
...•°•°•FARADAY•°•°•...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
...°•°...
Sepulangnya Lusi dari rumah Balda.
Lusi melajukan motornya dari rumah Balda dengan kecepatan 40 km/jam.
"Gw kerumah dia aja deh, lagian orang dirumah juga gak akan mungkin nyariin gw!"batin Lusi.
...*Faraday*...
Lusi memberhentikan motornya didepan sebuah rumah mewah nan megah.
"Ckck, tuh anak pergi ya, kok rumahnya gelap, cuman lampu luar doang yang nyala?!"batin Lusi.
"Karna gw udah terlanjur kesini, gw masuk aja deh, untung gw dikasih kunci cadangan sama tuh anak!"gumam Lusi.
Lusi mendorong motornya dan memasukkannya kedalam garasi setelah membuka gerbang.
Lalu Lusi membuka pintu rumah dan masuk.
"Bau...amis!!"batin Lusi saat mencium bau sesuatu.
Lusi berjalan cepat dan menelusuri setiap sudut rumah hingga ia melihat bercak darah ditangga.
Dengan penuh perasaan cemas dan takut, ia langsung mengikuti dan menelusuri bercak darah tersebut.
Darah tersebut berhenti didepan pintu kamar dan Lusi mencoba membuka pintu itu namun tidak bisa karna terkunci.
Brakk
Lusi mendrobak pintu itu dengan kakinya dan ia pun masuk kedalam.
Ia meneteskan air matanya saat ia melihat seorang cowok yang sedang terbaring dibawah lantai dengan merintih memegang perutnya.
"Lusi...."rintihnya.
Lusi langsung mengambil kotak P3K dan menaruh kepala cowok itu dalam pangkuannya.
...*Faraday*...
Pemberitahuan:
Geng Rudolf adalah geng yang diketuai oleh Balda, sekian terima kasih.
Setelah Lusi pulang dari rumah Balda, Balda langsung keluar menuju markasnya karna anggota intinya mengirimi pesan penting.
Markas geng Rudolf...
"BAGAIMANA MARKAS DISERANG SAMPEK MARKAS HANCUR GINI HAH? KENAPA BISA BANYAK YANG TERLUKA? KALIAN SEMUA KEMANA AJA?"marah Balda saat melihat puluhan anggotanya terluka, untung saja tidak ada yang meninggal.
"MAAF KETUA, KAMI LALAI DALAM TUGAS KAMI!"teriak anggotanya yang baru datang dan berkumpul.
"Bal, Davin sama Jerry gak ada!!"sela Yama.
"APA?!"kaget Balda.
"Tadi mereka berdua juga ikut menyerang balik geng Gardika, tapi sampek sekarang mereka belum balik juga, hape mereka gak aktif, dan beberapa anggota udah nyari mereka berdua diarea pengejaran tadi tapi gak ada!"jelas Anji.
"Coba kalian kerumah mereka berdua!"ucap Balda.
"Nah itu masalahnya, gak ada yang tau rumah mereka berdua itu dimana!!"saut Cakra.
"Kok bisa gak ada yang tau rumah mereka dimana!?"heran Balda.
"Lah emangnya lo tau?"tanya Cakra.
"Kagak."jawabnya.
"Cih sama aja bege!"ucap Anji.
"Kalo gitu kalian semua anggota yang tidak terluka, bantu cari Davin dan Jerry berada!"perintah Balda.
"BAIK KETUA."serempak mereka semua.
__ADS_1
"Kalian bertiga jaga markas, gw bakal nyari Davin ama Jerry!"ucap Balda.
"Oke."kompak mereka.
Balda bergegas menyusul anggotanya dan membantu mencari.
...*Faraday*...
Keesokan harinya...
SMA Kandira...
"Lusi gak masuk?"batin Balda.
"Manik!"panggil Nava.
"Ya?"Manik menaikkan sebelah alisnya.
"Lusi gak masuk?"tanya Nava.
"Kayaknya nggk, sampek sekarang belum dateng dianya, oh atau bisa jadi dia bolos atau telat!"ucap Manik.
"Ah iya juga sih, pinter lo."
Nava kembali ketempat duduknya.
...*Faraday*...
Rumah sakit...
"Kalian bodoh, bego, tolol, ngeselin, dan nyebelin tau nggk!? Bikin gw jantungan aja, kalo gw nangis gimana?"kesalnya.
Siapa?
Ntahlah..:>
"Aduduh jangan ngambek dong, gw kan gemes jadinya!"goda Davin.
"Salah siapa bikin gw takut!"kesal Lusi yang duduk dikursi diantara dua brankar.
"Lo cerewet deh, sini pusshh!"Jerry mengusap ngusap kepala Lusi.
"Heh, lo kira gw kucing apa ya, bisa gak jangan bercanda dikit!"
"Daviinnnn.."Lusi menggembungkan pipinya.
"Gemesin deh, unyu unyu unyu..."Jerry mencubit cubit pipi Lusi.
"Hmp..untung gw tadi malem kerumah, kalo nggk gimana?!"kesal Lusi.
"Tapi lo kan dateng, kalo gak dateng, insyaallah gw ama Davin bisa ngobatin diri sendiri kok!"ucap Jerry.
"Apanya yang ngobatin diri sendiri, Davin tergeletak dibawah lantai dikamarnya, dan lo dilantai kamar mandi, untung aja dikasih tau sama Davin!!"kesal Lusi.
Jleb
"Gw cuman tiduran dilantai kok Si!"Davin terkekeh tidak ingin mengakui hal itu.
"Gw juga cuman pengen dingin dingin dilantai kamar mandi kok!"saut Jerry yang juga tidak ingin mengakui hal tsb.
"Kalo gitu kenapa kalian pingsan saat ambulan baru dateng?"tanya Lusi dengan tersenyum miring.
"Itu cuman..."Davin menggantung ucapannya karna berpikir untuk menjawab apa.
"Emm soal itu..."Jerry pun sama tidak bisa menjawab.
"Yap, kalian gk ada jawabannya kan, oke jadi kalian hanya tidur tiduran ya? Gimana kalo kalian sekarang tidur tiduran dilantai lagi, hem?"Lusi tersenyum devil dan melipat tangannya didepan dada.
"Gw ini pasien loh Lusi, gak baik buat tidur dibawah!"ucap Davin.
"Lus, bener kata Davin, kita ini pasien loh, jadi dilarang tidur dilantai!"saut Jerry.
"Tuh kan, itu artinya kalian emang gak bisa ngobatin diri sendiri! Kenapa tadi malem kalian gak nelpon gw hah?"kesal Lusi.
"Hape gw terpecah belah menjadi dua..hehe..."kekeh Davin.
"Dan lo?"Lusi beralih menatap Jerry.
"Hape gw mati masuk wc hehe..."kekeh Jerry.
"Ceroboh untuk lo Jerry dan Bego untuk lo Davin."ucap Lusi.
"Lah kenapa gw bego?"bingung Davin.
__ADS_1
"Ya kan lo harusnya mikir, dikamar lo kan ada hape cadangan, lo ambil trus telpon gw bego bego and bego!"kesal Lusi.
"Trus kenapa gw ceroboh?"tanya Jerry.
"Pake nanya, itu artinya lo gak hati hati, lagian ngapain lo di wc hah?"kesal Lusi.
"Ya gw mau ngebersihin darah gw."ucap Jerry.
"Tapi, itu malah ngebuat tangan kiri lo terkilir kan, karna kecerobohan lo, padahal awalnya lo cuma lebam doang."ucap Lusi dengan penekanan disetiap katanya.
"Iya itu kecerobohan gw!"Jerry mengakui kesalahannya.
"Dan lo Davin..."Lusi menggantungkan ucapannya.
"Gw kenapa?"bingung Davin.
"Setelah lo keluar dari rumah sakit, gw akan ngebuat lo ahli dalam beladiri, agar lain kali lo cuman lebam doang dan gak perlu yang namanya perut ketusuk lah yaa..."Lusi tersenyum devil dan melihat perut Davin.
"Err...gak usah ya Lusi, gw aslinya bisa kok, cuman kemarin itu kan dadakan dan dikepung, jadi gw gak siap!"tolak Davin.
"Oh gitu ya, kalo lo Jerry?"
"Gw akan hati hati dan waspada setiap saat dan gak akan ceroboh lagi."jawab Jerry dengan cepat.
"Dasar ceroboh dan bego!"kesal Lusi.
Tok..tok..tok
Suara ketukan pintu membuat Lusi bangun dari duduknya dan membukakan pintu itu.
"Lusi!!"kaget Balda dkk.
"Balda ama teman temannya?"batin Lusi.
Lusi kembali ketempat duduknya dan diikuti dengan Balda dkk yang masuk.
"Lo gak apa Jer? Lo gak apa Vin?"tanya Balda.
"Gapapa."kompak mereka.
"Tangan lo patah ya Jer?!"celetuk Yama.
"Cuman terkilir doang!"ucap Jerry.
"Lo kena apanya sampek masuk rumah sakit?"tanya Yama.
"Perut gw ketusuk pisau!"jawab Davin.
"Muka lo bonyok amat Jer!!"ucap Cakra.
"Ya namanya tawuran."ketus Jerry.
"Hey, kalian terlalu khawatir tau nggk, lagian kata mereka ditembak jutaan peluru pun mereka gak akan mati!"sela Lusi.
"Oh ya, btw lo kenapa bisa disini?"tanya Yama.
"Harusnya gw yang nanya, sekarang itu sekolah masih jam pelajaran, kenapa kalian disini dan kenapa bisa tahu kalo Jerry Davin ada disini?"
"Lo lupa ya, kalo setiap hari Kamis dan Jumat, sekolah kita bakal jamkos sepenuhnya sampek pulang!"celetuk Cakra.
"Oh sekarang kamis ya, baru inget!"ucap Lusi.
"Kalo untuk pertanyaan kenapa kita bisa tau Davin Jerry ada disini? Itu karena kita udah nyari informasi soal itu!"ucap Anji.
"Kalo lo, ngapain disini?"saut Balda.
"Tanya mereka berdua nanti, gw mau pulang!"Lusi bangun dari duduknya dan beranjak pergi.
"Byee Davin Jerry, lekas sembuh ya!"Lusi melambai kearah Davin dan Jerry.
"Bye Kalian, jagain mereka berdua ya!"lambai Lusi ke Balda dkk dan keluar dari ruang inap itu.
"Davin, Jerry, bisa kalian berdua jelaskan kenapa kemarin kalian gak balik kemarkas? Hape gak bisa dihubungin? Gak bilang kalo masuk rumah sakit? Lusi kenapa bisa disini? Dan Lusi siapanya kalian?"pertanyaan beruntun dari Balda.
• • • • •
Hayo pa kwabwar?
Apa hubungan mereka bertiga?
Akankah Balda dkk mengetahui sesuatu soal hubungan mereka dengan Lusi?
Jangan lupa like😘
__ADS_1