
...•°•°•FARADAY•°•°•...
SAAT JATUH, SATU SATUNYA CARA UNTUK MAJU ADALAH BANGKIT.
Istirahat kedua...
Lusi dkk keluar dan menuju ruang ganti tim voli putri.
"Udah ganti semuanya?"tanya Kesya.
"Iya Kes."jawab Bunga.
"Lusi, lo juga ganti sana, baju sama celananya nyaman trus bagus banget lagi!"Bibah tersenyum senang.
"Ya."
Lusi mengambil baju dan celana pendek yang adalah pakaian yang diberikan Pak Kepsek.
"Celananya gk kependekan nih?"tanya Wulan.
"Memang gitu modelnya Wulan!"ucap Bunga.
"Ini seragam baru buat main voli?"tanya Oca.
"Iya Kak."jawab Beby.
"Bajunya lengan pendek, celananya sepaha, gk ketat emangnya?"tanya Nava.
"Nggk."kompak Sinja, Beby, Bunga, dan Bibah.
"Kalo bagi gw sih gk terlalu lah, lumayan seragamnya!"sahut Wulan.
Sedangkan Lusi yang sedang mengganti pakaiannya.
"Bajunya terlalu ketat deh, celananya juga kependekan, ngecap gak ya?!"cemas Lusi.
Lusi keluar dari toilet.
Brukk
"Aduduh.."Lusi menabrak seseorang.
"Eh Lusi..hai!"sapa Yama.
"Oh hai Yam.."sapanya.
"Lo ngapain Yam?"tanya Balda menepuk bahu Yama.
"Ini dia nabrak gw.."Yama menunjuk kearah Lusi.
Balda melirik Lusi dan melihat dari bawah sampek atas.
"...sexy!"Balda bersiul saat melihat Lusi.
Lusi yang mendengar ucapan Balda membuatnya jijik.
"Sorry Yam, gw balik dulu ya!"lambai Lusi.
"Yama, lo duluan aja!"ucap Balda diangguk Yama.
Balda menyusul Lusi dan mulai menyamakan langkahnya dengan Lusi.
"Ekhem...lo cantik pake pakaian itu, tapi lo bisa ngundang para buaya darat loh!"celetuk Balda.
"Udah tau."ketus Lusi.
Balda membuka kancing seragamnya dan memperlihatkan ********** yang adalah kaos berwarna hitam.
Balda melepaskan seragamnya dan mengikatkannya dipinggang Lusi yang membuat Lusi kaget.
"Mau ngapain lo?"kaget Lusi.
Balda berdiri dan mengeratkan ikatan bajunya dipinggang Lusi.
"Biar gak ngecap, jangan dilepas, kalo dilepas bakal ada hukumannya!"Balda mengacak acak rambut Lusi dan pergi begitu saja.
"Haah? Beraninya ngacak ngacak rambut gw, udah gitu berani ngancem gw, emangnya lo siapa gw?!"monolog Lusi dengan tatapan kesal.
"Dari dulu sampek sekarang, dia berlaku seenaknya yang akan membuat cewek berdebar, berarti dia bukan hanya memperlakukan Vinda istimewa, tapi dia juga memperlakukan semua cewek dengan istimewa! Lo lah yang buaya, buaya darat!"batin Lusi kesal.
-_-+
Lusi kembali keruang ganti tim voli putri.
"Gimana bajunya Lus?"tanya Manik.
"Boleh nggk gw ngebunuh orang?"Lusi menahan emosinya dengan senyum terpaksa.
"Ngebunuh orang, siapa yang pingin lo bunuh?"tanya Wulan.
"Jawab aja, gw boleh gk ngebunuh orang?"
"Gak boleh."kompak mereka.
"Udah gw dugong, memang gak boleh!"
"Duga Kak Lusi!"saut Sinja.
"Sama aja."
__ADS_1
"Beda!"
"Terserah, ayo kegedung lapangan, keburu direbut sama anak basket cowok!"ajak Lusi diangguk mereka.
(•ω•)
Lusi dkk yang sampai ke gedung olahraga membuat mereka menghela nafas kasar.
"Kita telat!"celetuk Bibah.
"Keduluan!"sambung Bunga.
"Digusur aja gimana?"usul Kesya.
"Boleh juga, tapi pasti dilapor ke kepsek!"sahut Oca.
"Oh ya, yang lain belum selesai latih tanding ya?"tanya Sinja.
"Iya, kayaknya mereka masih latihan sama anak Kencana!"sambung Beby.
"Kita duduk ditempat duduk suporter yuk!"ajak Manik.
"Yaudah lah!"pasrah Nava.
"Oh ya, temen temen Kak Lusi ikut kesini mau gabung tim voli ya?"tanya Sinja.
"Gw udah gabung ke anggota PMR!"celetuk Oca.
"Gw udah gabung ke anggota basket putri!"saut Manik.
"Gw gabung ke anggota MPK!"saut Nava.
"Gw gabung ke anggota PMR juga!"saut Kesya.
"Eh udah gabung semua toh!"celetuk Bunga.
"Hm.."angguk Oca.
"Yaudah yok balik, kita latihan besok aja!"ucap Lusi dan pergi diikuti yang lain.
"Hai Beby..."sapa cowok yang melewati bangku.
"Oh Aron toh, ngapain?"tanya Beby.
"Sini, gw mau ngomong!"panggil Aron.
"Kak kalian semua duluan aja, gw mau kesana dulu, byee.."lambai Beby.
"Gw ikut..."Sinja mengikuti Beby.
"Yaudah, gw sama Bunga sama Wulan kekelas aja!"lambai Bibah diikuti Bunga dan Wulan.
"Kita ke uks Si..."lambai Oca dan Kesya.
"Gw mau keruang MPK dulu!"lambai Nava.
Mereka semua pergi satu persatu meninggalkan Lusi sendiri.
"Kenapa semuanya pergi coba? Gw ditinggal sendirian!"batin Lusi heran.
"Sendirian aja ciee..."
Lusi menoleh kebelakang dan terkejut dengan kehadiran Balda.
Lusi mengelus dadanya dan menghela nafas kasar.
"Lo ngapain lagi sih, bikin kesel aja!"kesal Lusi.
"Mana baju gw?"tanya Balda saat melihat Lusi tidak memakai bajunya.
"Gw...buang!"ucap Lusi tersenyum jahil.
"Lo buang, dimana?"panik Balda.
"Ditempat pembakaran sampah lah!"
"Lo gila ya, tuh baju...ah sial, dasar lo cewek sialan!!"umpat Balda dan pergi berlari.
"Dia marah karna gw bakar bajunya, apa ada yang istimewa dibajunya!?"batin Lusi.
Lusi berlari menuju kelas.
Dikelas...
Lusi membuka tasnya dan mengambil baju Balda lalu memeriksanya.
"Ternyata..."
^.^
Waktu pulang sekolah...
Lusi menuju parkiran dengan senyum yang terukir dibibirnya.
"Wah Lusi senyum!"
"Makin cantik aja nih!"
"Manisnya senyumnya!"
__ADS_1
"Emang yang paling enak dipandang!"
"Senyumnya sangat berarti!"
"Siapa yang membuat Lusi senyum?"
"Senyum berharga!"
"Senyum langka!"
Bisik cowok yang lalu lalang melewati Lusi diparkiran.
"Besok, waktunya memberikan hadiah apa yang pantas untuk Angel, oh lebih tepatnya memberikan pengalaman bukan hadiah!!"batin Lusi.
Lusi menaiki motornya dan memakai helmnya.
"Ah, headphone gw mana ya? Astaga, ketinggalan dibangku suporter!"batinnya.
Lusi melepas helmnya dan bergegas menuju gedung olahraga.
Gedung olahraga...
Lusi berkeliling dan mencari headphonenya disela sela kursi.
"Walaupun gw bisa beli lagi, tapi itu berharga bagi gw, itu hadiah dari Bang Zylan!"batin Lusi.
"Nyari apa lo?"tanya Davin yang tiba tiba duduk didepan Lusi.
"Kepo, ngapa lu disini, pergi sono!"usir Lusi.
"Galak amat sih, gw kan cuma nanya deng!"Davin menatap bingung.
"Udah pergi sana!!"kesal Lusi mengusir Davin.
"Bener gk butuh bantuan?"
"Pergi!!"
"Bener nih?"
"Pergi Davin!"
"Gak butuh nih?"
"Pergi!"kesal Lusi yang sudah sampai ambang batas.
"Lusi lagi pms kali ya, tapi harusnya besok minggu kan pmsnya, sekarang masih hari rabu, kurang 4 hari harusnya!"batin Davin.
Davin pun pergi meninggalkan Lusi.
3 menit kemudian, Lusi masih belum menemukan headphonenya.
"Lusi!"panggil cowok yang menepuk pundaknya.
"Davin, gw kan udah bilang, pergi dari si...."
Lusi berbalik dan memberhentikan perkataannya karna terkejut dengan cowok yang ada dihadapannya.
"Davin? Gw bukan Davin!"tatapnya dengan kesal.
Jantung Lusi seketika berdegup kencang saat melihat cowok yang ada didepannya sekarang.
"Lo udah balik?"tanya Lusi dengan suara pelan.
"Kalo gw belum balik, trus kenapa gw bisa ada didepan lo!"
Jleb
"Salah nanya gw!"batin Lusi.
"Lo ngapain disini?"tanya Lusi.
"Ya jemput lo lah, lo kan pacar gw!"
"Gw bawa motor sendiri!"
"Lo naik motor gw aja sama gw, motor lo nanti ada yang bawa!"
"Tapi gw mau pulang sendiri!"
"Gw bilang, lo pulang sama gw!!"sentak cowok itu dan menarik tangan Lusi dengan kasar.
Lusi dan cowok itu keluar dari gedung.
• • • • •
Pa kabar?
Baik nggk baik nggk
Baik lah masa nggk
Oh ya, kalian lebih suka ditambah cerita pendek setelah salam atau nggk?
Tolong tambah ke favorit
❤+
Dan jangan lupa like
__ADS_1
💞
Salam🙏