
Aku Bangun sebelum subuh seperti biasanya, tahajud lalu tadarusan Al- qur'an sambil menunggu azan subuh berkumandang, sesudah shalat subuh aku membantu Umma masak didapur untuk sarapan.
Aku dan Umma memasak Nasi goreng dan Ayam goreng. Sesudah memasak aku ganti baju seragam siap siap untuk berangkat kesekolah.
Kami makan dengan khusyu tanpa suara.
Sesudah makan aku pergi kesekolah diantar oleh Bang Rey.
Tidak ada percakapan sama sekali. Akupun membuka suara bertanya pada Bang Rey.
" Bang Rey tau gak mentari gak masuk sekolah loh udah tiga hari. "
" kenapa? " Tanya Bang Rey
" Gak tau, waktu itu udah acara dirumah yang waktu aku pulang dari rumah sakit Mentari masuk, cuman sikapnya kaya aga berubah gitu dia jadi jarang ngobrol. Ya walaupun dia suka senyum ketawa tapi aku tau itu semua cuman untuk nutupin kesedihannya. "
" Abang tau gak? aku kagum banget sama mentari dia gak punya Ayah, Ayahnya meninggal waktu dia kelas 6 SD. Ayahnya meninggal karna punya penyakit kangker. Sekarang tari cuman tinggal sama Bunda dan Kakaknya, aku juga gak tau sih kakaknya yang mana tapi setau akusih katanya laki laki. Bunda sama Kakaknya nerusin perusahaan milik ayahnya. dan mentari juga kerja diam diam tanpa sepengetahuan Bundanya, tari gak perna jajan atau beli apapun pakai uang pemberian Bundanya. Setiap Bundanya transfer selalu tari tabung di Bank dan gak pernah tari gunain kecuali untuk kepentingan yang bener bener penting. Dia selalu tersenyum walaupun sebenarnya dia itu rapuh. Kakaknya juga masih kuliah belum meng gajih pembantu dirumahnya. jadi mentari kerja diam diam, tari kerja diam diam dari kelas 1 SMA itupun aku baru tau waktu aku pergi beli minum ditempat biasa kita beli. mentari kerja disana siang pulang sekolah sampai sore jam 06:00."
Aku bercerita semua tentang Mentari pada Bang Rey. Dan kulihat wajah Bang Rey yang tersenyum tapi ada raut kecewa juga dimatanya.
" Dia hebat ya. " ujar Bang Rey pelan tapi masih didengar olehku.
Akupun sampai disekolah saat aku turun kulihat mentari keluar dari mobil.
" Mentari.. " panggilku. Mentaripun menengok sambil tersenyum lalu berjalan kearahku.
" Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikum salam. "
" Kamu kemarin kenapa gak masuk?"
" Aku kurang enak badan."
__ADS_1
Akupun hanya mengangguk saat kami mau berjalan tiba tiba Bang Rey memanggil Mentari.
" Boleh ngomong sebentar gak? " Tanya Bang Rey menatap Mentari. Diangguki mentari.
" Yaudah aku masuk ke kelas duluan ya. " pamitku.
...----------------...
POV Reyhan
Aku diam di kursi dekat taman sekolah dengan Kak Reyhan.
" Tari.. kamu gimana kabarnya?" tanya Kak Reyhan.
" Alhamdulillah sehat. "
" Soal Fatia sama Aditya gimana? " Tanyaku
" Mereka baik baik aja dan kayanya udah ada sedikit kemajuan. "
" Terus tentang kita~
" Aku udah mutusin, tari akan nyerah dan berusaha buat lupain Kak Rey. Rencananya minggu depan aku mau pindah ke Australia tinggal disana sama nenek dari Alm ayah. " potongku sambil menunduk.
" Mentari cuman mau bilang. Makasih untuk semuanya, makasih karna selama Mentari kenal sama Kak Rey Mentari jadi tau bagaimana rasa menyukai seseorang, caranya tertawa lepas, caranya tersenyum dan menangis. Makasih juga Kak Rey pernah nolong Mentari, dan mentari seneng bisa deket dengan Kak Rey walaupun hanya dianggap sebagai adik. "
Aku tersenyum sambil menatap Kak Rey
" Mentari pamit masuk dulu ya Kak, udah mau bel masuk. Asaalamu'alaikum"
Aku langsung pergi, lalu berlari menuju kelas.
sesampainya dikelas aku langsung menghambur kepelukan Fatia menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
" Kamu kebapa tar?" tanya Fatia terkejut.
" Kamu diapain sama Bang Rey?"
" A- aku gak di apa.. apainn.. kok fat. "
" Terus kenapa kamu nangis. "
Aku menceritakan semuanya sama fatia.
" Terus minggu depan kamu mau pindah ke Australia?"
" Iya. Tapi cuman sementara doang kok. " Jelasku.
" Eh si tari kenapa nangis.. biasanya galak lo kok jadi sed gitu sih. " Ujar Udin.
Farhan langsung memukul kepala temannya itu.
" Dia lagi nangis malah lo gituin pea. "
" Ya guekan maksudnya mau ngehibur. "
" Tapi cara lo salah. " Ucap Farhan agak emosi.
" Yaelah nge gas ae lo kalau ngomong ma gue heran dah. "
" Iya deh terserah lo aja, gue cape ngomong sama lo mah tau gak? yang ada energi gue ke kuras sia sia. "
Aku dan Fatiapun tertawa bersama.
" Tuh liat jadi ketawakan si tari. "
Aku bener bener bersyukur bisa punya sahabat seperti mereka, aku berharap Allah selalu lindungin kalian semua orang orang yang aku sayangi. Aku tersenyum memandang mereka.
__ADS_1
Next.....