FatiaAditya

FatiaAditya
Welcom fatia


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir aku dirumah sakit. Kata dokter, siang ini aku udah boleh pulang kerumah. Senang sekali rasanya, akhirnya aku bisa sekolah lagi bisa tidur dikamar aku sendiri, bisa makan masakan Umma.


Jam menunjukan pukul 09:43, aku sedang duduk dikursi ruang rawatku dan sudah siap dengan gamis berwarna biru langit.


" Udah siap aja yang mau pulang. " ujar Bang Rey lalu duduk disampingku.


" Iya lah fatia udah gak sabar pengen cepet cepet pulang kerumah. " Aku tersenyum melihatkan jejeran gigiku yang berwarna putih, rasanya senang sekali.


" Orang kata dokter gak jadi. " Goda Bang Rey iseng.


" Apasih orang boleh kok. " ucapku kesal. Dan Bang Reypun tertawa.


13:26.


Gak lama dokter datang keruangan untuk memeriksa keadaanku apakah boleh benar benar pulang sekarang atau nanti.


Dokterpun memeriksa aku dan Alhamdulillah semuanya hasilnya bagus dan aku udah boleh pulang sekarang, tinggal mengurus administrasi.


" Makasih ya dok. "


" Sama sama"


Dokterpun keluar dari ruangan diantar oleh Bang Rey. Lalu Bamg Rey masuk kembali menghampiriku.


" Bang ayo cepetan urus administrasinya biar cepet pulang." ucapku tak sabar.


" Nanti tunggu Abi sama Abah dulu, katanya nanti Abi yang urus. " Jelas Bang Rey.


Akupun mau tak mau terpaksa harus menunggu, walaupun sebenarnya aku sudah bosan disini.


...----------------...


Gak lama Abi dan Abahpun datang, lalu mengurus administrasi. sesudah mengurus administrasi akupun pulang kerumah.


Sesampainya dirumah aku melihat ada tiga mobil di garasi depan rumah. Mobil siapa? tanya tanyaku dalam hati, Apa ada tamu? tapi kalau ada tamu kok sepi ya.


Akupun masuk kedalam rumah dengan kursi roda yang didorong oleh Bang Rey.

__ADS_1


Saat pintu terbuka.


" Welcom back to Home fatia. "


Aku benar benar terkejut. Ada banyak balon balon dan hiasan tulisan tulisan, dan juga semua teman teman ada Mentari, Udin, Farhan, Bagas, Nayla, dan Aditya.


" Ya ampun kaliannn.. " Aku benar benar terharu.


" Selamat datang fatia. semoga kamu sehat terus ya, kalau gak ada kamu serasa gak lengkap tau gak? gak ada yang nasehatin kita lagi." ucap mentari


" Iya bener Abang juga jadi kesepian. " Ujar Udin tiba tiba dan disoraki oleh yang lainnya. Akupun tertawa.


Acara sambutanpun sudah lalu dilanjut dengan acara makan makan bersama. Kami saling bercanda, dan berbincang bincang, sampai tak terasa waktu sudah sore.


" Fat aku pulang duluan ya. " ucap nayla


" Kamu pulang sama siapa?" Tanyaku


" Sama aku aja. " Ucap Bang Rey dan Bagas kompak.


Naylapun memilih diantar pulang oleh Bagas.


Abi dan Umma memang tidak mengajarkan anak anaknya berpacaran dan kamipun memang tidak dibolehkan berpacaran oleh umma. Dari kecil umma dan abi mendidik aku dan Bnag Rey dengan baik. Karna kamipun tinggal dilingkungan pesantren.


Tapi yang namanya jatuh cinta sih wajar asal tidak berlebihan. Sebenarnya Bang Rey suka dengan Nayla sudah lama, sejak pertama kali mereka bertemu saat Nayla main kerumah.


Tapi sayangnya Nayla hanya menganggap Bang Rey Abang. Tapi Bang Rey gak pernah nyerah, sampai pada akhirnya Bang Rey tau kalau nayla suka dengan Bagas sahabatnya Aditya. Entahlah gimana nantinya tapi mentaripun suka dengan Bang Rey tapi Bang Rey sama sekali tidak tau. Memang dasar cowok gak peka.


" Kak Rey gak mau minum?" Tawar mentari mengasongkan segelas air pada Bang Rey, dan diterima oleh Bang Rey.


Padahal aku liat Bang Rey sama Mentari juga cocok kok.


" Bang Rey emang bego ya, cewek sebaik Mentari gak malah di diemin malah ngejar yang gak pasti. " ucap Aditya yang tiba tiba ada disebelahku.


" Bang Rey memang tipikal cowok yang gak peka. Sebenarnya aku juga kesian sama Mentari. "


" Kenapa gak coba kamu bantu deketin mereka aja?"

__ADS_1


" Iya juga ya, kok aku gak kepikiran kesitu. "


Mentaripun berjalan kearahku.


" Fat aku pulang duluan ya?" Izin Mentari.


" Kamu pulang sama siapa?" Tanyaku


" Sendiri. "


" Kamu tunggu sini aku panggilin Bang Rey biar anterin kamu pulang. "


" Eh, gak usah aku bisa sendiri kok. "


" Lo tuh cewek, bahaya pulang malem malem sendiri. " ucap Aditya


" Bang Rey.... " Teriakku memanggil Bang Rey.


" Kenapa? " Tanya Bang Rey.


" Bang tolong anterin mentari pulang dong kesian udah malem. "


" Gak usah, aku bisa kok sen~


" Ayo aku anter udah malem juga. " potong Bang Rey.


Mentaripun mengangguk pamit, lalu pergi keluar mengikuti Bang Rey.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Next....


__ADS_2