
...•°•°•FARADAY•°•°•...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
Lusi dan Arrin berangkat menuju Masjid tanpa Balda.
"Maaf ya Kak nyusahin Kakak buat ngebangunin Bang Balda!"
"Gapapa, lagian tuh cowok kenapa gak mau sholat dimasjid sih?!"kesalnya.
"Itu karna dimasjid ada cewek yang ngegoda Abang!"
"Siapa?"
"Kalo nggk salah namanya Enjel(Angel)"
"Jangan bilang Angel simuka Badak!"batin Lusi.
"Kenapa Kakak diem, Kakak kenal sama yang namanya Angel?"
"Nggk."
"Owh yaudah.."angguk Arrin.
...*Faraday*...
Setelah menyelesaikan ibadah, Lusi dan Arrin tercengang dengan seseorang yang berada didepannya sekarang.
Bukan Balda nih, tapi sicewek yang mereka gibahin tadi.
"Eh ada cewek penggoda toh disini!"sindir Arrin.
"Apa lo bilang?!"kesal Angel yang merasa disindir.
"Aduh Mbaknya merasa kesindir ya, itu berarti kenyataannya dong..."cibir Arrin.
"Kenapa pula nih Angel muncul disini?!"batin Lusi.
"Heh Lusi, dia Adek lo kan, mending nasehatin nih bocah buat belajar sopan santun, dari kemarin ganggu gw aja!!"kesal Arrin.
"Dia gak tau Arrin Adeknya Balda?"batin Lusi.
"Heh, lo tuh yang harusnya belajar sopan santun, ngegodain cowok dimasjid, lo kira nih club apa, bukan woi, ini masjid, rumahnya Allah!!"ucap Arrin kesal.
"Lo itu lebih muda dari gw, lo harusnya ngehormatin yang lebih tua!"
"Blabla....
"Bla..
"Malah ribut, tadi bilangnya ni rumah Allah, harusnya jangan ribut disini dong!!"batin Lusi.
"Lo--
"Stop!!"Lusi berdiri ditengah tengah Angel dan Arrin.
"Daripada ribut mending sekarang pulang kerumah masing masing!!"usul Lusi.
"Oke."kompak mereka berdua.
"Ngapain lo ikut ikut kata gw!"kesal Angel.
"Lo tuh yang ikut ikut!"balas Arrin.
"Astaghfirullah sabar sabar!!"batin Lusi.
"Udah jangan bertengkar!"Lusi berusaha menengahi mereka.
"Lo-Kakak diem aja!!"kompak mereka berdua membentak Lusi.
"Lo ikut ikut kata gw!"kesal Arrin.
"Lo yang ikut kata kata gw tau!"
"Blabla....
Angel yang sangat merasa kesal melayangkan telapak tangannya ingin menampar Arrin.
Tapi sebelum itu terjadi, tangan Angel dicekal oleh Balda yang baru saja keluar dari masjid.
"Balda!"kaget Angel.
"Bang Balda!!"batin Arrin.
"Ternyata Balda sholat dimasjid, berhasil dong ajakannya dan juga tepat sekali dia muncul!"batin Lusi.
"Lo mau ngapain hah?!"Balda menatap sinis Angel.
"Gw mau mukul dia!"tunjuk Angel kearah Arrin.
"Lo berani mukul dia hah?"bentak Balda.
__ADS_1
"Emangnya kenapa, dia nuduh gw sembarangan!"kesal Angel.
"Enak aja lo ngomong, kan FAK-ta kalo lo ngegoda cowok didepan masjid!"ucap Arrin dengan menekankan kata fakta.
"Dasar lo b*ngsat, lo sama si Lusi ini sama aja, sama sama sok suci!"kesal Angel.
Plak
Wajah Angel memerah sebelah karena tamparan keras itu.
"Lo boleh aja ngehina gw apapun itu, tapi lo dilarang ngehina Kak Lusi, apalagi itu didepan gw!!"Arrin menatap Angel sinis.
"Oh dan satu hal lagi, lo jangan muncul dihadapan Abang gw, Bang Balda!!"
Angel terkejut dengan perkataan Arrin.
"Balda? Kakaknya dia?!"batin Angel.
"Udah Dek, ayo pulang, ayo Lus!"ajak Balda.
Balda, Lusi, dan Arrin pun pergi meninggalkan Angel yang kesal.
"Awas aja lo Lusi, Arrin!"desis Angel.
...*Faraday*...
Sekembalinya mereka kerumah Balda, Balda masuk kedalam kamarnya dan Arrin, Lusi masuk kedalam kamar Arrin.
"Kak Lus!"panggil Arrin.
"Hm?"Lusi menaikkan sebelah alisnya.
"Kakak suka pisang gak?"tanya Arrin.
"Em suka, kenapa?"bingung Lusi.
"Kakak suka juga, berarti Kakak pernah makan dong?"kaget Arrin.
"Iya, pisang kan?"bingung Lusi.
"Ini bukan pisang biasa Kak, sekali Kakak memakannya, tubuh Kakak akan merasa ketagihan dan Kakak tak bisa hidup tanpanya!"ucap Arrin membuat Lusi tercengang.
"Jangan jangan pisang yang nggk senonoh itu?!"Lusi seketika memerah.
"Eh? Yang kumaksud pisang yang kualitas tinggi kok, yang dijualnya didekat mall dekat rumah Kak Arya."
"Hah?"Lusi melongo.
"Tunggu, apa? Tadi Kakak bilang pisang yang nggk senonoh itu?! Oh maksudnya pen--
"KYAAAA....."teriak Lusi dengan muka yang sangat merah.
Brakk
"Itu Bang, Kak Lusi teriak gara gara pen..."Lusi membekap mulut ember Arrin.
"Gak ada apa apa Bal, lo bisa keluar!"ucap Lusi.
"Kenapa muka lo memerah?"tanya Balda.
"Gak papa, sono huss!"usir Lusi.
"Aneh!"gumam Balda dan pergi dengan menutup pintu kamar Arrin.
"Fiuhhh...."Lusi menghela nafas lega dan melepas bekapan tangannya.
"Kenapa Kakak gak minta sama Bang Balda aja pisang yang Kakak bilang gak senonoh tadi!?!"heran Arrin.
"Oke, Kakak ngerti kamu polos, ember, dan saking polosnya otak kamu penuh dengan pikiran bejat!!"Lusi tiduran dikasur Arrin.
"Wah, susu Kakak besar banget!!"Arrin menempelkan wajahnya pada dada Lusi.
"KYAAAAA...."
Brakk
"Ngapain lagi teriak ter..."
Balda mematung seketika saat melihat kejadian didepannya itu.
"Eh Bang Balda, ikutan megang gk Bang, enak loh?!!"ucap Arrin santai.
"Balda tolong Adek lo!!"ucap Lusi dengan muka yang memerah.
Brakk
Balda menutup pintu kamar Arrin dengan keras.
"Kejadian apa yang baru gw liat?"batin Balda.
"Arrin gak mungkin belok kan otaknya?!"gumam Balda.
Cklek...Brukk
Pintu terbuka dan Lusi menabrak Balda yang berada didepan pintu.
"Kak Lusi jangan kabur, sini biar Arrin ajarin malam pertama!!"
"Nggk..."Lusi langsung mengumpat dibelakang Balda.
__ADS_1
"Lo tolong gw Bal, gw gk bisa mukul atau nampar Adek lo, jadi lo aja yang menghentikan dia!!"ucap Lusi.
"Kenapa gw?"heran Balda.
"Karna lo Kakaknya!"
"Apa hubungannya?"
"Ya pokoknya ada, sana lo masuk!"
Brakk
Lusi mendorong Balda dan menutup pintu kamar Arrin dengan cepat.
"WOY BUKAA!"teriak Balda menggedor gedor pintu dari dalam.
"Fiuhh selamat!!"gumam Lusi.
...*Faraday*...
Ruang tamu...
Arrin dan Lusi duduk didepan Balda.
"Tadi kalian ngapain?"tanya Balda.
"Nggk ngapa ngapain, cuman megang susu Kak Lusi doang!"jawab Arrin dengan polosnya membuat Lusi menepuk jidatnya.
"Lo kenapa gak nolak permintaan Arrin?"
"Gw tadi tiduran, yah mana gw tau kalo Arrin bakal gitu!"
"Makanya lo jangan mudah lengah, tetep waspada walaupun disekitar lo itu cewek!"
"Emangnya dia siapa ngomel ngomelin gw!!"gumam Lusi yang masih bisa didengar Balda.
"Gw bukan siapa siapa lo, gw cuman ngasih tau lo untuk tetap waspada!"ucap Balda.
"Gw juga udah tau kali!"sebal Lusi.
"Kalo lo udah tau, kenapa lo sampek bisa diserang sama Arrin?!"
Jleb
"Iya gw tau gw kurang waspada!!"Lusi merasa sebal terhadap Balda.
"Dan kamu Dek, kamu buang pikiran negatif kamu, pikirin aja tentang sekolah jangan aneh aneh!"ucap Balda yang kini beralih memandang Arrin dengan tatapan tajam.
"Tapi kan Abang yang ngajarin, juga ngebolehin nonton bokep atau film yang bejat itu!!"jujur Arrin.
Jleb
Lusi yang mendengar perkataan Arrin langsung beralih menatap Balda dengan tatapan yang sangat menusuk.
"Situ ngajarin Adek kok yang bejat bejat,"
Jleb
"Arrin yang polos lo rusakin otaknya dengan film kotor,"
Jleb
"Lo sebagai Abang gak bertanggung jawab banget,"
Jleb
"Sekarang dia pikirannya negatif lo marahin,"
Jleb
"Harusnya lo tuh yang dimarahin berjuta juta kali, bukan gw maupun Arrin!!"
Jleb
"Dan juga, gw gak nyangka pikiran lo ternyata mesum dan penuh dengan kemaksiatan!!"
Jleb
"Nusuk banget omongannya yak!"batin Balda.
"Dasar perusak kepolosan!"
Jleb
"Oke gw...minta maaf udah marahin kalian berdua, dan gw mohon berhenti ngomongin perkataan yang menusuknya!"ucap Balda.
"Gantian dimarahin minta ampun!"
Jleb
• • • • •
Em lucu nggk?
Kalo gak lucu, nanti eps selanjutnya diusahain lah lucunya^_^
Tambah ke +❤ dan tekan tombol💟
Sekian terima kasih🙏
__ADS_1
Next🔽