FatiaAditya

FatiaAditya
Mentari Sakit


__ADS_3

POV Mentari


Aku berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan.


" Pagi sayang" Sapa Bunda


" Pagi Bun. " Aku tersenyum kearah Bunda.


" Kak Bagas mana Bun?" Tanyaku.


" Paling masih tidur. "


" Gak ke sekolah?"


" Katanya mau ke kampus siang. " Jelas Bunda


Aku pun hanya mengangguk.


Entah tak tau kenapa akhir akhir ini aku selalu pusing. Aku sebenarnya sudah lama tidak cek ke rumah sakit untuk melihat perkembangan penyakit yang ku alami. Aku benar benar merasa bosan harus meminum obat obatan yang banyak sekali berbagai macam.


" Mentari.. " panggil bunda.


" Iya, kenapa bun?" Tanyaku sambil berusaha untuk tersenyum.


" Bunda denger dari dokter kamu jarang cek kerumah sakit. kenapa?"


" Gak kenaapa napa kok bun. lagian tari juga selalu minum obatnya kok tiap hari. Biasanya tari suka beli obat obatannya di apotik. " jelasku sambil memainkan kuku.


Ya sudah biasa setiap aku panik pasti selalu memainkan kuku. Bunda memerhatikanku lalu tersenyum, sambil mengusap kepalaku yang tertutup jilbab.


" Kamu gak akan bisa bohong sama Bunda, kamu anak bunda. Bunda tau semuanya. "


Aku terus menunduk tak berani melihat wajah bunda.


" A- aku cape bun... ta-tari cape, tari takut penyakit kangker tari semakin parah. "


" Kamu kuat, kamu pasti bisa. "

__ADS_1


Aku tersenyum lalu memeluk bunda erat.


Tidak ada yang tau aku memiliki penyakit kangker. Hanya bunda dan Kak Bagas aja yang tau. Aku terkena penyakit kangker saat aku duduk di bangku SMP saat itu aku masih kelas 2. Semenjak itu aku harus minum obat obatan banyak, selalu kontrol rutin seminggu sekali. Tapi semakin hari penyakit kangker yang aku alami semakin parah dan sekarang sudah studium 2.


...----------------...


POV FATIA


Aku berjalan menuju perpustakaan, saat aku sedang memilih milih buku yang ingin ku baca aku tidak sengaja bertemu dengan Aditya yang sadang mencari buku juga dihadapanku terbatasi oleh rak buku yang besar. Kami saling tatap sebentat, lalu aku langsung menundukan wajahku. Aku langsung pergi mencari ke rak buku yang lain.


Aku terus berkeliling rak rak buku mencari buku yang ingin ku baca, tapi tidak juga ketemu. Dan pada akhirnya akupun menemukan buku itu, tapi sayangnya buku itu berada dirak paling atas.


Aku berjinjit berusaha untuk mengambil buku itu, tapi sulit karna badanku yang kurang tinggi. Tiba tiba ada sebuah tangan yang mengambil buku itu lalu memberikannya padaku.


" Lain kali kalau gak bisa minta tolong, jangan diem aja. " Ucap lelaki itu


" Makasih, Aditya. "


Ya lelaki itu adalah Aditya. Aditya hanya mengangguk lalu pergi.


Akupun pergi mencari bangku yang kosong untuk membaca buku. Tapi sepertinya semua bangku sudah penuh. Akupun berjalan kearah bangku yang diduduki Aditya.


Tanyaku sopan, sambil melihat kearah bangku hadapan Aditya yang kosong.


" Duduk aja lagian gak ada orangnya. " Jawabnya datar.


Akupun langsung duduk dihadapan Aditya. Jujur sebenarnya agak canggung sih, mungkin karna kami jarang bertemu.


" Adit.. " panggilku


Adityapun langsung mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca lalu menatap kearahku.


" Maaf aku pengan nanya, waktu itu beberapa hari yang lalu aku ngedenger pembicaraan kamu sama Bang rey. Aku gak bermaksud nguping pembicaraan kalian kok. "


" emhh.. Aku denger kalian ngomongin soal penculikan gitu, terus aku juga denger sekilas kalian kaya nyebut nama aku kuga. Bukannya aku suudzon cuman aku pengen tau aja.


Memangnya... kalian ngomongin soal penculikan apa si? " lanjutku

__ADS_1


" Enggak kok kami cuman ngobrol biasa aja. Dan kamu juga gak perlu tau. "


" Ohhh.. Aku kira kalian ngebahas soal penculikan aku waktu dulu beberapa tahun yang lalu. "


Wajah Aditya langsung berubah tegang, dia menatapku tatapan yang sulit diartikan.


" Kamu gak perlu tau, lagian nguping pembicaraan orang lain juga gak sopan. "


" Maaff.. " Ucapku merasa bersalah.


" It's oke. Yaudah aku mau balik kekelas dulu. Assalamu'alaikum. " Aditya mengusap kepalaku, lalu pergi meninggalkanku yang mematung karna perlakuannya tadi padaku. Aku terdiam beberapa saat.


1 Detik


2 Detik


3 Detik


Aku memegang jantungku yang berdetak tak karuan.


' kayanya aku harus periksa kedokter deh. jantung aku sepertinya agak bermasalah. '


Ucapku dalam hati.


.


.


.


.


.


***Next...


Maaf bila ada kata yang salah atau gak nyambung. Karna ini cerita pertama saya sayapun masih belajar, mohon dimaklumi 🙏🏻

__ADS_1


Dan mohon maaf karna beberapa hari yang lalu saya gak update karna aku mondok di pesantren jadi aku gak bisa update tiap hari 🙏🏻 Paling aku bisa update kalau aku pulang dari pesantren itupun gak bisa tiap hari***.


__ADS_2