. Gw langsung disuruh Papa masuk mobil tanpa ada yang tau wlee!"Lusi mengeluarkan lidahnya.
"MasyaAllah Lusi, kamu pulang kok bawa orgil sih?!"kesal Miran.
"Orang gila? Papa inih Ma!"Karan menunjuk dirinya sendiri.
"Papaaahhh..."Miran menatap sinis Karan saat melihat pakaian suaminya.
"Iyaaa Maaa...Papa ganti baju!"Karan berlari menuju kamar.
"Ma aku kekamar."Lusi pergi menuju kamarnya.
‹•.•›
Kamar Lusi...
Lusi tiduran di kasur king sizenya.
Ting
Suara notif pesan berbunyi dari ponselnya.
...Manik manik🐻...
✴ Lusi
^^^Gawat Nik ✴^^^
✴ Ya itu mksd gw
^^^Ngape lo? ✴^^^
✴ Ituh anu
^^^Itu anu apa? ✴^^^
✴ Itu ada penantang
^^^Siapa? ✴^^^
✴ SMA Mandala
✴ Gedung Annex
^^^Wah udh waktunya ✴^^^
^^^Utk ngehancurin mereka ✴^^^
^^^10 menit ✴^^^
Setelah mengirim pesan itu, Lusi bergegas dengan membawa perlengkapannya.
Gedung annex? Markas anggota dalam geng Valuska.
◐.̃◐
Lusi didepan gedung annex dengan para pilar gengnya, geng Faraday dan anggota dalam geng Valuska.
"Ketua, ini kenapa jadi pada main...MONOPOLI!!!"Fendi berteriak diakhir kalimat saat melihat Lusi dan anggota dalam Valuska bermain monopoli.
Fendi? Pilar beladiri geng Faraday.
"Udahlah Fen, lagian bukannya enak main beginian daripada tawuran!"Hafiz menepuk pundak Fendi.
Hafiz? Pilar teknologi geng Faraday.
"Enak tawuran lah Fiz, gw bisa bolongin perut orang!"Izam menodongkan pistol kearah Hafiz.
Izam? Pilar pistol geng Faraday.
"Bener enak tawuran, gw bisa ngebedah beberapa orang!"Gama mengeluarkan pisau.
Gama? Pilar pisau geng Faraday.
"Jeremy mana?"tanya Nava.
Nava! Pilar pembersih geng Faraday.
"Iya ya, Jeremy kemana ya?"saut Oca.
Oca! Pilar penyembuh geng Faraday.
"Palingan juga males kesini!"saut Manik.
Manik! Pilar bom geng Faraday.
"Jangan su'uzon dulu!"ucap Kesya.
Kesya! Pilar kendaraan geng Faraday.
Ting
Suara notif pesan berbunyi dan membuat Lusi berdiri dengan tersenyum miring sekejap.
"Balik kemarkas!"Lusi pergi dan diikuti para pilar.
__ADS_1
@_@
Markas Faraday...
Lusi dkk masuk kedalam dan terdapat Jeremy yang sedang memakai headphone.
"La itu kan Jeremy!"Hafiz menunjuk Jeremy.
Jeremy? Pilar hacker geng Faraday.
"Dia ternyata dimarkas!"celetuk Gama.
"Jeremy tuh mukanya kek gimana sih, kenapa dia selalu pake topeng, misterius banget!"kepo Nava.
"Iya ya,"timpal Oca.
"Lo pada kepo gk sih sama mukanya?"tanya Kesya.
"Gw mah kepo aja!"saut Manik.
"Gw kepo banget, karna kita udah dari SMP kelas satu masuk geng, tapi Jeremy gk pernah ngenunjukin wajahnya. Padahal kita masuk gengnya barengan kecuali ketua yang emang kakeknya adalah pendiri geng ini!"setuju Fendi.
Lusi menuju Jeremy dan duduk disampingnya.
"Udah selesai?"tanya Lusi.
"Hm, nih!"Jeremy memberi ponselnya.
Lusi tersenyum tipis saat melihat sesuatu diponsel Jeremy.
"Gapapa?"tanya Jeremy.
"Hm, nih gw balikin."Lusi tersenyum tipis dan matanya mulai berkaca kaca.
Lusi pergi dan pamit kepada anggotanya untuk pulang.
• • • • •
Heyo!
Pa kabar para pembaca?
Sehat ngk sehat ngk? Sehat lah ya.
Terapkan protokol kesehatan ya.
Lebih baik mencegah daripada mengobati.
Like ya ya ya ya...
(♡˙︶˙♡)
Salam Author_ _
(* ̄︶ ̄*)
Maafkan author ya karna lama update
≥﹏≤
Zidan: Lusi, lo nangis?
(•ω•)
Lusi: Gk, kelilipan
-_-||
Zevan: Lusi cengeng ciee
(σ≧▽≦)σ
Lusi: Apaansih, orang gw gk nanges
(๑•́ ₃ •̀๑)
Zovan: La tuh air mata lo netes
( • ̀ω•́ )
Zylan: Eh Mama juga nanges? Nanges kenapa?
(~_^)
Zovan: Kayaknya habis nonton drakor nih
^_^
Zevan: Yaampun kalian kok baper banget sih!
^o^
Zidan: Pada cengeng, Mama sama anak sama aja
≥3≤
Miran: Siapa yang nonton drakor sama nanges, orang kita berdua lagi...
(。ŏ_ŏ)
Lusi dan Miran:
Ngupas bawang merah nih!
(*>.<*)
Zovan: Buset dah
∑( ̄□ ̄;)
Zevan: Waduh
Σ( ° △ °|||)
Zidan: Astajim
(¯口¯)
Zylan: Astaghfirullah
Σ(° Δ ° )
Karan: Omaygat
(⊙ O ⊙)
Zevan: Kapan Papa muncul?
◐.̃◐
Karan: Barusan pas kalean lagi jantungan
╮(╯▽╰)╭
Zylan: Kaget Pa bukan jantungan
π_π
Karan: Oh gitu toh, Papa kira kalian bakal pergi duluan!
(ㄒoㄒ)
Miran: Papaaa...
(◣_◢)
__ADS_1
Karan: Eh ngk Ma salah ngomong
:;(∩´﹏`∩);: