FatiaAditya

FatiaAditya
Siapa A.p?


__ADS_3

" Assalamu'alaikim.. " Salamku sambil membuka pintu rumah. Tidak ada yang menjawab, akupun pergi menuju ruang keluarga tapi tidak ada siapapun disana.


" Umma.. Abang.. "


Panggilku sambil berjalan kearah dapur.


Kulihat umma sedang masak menggoreng, aku langsung memeluk umma dari belakang.


" Astagfirullah.. Fatia umma kira siapa?" Ucap umma terkejut


" Hehehe... Maaf umma lagian dari tadi fatia ucapin salam gak ada yang jawab. Fatia kira pada gak ada. "


" Bang Rey kemana umma? "


" Tadi sih izin keluar bilangnya mau kerumah temen, tapi umma juga gak tau temennya yang mana. "


Aku hanya menganggukan kepala.


" Kamu mandi dulu sana, terus nanti kebawah lagi kita makan bareng bareng. Umma mau masak ayam pedes kesukaan kamu. " Ucap bunda.


Akupun melepas pelukanku pada bunda, lalu pergi ke atas menuju kamar.


Sesampainya dikamar ku lemparkan tubuhku pada kasur. Hari ini rasanya lelah.. sekali. Kupandang atap kamarku yang berwarna putih.


Tiba tiba aku teringat surat tadi pagi yang ada di bawah mejaku. Aku langsung bangun lalu mengambil surat itu didalam tas sekolah.


Untuk : Gadis kecil


Hai apa kabar?


Hari ini aku mau sedikit menceritakan tentang kita. Waktu itu pertama kali kita bertemu dipondok pesantren dibandung 7 tahun yang lalu.


Disebuah masjid yang besar, saat itu kamu sedang memperhatikan aku yang sedang membaca al- qur'an di teras masjid. Kalau aku ingat ingat saat itu kamu kelas 3 SD dan aku kelas 6 SD. Rasanya lucu setiap aku sedang mengaji pasti kamu selalu memperhatikanku secara diam diam dibalik tembok.


Mungkin hari ini aku cuman bisa cerita sampai sini, tapi nanti akan ku ceritakan kembali kisah kita disurat yang akan kukirim lagi nanti.


Dari: A.p


Sebenarnya A.p itu siapa? Aku sungguh sangat penasaran siapa dia.


Saat aku berusaha keras mengingat kembali tiba tiba kepalaku pusing, entah tak tau kenapa.


Aku langsung berjalan kearah meja belajar mencari obat yang biasa aku minum.


Ku acak acak laci meja belajarku tapi tidak menemukan obat itu.


Tiba tiba kepalaku pusing dan semuanya gelap.


...----------------...


Aku mencium bau obat obatan yang masuk kedalam indra penciumanku.

__ADS_1


Perlahan ku buka mataku.


Saat aku mau bangun aku merasa tanganku berat seperti tertindih sesuatu, kulihat ternyata umma sedang tertidur disampingku dengan lenganku yang tertindih kepala umma.


Aku masih belum benar benar pulih, tiba tiba kepalaku meresa pusing kembali.


" Awhh.. " Teriakku kesakitan.


" Fatia.. Kamu udah bangun sayang... Ada yang sakit? Sebelah mana?" Tanya umma cemas.


Aku yakin pasti umma tidak tidur semalaman menjagaku, karna terlihat kelopak matanya yang hitam seperti panda dan mata umma yang merah karna menangis semalaman.


" Fatia gak kenapa napa kok umma cuman agak sakit aja kepalanya. "


Ujarku berusaha membuat umma enggak khawatir lagi dengan kondisiku. walaupun sebenarnya kepala ini rasanya sakit sekali.


" Kamu tunggu disini umma panggil dokter dulu. "


Umma langsung pergi keluar memanggil dokter.


Kenapa setelah sekian lama aku gak merasa sakit lagi sekarang penyakit itu harus muncul lagi? Entah tak tau kenapa semenjak aku pindah ke jakarta kepala aku jadi sering sakit lagi.


Sama seperti saat aku bangun dari koma 5 tahun yang lalu.


Gak lama kemudian datang umma dan dokter laki laki dibelakangnya.


" Gimana apa yang sekarang kamu rasakan? " Tanya dokter


" Cuman kepalanya aja agak sakit dok. "


" Sebenarnya akhir akhir ini aku sering mimpi dok, cuman mimpinya agak aneh dan setiap aku mimpi itu kepala aku selalu sakit saat bangun tidur." Jelasku.


Dokter itu hanya mengangguk lalu mengecek kondisiku kembali.


" Untuk saat ini kamu jangan dulu memikirkan apapun, jangan kecapean juga karna itu berpengaruh dengan kesehatan kamu."


" Iya dok, makasih. "


" Sama sama, semoga lekas sembuh. Dan jangan lupa obatnya diminum terus." Ucap dokter menasehati.


Dibalas anggukan olehku.


" Fatia... Udin yang kece, ganteng kembaran lee min ho dateng nii.. " Teriak udin kencang dari arah pintu.


" Udin lo malu maluin aja sih. Kita tuh lagi di rumah sakit tau gak. "


Peringat mentari kesal.


" Ya iyalah di rumah sakit mentari... emang ada yang bilang kita lagi di mall. " sambung nayla.


" Aduhh.. Nayla... Lo itu cantik tapi punya otak kok lemot sih. " Ucap bagas sambil menyentil jidat nayla.

__ADS_1


" Ihhh.. Kok kak bagas jahat sih sama nay.. Jidat nay kan jadi sakit..." Rengek nayla.


" Maaff.. Mana yang sakit? "


Tanya bagas sambil memegang kening nayla.


" Kok PANAS ya... "


Sindir mentari menekankan kata panas, sambil mingibaskan tangannya.


" Iya kok tiba tiba panas banget ya... Kayanya AC rumah sakitnya mati deh" Timpal bagas.


Bagas langsung melepaskan tangannya dari kening nayla.


" Udah udah katanya mau jenguk fatia. " Ucap farhan menengahi.


Ya sepertinya memang farhanlah yang paling dewasa dipaling mereka, walaupun kadang receh si seperti udin.


Merekapun masuk lalu mencium tangan umma.


" Hehe.. Maaf ya umma klo berisik, mereka emang begini suka malu maluin. " Ucap bagas.


" Umma jangan dengerin si bagas dia emang suka gini anak nya, padahal dia yang malu muluin gak ngaku lagi. " Sela menteri.


" Iya gak apa apa kok. " Jawab umma santai


" Fatia cepet sembuh dong, aku dikelas gak ada temen kalo gak ada kamu. "


" Bukan nya ada nayla, udin sama fahri. "


" Sama mereka mah aku pusing, bisa bisa aku darah tinggi lama lama. "


" Makanya kamu do'a in aja biar aku cepet sembuh, jadi bisa sekolah lagi. "


" Aamiin... " Jawab mereka semua kompak.


" Iya cepet sembuh neng fatia, hidup abang rasanya sepi kalo gak ada neng fatia. "


" Alah bisa ae lo udin. "


" Hahahaa... "


Ya seperti inilah kami walaupun baru beberapa hari kami berteman mungkin lebih tepatnya hampir satu bulan, kami selalu saling melengkapi, saling menghibur, saling mengingatkan dalam kebaikan setiap hari.


Mohon maaf kalo ada kata kata atau penulisan yang salah mohon dimaklumi karna akupun masih belajar 🙏🏻


.


.


.

__ADS_1


.


Next...


__ADS_2