FatiaAditya

FatiaAditya
Jenguk mentari


__ADS_3

Semenjak kejadian di UKS saat mentari yang tiba tiba pingsan tak sadarkan diri, hari ini mentari tidak sekolah lagi. Dan ini sudah hari ketiga mentari tidak sekolah. Kami sekelas berencana akan menjenguk mentari kerumahnya.


Dan selama tiga hari ini juga aku tidak melihat Aditya sekolah. Aku masih penasaran dengan Aditya, entah tak tau kenapa. Dan aku merasa surat itu ada hubungannnya dengan Aditya.


......'Krriinggg... ' ( bel istirahat) ......


Bel istirahatpun berbunyi. Aku , Nayla, ucup dan Fahri pergi ke kantin seperti biasa.


" Oh iya sekarang kita jadikan kerumah tari?" Tanya Nayla


" Jadi kok, tapi sebelum kesana kita ke supermarket dulu beli buah buat tari. " Ucapku


" Oke!"


Kami sibuk memakan mie ayam mang ujang sambil berbincang bincang tentang tempat kuliah. Ya kami masih bingung mau masuk tempat kuliah dimana? Kami berencana mau masuk kuliah yang sama lagi.


Akupun sudah memutuskan untuk sekolah di jakarta saja. Aku juga kesian sama Abi yang harus bulak balik dari Bandung ke jakarta.


" Oh iya, ini dari Kak Adit katanya buat kamu. " Nayla memberikan sebuat paper bag kepadaku. Kulihat isinya ternyata sebuah buku.


Tapi buku apa?


" Makasih ya Nay.. "


" Iya sama sama"


" Iya gue lupa, waktu kemarin gue kerumah sakit. Terus gue liat mentari lagi ngobrol sama abang nya si fahri berdua. Kaya serius gitu. "


" Kemarin? "


" iya. "


" Lo salah liat kali. " kata Fahri dengan raut wajah yang terlihat agak panik.


" Gue gak salah liat kutub, jelas jelas gue liat kalau itu tuh mentari. Emang mentari punya kembaran? enggak kan?" ucup nampak serius.


Akupun semakin bingung, sebenarnya ada apa dengan mentari?


...----------------...


Aku pergi ke super market bersama Fahri. Nayla sudah pergi duluan ke sana bersama Bagas. Sedangkan ucup tidak bisa ikut karna tadi orang tuanya telpon katanya ada urusan mendadak.

__ADS_1


Aku memilih milih buah buahan yang segar. Sedangkan Fahri hanya mengikutiku dari belakang sambil membawa keranjang belanjaan.


Akupun teringat dengan ucapan ucup tadi dikantin soal Mentari dan Kakak nya Fahri. Setauku Kakak nya fahri itu seorang dokter, tapi aku tidak tau kakaknya Fahri dokter bagian apa?.


' Apa aku tanya aja ya nantii.. ' ucapku dalam hati.


" Udah?" Tanya fahri padaku.


" Eh!- udah kok.. yaudah yuk ke kasir "


Akupun berjalan duluan menuju kasir.


Sesudah dari supermarket kami kangsung pergi menuju rumah tari. Kami pergi kesana menggunakan Mobil Fahri.


" Fahri. aku boleh nanya?"


" Boleh, mau tanya apa emang?" Tanya Fahri yang masih fokus menyetir.


" Kakak kamu itu dokter bagian apa?"


" Bang Rasyid itu dokter yang menangani pasien yang memiliki penyakit kangker. Memang kenapa?" Tanyanya padaku


" Gue tau kenapa lo nanya soal itu ke gue. Lo penasarankan sama cerita ucup tadi soal mentari. "


Akupun mengangguk.


" Aku cuman khawatir aja sama mentari. "


" Gue sama tari itu udah kenal dari kecil. Mamah gue sama Bundanya tari itu sahabat. Waktu tari kecil tari pernah mengalami kecelakaan, kejadiannya malam hari saat itu hujan lagi turun deras. Waktu itu tari lagi tidur di mobil di belakang sendiri.


Jalanan waktu itu sangat licin, dan pada saat itu mobil ayahnya tari remnya blong. Saking paniknya ayahnya tari ngebangunin tari terus nyutuh tari sama bundanya loncat dari mobil. Ayahnya tari waktu itu gak bisa keluar karna kakinya ke gencet dari dalam. Ayahnya tari membanting stang mobil ke arah pohon lalu pada akhirnya mobilnya rusak lumayan parah dan ayahnya tari pendarahan lumayan banyak, saat itu tari nangis histeris sampai pingsan. Semenjak itu tari jadi pendiam, dia selalu berusaha tersenyum padahal dirinya gak baik baik aja. Waktu SD kelas 6 dia sering mimisan, dan setiap liat darah dia selalu pingsan. Saat dibawa kerumah sakit dokter bilang kalau tari terkena penyakit kangker, dan penyakit itu turun temurun dari ayahnya. "


Aku cukup terkejut mendengan cerita Fahri. Aku bener bener gak nyangka ternyata penyakit yang dialami mentari lebih parah dibandingkan yang aku alami. Dan aku baru tau tari keluar negri waktu itu selama 6 bulan ternyata dia menjalani perobatan disana.


...----------------...


" Assalamu'alaikum.. "


Aku mengetuk pintu berwarna coklat tua itu sambil mengucap salam.


Tidak lama pintupun di buka.

__ADS_1


" wa'alaikum salam... eh fatia, ayo masuk nak!"


Aku dan bagaspun masuk kedalam mengikuti Bunda mentari.


" Mentarinya ada di kamar, kalian pada keatas aja. Diatas juga ada Nayla sama kakaknya fatia tadi kesini. " ucap bunda


" Kakak? Bang Rey kesini?" Tanyaku


" Iya bahkan dari kemarin Reyhan suka kesini jengukin mentari. " Ucap bunda memberi tahuku.


Pantas saja Bang Rey sering pulang malam akhir akhir ini. ternyata ke rumah mentari dulu. Aku jadi penasaran apa Bang Rey udah mulai suka sama tari?


" Yaudah fatia sama fahri keatas ya bun. "


Aku dan fahripun pergi ke atas menuju kamar mentari. Saat aku masuk kulihat mentari yang sedang di suapi bubur oleh Bang Rey. Tapi tidak ada Nayla disini, lalu Nayla kemana?


" Ehemm.. " Akupun berdehem, membuat kedua insan yang berbeda jenis itu terjejut lalu menatap kearahku.


" Fatia.. " Ucap Mentari dan Bang Rey kompak.


" Abang kok ada disini?" Tanyaku basa basi. padahal aku sudah tau dari bunda.


Wajah Bang Rey nanmpak kebingungan. Sumpah ingin sekali rasanya aku tertawa melihat raut wajahnya sekarang yang nampak kebingungan mau menjawab apa.


" Emh- Ya jenguk tari lah. " jawabnya


" ohhh.. "


" Dari tadi Bang?" Tanya fahri yang ikut ikutan bertanya.


" Iya " Jawabnya


Aku dan fahripun saling bertatapan, lalu kami tertawa bersama. Membuat Bang Rey dan Mentari kebingungan


" Aduhh.. sumpah kocak banget sih bang mukanya.. " Ujar Fahri sambil tertawa.


" Oh jadi kalian ngerjain saya. "


" Maaf.. gak sengaja bang... " kata fahri.


* Next.....

__ADS_1


__ADS_2