
POV MENTARI
Hari ini rencananya aku sama yang lain mau buat kejutan untuk fatia, karna sekarang fatia akan pulang dari rumah sakit.
Aku membuat kue bersama Umma fatia didapur sedangkan yang lain mendekor ruang tamu. Aku membuat kue dengan Umma sambil berbincang bincang, Ummapun banyak menceritakan masa kecil Fatia dan Kak Rey.
Sesudah kuenya matang akupun membawa kue keruang tamu untuk ditaruh dimeja depan. Kulihat Nayla dan Kak Rey yang sedang berbicara sambil tertawa, Kak Reypun terlihat bahagia. Kenapa rasanya sakit sekaliya melihat Kak Rey dan Nayla sedekat itu, tertawa bersama. Setelah semuanya siap Kak Reypun kerumah sakit untuk menjemput Fatia dirumah sakit.
Gak lama fatia dan Kak Reyhanpun datang.
acara kejutanpun berjalan lancar, Fatiapun keliatannya senang sekali terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum. akupun berbincang bincang dengan Fatia bercerita tentang sekolah dan banyak lagi. Gak lama Nayla datang menghampiri kami lalu pamit untuk pulang.
" Fat aku pulang duluan ya. " ucap nayla
" Kamu pulang sama siapa?" Tanya Fatia
" Sama aku aja. " Ucap Kak Rey dan Kak Bagas kompak.
Naylapun memilih diantar pulang oleh Bagas.
Setelah Nayla dan Bagas berpamitan pergi, kulihat wajah Kak Rey yang terlihat murung. Sepertinya Kak Rey memang suka sama Nayla deh. Akupun berusaha untuk menerima itu. Ternyata mencinta seseorang itu rasanya sakit ya, apalagi orang yang kamu cintai itu suka dengan temanmu sendiri sakitt... sekali.
Aku pergi mengambil air lalu pergi mencari Kak Reyhan. Kulihat Kak Reyhan Sedang duduk, akupun berjalan kearahnya lalu duduk disampingnya, pastinya dengan jarak yang agak jauh.
" Kak Rey gak mau minum?" Tawar ku mengasongkan segelas air pada Kak Rey, dan diterima oleh Kak Rey.
" Makasih" ujarnya tanpa melihat kearahku. Akupun hanya mengangguk.
Akupun menundukan wajahku, rasanya percuma setiap aku berusaha untuk dekat dengan Kak Rey rasanya Kak Rey gak perna meresponku. Apa aku harus menyerah saja.
" Tari.. aku tau kamu suka sama aku, tapi aku cuman nganggep kamu adik kaya fatia gak lebih."
Aku tersenyum, kenapa rasanya perihya.
" Aku tau kok. " Aku menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya.
" Kak Rey suka sama Nayla kan?" tanyaku, Kak Reypun gak menjawab ucapanku hanya diam menatapku.
" Aku tau kakak suka sama Nayla, tapi apa aku gak boleh suka sama kakak. Dan asal kakak tau sampai kapanpun Nayla gak akan pernah suka sama kakak, karna yang Nayla suka itu Kak Bagas. "
__ADS_1
" Aku tau Nayla sama Bagas memang saling suka. Aku tau Nayla hanya menganggap aku Abang gak lebih dan gak akan pernah lebih. Tapi aku seneng liat Nayla bahagia walaupun bukan sama aku. Dan aku juga gak bisa lupain Nayla. Maaff.. "
Ucap Kak Rey sambil menatapku.
Aku tak bisa mengucapkan sepatah katapun, aku langsung pergi begitu saja.
Rasanya sakit sekali... aku gak bisa nahan lagi.
Aku berjalan kearah Fatia untuk pamit pulang.
" Fat aku pulang duluan ya?"
" Kamu pulang sama siapa?" Tanya fatia
" Sendiri. "
" Kamu tunggu sini aku panggilin Bang Rey biar anterin kamu pulang. "
" Eh, gak usah aku bisa sendiri kok. " Cegahku.
" Lo tuh cewek, bahaya pulang malem malem sendiri. " ucap Aditya
" Bang Rey.... " Teriak fatia memanggil Kak Rey.
" Bang tolong anterin mentari pulang dong kesian udah malem. "
" Gak usah, aku bisa kok sen~
" Ayo aku anter udah malem juga. " Kak Rey langsung memotong ucapanku.
Akupun hanya bisa pasrah lalu pergi keluar mengikuti Kak Rey. Aku masuk kedalam mobil Kak Rey duduk disamping tempat pengemudi.
Hening.. tidak ada percakapan sama sekali diantara kami, akupun hanya melihat keluar jendela memperhatikan jalanan. Kami masih saling diam sampai kami tiba didepan rumahku.
" Makasih... " ucapku.
Saat aku mau membuka pintu mobil tiba tiba Kak Rey memanggil namaku.
" Mentari.. "
__ADS_1
Akupun menatap kearah Kak rey.
" Kenapa kak?" Tanyaku.
" Soal tadi~
" Gak perlu dipikirin soal yang tadi. Kak Rey lupain aja. " potongku cepat.
" Yaudah tari masuk dulu. Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam. "
Akupun langsung masuk kedalam rumah. Lalu berlari menaiki tangga menuju kamar.
Aku langsung menjatuhkan tubuhku diatas kasur lalu menangis.
Tiba tiba ada sebuat tangan yang mengusap kepalaku lembut.
" Kamu kenapa sayang? Cerita sama Bunda. "
Aku langsung memeluk Bunda, kembali menangis dan tangisanku pun semakin kencang.
" Bun... apa mentari harus menyerah aja ya... tari gak kuat bun.. sakiitt.. terlalu sakitt... "
" Bunda tau kamu kuat, Bunda pernah bilang sama kamu jangan terlalu menyukai seseorang terlalu dalam. "
" Terus tari harus gimana bun.. "
" Kamu ber do'a sama Allah curahkan semua keluh kesah kamu sama Allah, inget Allah itu gak tidur. Setelah kamu shalat, berdo'a pada Allah bunda yakin hati kamu akan menjadi tenang kembali. " Nasehat Bunda.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next....