Faraday

Faraday
7.Jangan baper lo


__ADS_3

...•°•°•FARADAY•°•°•...


...SIAPAPUN YANG MENAIKI TANGGA, PASTI MEMULAINYA DARI BAWAH....


Pukul. 10.00...


Tim Lusi beserta pelatihnya sekarang berada di SMA Mandala, lebih tepatnya dilapangan basket yang dijadikan tempat makan bersama.


"Wih, emang mantul habis latihan trus makan!"ucap Bibah.


"Mantap jiwa makanannya!"saut Bunga.


"Yah mulai hilang urat malunya!"sindir Wulan.


"Ayo markicob, mari kita coba!"Bunga mengambil perkedel dan mencemilnya.


Sinja, Bibah dan Beby pun ikutan.


"Makanlah sepuasnya, gw mau jalan jalan!"celetuk Lusi memakai headphonenya yang digantungkan dileher.


Lusi pun pergi keluar dari gedung lapangan itu.


Lusi menuju kantin SMA Mandala yang sudah dipenuhi murid² karna waktu istirahat.


"Mau ngapain?"batin Wulan.


"Wih siapa tuh cewek?"


"Cakep mukanya!"


"Cantik wajahnya!"


"Body perfect!"


"Seragam olahraga mana?"


"Anak SMA mana?"


"SMA mana kok disini?"


"Cantik pake banget!"


"Pakaian biasa bukan seragam!"


Siulan dan sorakan beberapa murid saat melihat Lusi.


Tiba tiba beberapa cowok menghampiri Lusi.


"Hei cantik!"sapanya.


Lusi mengabaikannya dan berjalan melewati cowok itu.


"Sombong amat!"ucapnya.


Lusi mencari dan mencari hingga akhirnya menemukannya.


Lusi menghampiri meja para cowok the most wanted Mandala.


"Van!"panggil Lusi.


"Lo ngapain disini?"tanya Zevan.


"Ya pengen liat doang sih!"santuy Lusi.


"Liat apa?"tanya Zevan melepas kunciran Lusi dan mengambil headphonenya.


"Ya ampun romantisnya!"


"Pasangan itu kenapa perfect banget!"


"Couple yang terlalu!"


"Adegan yang buat jantung ingin loncat!"


"Ah sosweetnya,"


"Terlalu banyak cinta!"


"Kisah realy cinta manis!"


"Bikin iri tuh pasangan!"


"Mereka pasangan?"


"Pacar Zevan?"


"Zevan ganteng banget!"


"Cewek itu imut banget kalo terurai rambutnya!"


"Makin cantik anjay!"


"Menggemaskan sekali!"


"Terlalu cantik!"


"Sayang sekali Zevan udah sold out!"


Teriak histeris satu kantin membuat Lusi geleng geleng.


"Balikin karet rambutnya dan headphone gw!?"Lusi mengulurkan tangannya.


"Iya iya maaf hehe.."kekeh Zevan memberi karet rambut dan headphone Lusi.

__ADS_1


"Mana Zovan, gk keliatan?"tanya Lusi.


"Belakang!"tunjuk Zevan.


Lusi menoleh dan mendapati bahwa Zovan sedang menggoda seorang cewek.


"Nama lo siapa?"tanya Zovan.


"Fuckboy lo, habis ngegoda Manik, sekarang ngegoda cewek lagi!"kesal Lusi menyikut Zovan.


"Lusi bisa aja, mana ada!"Zovan terkekeh.


"Oh ya nih buat lo, dari gw!"Zovan memberikan sebuah susu beruang.


"Kok lo bisa beli susu beruang?"tanya Lusi.


"Gw mau ngasik lo pas dirumah nanti, eh taunya lo disini, ya gw kasih sekarang lah!"jelas Zovan.


"Ada apa nih baik²sama gw?"Lusi menaik turunkan alisnya.


"Kalo gk dikasih dibilang pelit, pas dikasih berprasangka burik, jadi mau lo apa?"kesal Zovan.


"Berprasangka buruk Van!"saut Zevan.


"Ya itu maksud gw!"


"Oke, terimakasih!"Lusi tersenyum dan mencium pipi Zovan.


"Waah sosweetnya!"


"Dia pacar Zovan or Zevan?"


"Masa dua²nya itu pacarnya?"


"Sepaket dong!"


"Zovan dicium!"


Karena Lusi sudah kehabisan emosi, Lusi menatap mereka semua dengan sinis.


"GW BUKAN PACARNYA, TAPI ADEKNYA, BISA BERHENTI GK TERIAK²NYA!"kesal Lusi.


"Sabar!"Zovan merangkul bahu Lusi.


"Sabar!"Zevan mengacak acak rambut Lusi.


Lusi menghela nafas kasar.


"Iya."jawabnya.


"Gitu dong, nanti cepet tua loh!"kekeh Zovan.


"Yaudah gw balek!"Lusi pergi dari kantin.


"Hati hati!"kompak Zovan & Zevan.


Lusi bertemu Wulan dalam perjalanan menuju gedung lapangan.


Mereka bersama sama kembali.


"Astaga Bungaaa..."kaget Wulan.


"Ckck..."Lusi berdecak sebal saat melihat teman temannya.


"Lusi, Wulan, kayaknya kita balik sekarang aja deh,"ucap Bunga.


"Kalian kenapa bisa sampe begini?"tanya Wulan saat melihat pakaian teman temannya basah kuyup.


"Sebenernya....kita tadi disiram sama beberapa cewek disekolah ini sama air!"jelas Beby.


"Berani ngebully temen gw itu artinya mereka berani sama gw!"batin Lusi.


"Siapa yang ngebully kalian?"tanya Wulan.


"Tadi ada cewek yang manggil ketuanya itu dengan sebutan Queen, kayaknya dia sama kayak Lusi, Queen disekolah ini."jelas Bibah.


"Dia lagi, Kakak sama Adek sama aja, awas aja lo Avrila!"batin Lusi.


"Seharusnya Queen Mandala itu Kakaknya Angel kan?"tanya Wulan.


"Ya, namanya Avrila."sela Lusi.


"Kakak sama Adek sama aja kelakuannya!"celetuk Bunga.


"Kak Angel itu kan yang selalu pake make up menor itu kan?"tanya Sinja.


"Pintar sekali kamu nak menebaknya!"Bibah memberi jempol.


"Oh si tante tante muka badak!"celetuk Beby.


"Muka badak?"bingung Bunga, Wulan, Sinja dan Bibah.


"Mungkin maksud Beby itu mukanya kebanyakan make bedak makanya putih,  akhirnya sama deh kayak badak, kulitnya tebel karena kebanyakan bedak!"tebak Lusi.


"Kak Lusi emang pantes dapat juara satu seangkatan Kakak. Kakak bener banget, mukanya ketebelan bedak, jadi gimana kalo kita siram pake air tuh mukanya, kira²dibalik bedaknya itu kulitnya warna apa?"Beby menaik turunkan alisnya.


"Nih anak serem juga, pengen ngebully cewek tercantik nomer dua SMA Kandira!"batin Lusi.


"Lebih baik jangan, nanti kalo urusannya sampe kantor kepsek gimana?"celetuk Wulan.


"Untung Wulan itu termasuk anak yang suka patuh terhadap aturan, jadi mereka gk akan aneh²!"batin Lusi.


"Tapi Kak Wul--

__ADS_1


"Gimana kalo kita langsung hajar aja!!"Wulan tersenyum iseng membuat yang lainnya merinding.


"Baiklah, gw tarik kata² gw tadi, lebih baik ide Beby daripada Wulan!"batin Lusi.


"Kak Wulan, kalo gitu mah urusannya bisa sampek kantor PakPol, mending ide Beby tadi masih mending masuk kantor kepsek!"saut Sinja.


"Kalian bales sesuka kalian aja, nanti biar gw yang ngurus sisanya!"celetuk Lusi.


"Gimana kalo kita kesekolah sekarang aja, mumpung masih jam 12.36. Sekolah kita kalo hari senin-kamis kan pulang jam 4. Dan seharusnya sekarang sekolah kita mau istirahat kedua!"ucap Bunga.


"Ide lo good!"Bibah memberikan jempol.


Setelah mendapat izin dari Sean, mereka langsung menuju sekolah dengan mobil yang dikemudikan Wulan dan Lusi menaiki motor karna hanya Lusi yang memakai motor.


(๑-﹏-๑)


SMA Kandira...


Mereka memarkirkan kendaraan masing² lalu menuju kelasnya masing².


"Nanti kita ngumpul sama yang lain!"ucap Bunga.


Lusi masuk kedalam kelas.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Satu kelas menoleh kearah Lusi dan melihat pakaian yang dikenakan Lusi.


"Loh Lusi, bukannya harusnya kamu sekarang dirumah?"tanya Lani.


"Harusnya gitu, tapi tadi tim Kandira diundang makan bersama. Baru aja selesai, tapi anak² mutusin buat kesekolah mau ngambil sesuatu katanya!"jelas Lusi.


"Lah kalian gk ganti baju dulu dong!"kaget Lani.


"Kalo ganti baju sih bisa nanti, kata Pak gan..Sean udah dibeliin Pak Kepsek pakaian sebagai hadiah, jadi sekalian kesekolah biar sekalian nyoba kata anak²!"jelas Lusi.


"Kenapa kamu kekelas?"tanya Lani.


"Nunggu Manik, Kesya, Nava dan Oca, ada masalah sedikit Bu. Contohnya tadi pakaian anak²semuanya basah kuyup karna ada yang bully mereka, jadi saya butuh teman teman saya untuk meminjamkan pakaian olahraga mereka!"jelas Lusi.


"Tunggu sebentar, anggota tim kamu ada yang bully?"tanya Lani.


"Ibu lanjut pelajarannya aja, biar cepet selesai!"Lusi tersenyum.


"Banyak nanya juga nih orang, mulut gw pegel rasanya banyak omong!"batin Lusi.


"Yasudah, kamu duduk!"tunjuk Lani.


Lusi menuju tempat duduknya.


"Lo kenapa gak masuk?"tanya Balda.


"Lo gak tau kalo tim voli putri ikut pertandingan sama latih tanding?"


"Lo ikut tim voli?"tanya Balda


"Ya."


"Cewek kayak lo ternyata ikut olahraga ya, gw kira kayak si Angel cuma suka dandan doang!"sindir Balda.


"Maaf tapi gw gk ngerasa suka dandan, gw lebih suka ngebogem orang!"ucap Lusi membuat Balda terkejut.


"Lo mau mukul gw berarti?"kaget Balda.


"Maunya sih gitu, tapi sayang sekali muka lo ganteng!"ucap Lusi membuat Balda berdebar.


"Kode keras nih!"batin Balda.


"Emang gw ganteng!?"Balda menahan senyumnya.


"Kayaknya gw salah nyebut kata, harusnya sayang perut lo six-pack!"batin Lusi.


"Jangan baper lo!"perkataan Lusi membuat Balda yang berbunga bunga menjadi sebal.


"Si..siapa juga yang baper!"elak Balda terbata bata dengan muka sebal.


Lusi meliriknya dan ingin tertawa.


"Gw gak bisa ngebuat lo bahagia sebelumnya, selanjutnya lo harus cari perempuan yang bisa membuat lo bahagia. Dulu saat nama gw Vinda, kita hanya saling menyakiti dan tersakiti. Sekarang nama gw Lusi, lo gak boleh ngedeketin gw, gw harus ngejauh dari lo, tapi gw akan melindungi lo dari kejauhan."batin Lusi.


"Kenapa gw berharap banget ya Lusi suka sama gw? Balda, lo gk boleh suka Lusi, nanti kalo Vinda balik gimana? Lo harus nyari Vinda, dia udah ngehilang semenjak SMP kelas 3, lo itu pacarnya! Walau Vinda udah minta putus, tapi itu secara sepihak, gw gk mau putus!"batin Balda meyakinkan hatinya.


•  •  •  •  •


Apakah rahasia Lusi akan tetap terjaga, bahwa dirinya adalah Vinda yang dicari Balda?


Akankah Balda mengetahui sendiri atau diberitahu seseorang?


Bagaimana Tim voli putri akan membully Angel?


Bagaimana Tim voli akan membalas Avrila dkk?


Ikuti alurnya saja...


Tolong like


(๑♡∀♡๑)


Jangan lupa tambah ke Favorit


❤+

__ADS_1


Salam


🙏


__ADS_2