
pada malam itu keluarga Orami menemukan Al yang tergeletak pingsan,di perpustakaan .akhirnya malam itu kamar Al di jaga ketat oleh para pasukan untuk menghindari kejadiannya mengerikan.
paginya Al bangun dengan rasa nyeri di bibir bawahnya , setelah mengumpulkan seluruh kesadarannya agar bisa melihat dengan baik.dan mata Al terbelak setelah mengigat apa yang terjadi tadi malam,Al tidak mengigat jelas wajah itu tapi dia ingat jelas warna mata laki² itu . merah tapi bukan merah darah , matanya sangat sipit dan tajam sungguh warna merah terang itu benar² sangat menakutkan.
setelah selesai memikirkan itu Al sangat takut karena dia ingat belum menyembunyikan belati nya, dia segera bergegas bersih² lalu berjalan menuju ruang makan. di sana seluruh keluarga besar Orami tengah berkumpul menikmati makanan yang tersedia.al berjalan mendekat lalu duduk di kursinya .
"Al apa kau baik-baik saja?"
Liu bertanya dengan khawatir .
"ya kake tenang saja aku baik² saja ko"
katanya sambil mengambil makanan yang ada di meja.
"oh ya, Al kami menemukan belati dari pasukan kabut di tempat kejadian apa hubungan mu dengan mereka?"
Ge bertanya dengan muka yang sulit di jelaskan.
"jujur aku tidak tau apa², yang aku ingat hanya mata berwarna merah terang"
Al berkata sambil mengunyah makanannya.
"haaa?"
semua keluarga Orami kaget atas apa yang Al katakan.
__ADS_1
"ini , apa maksudnya mereka kembali?"
Yan bertanya tentang sedikit gemetar .
"ya, ini jelas adalah dia"
"akhirnya dia terbangun dari tidurnya"
semua orang terdiam dan tak lama Yu berkata.
"amankan semua kediaman keluarga Orami dan sampai ada masalah yang akan terulang"
"baik"
sehabis makan Al langsung pergi ke kamar dan mendengar ucapan semua keluarganya Al sedikit terbantu .ini menjadi mudah ya mungkin sih.
"jadi yang tadi malam itu , adalah orang dari pasukan kabut berarti semua teka teki selama ini akan selesai jika aku langsung bertemu dengan nya dan menanyakan langsung!"
Al benar² tak menyangka bahwa dia bisa berfikir seperti itu, dan pastinya dia sangat Banga dengan apa yang terjadi. Hinga ya , dia mengingat belati itu dan kembali ke perpustakaan untuk mengambil belatinya .
saat melewati koridor Al merasa seperti sedang di awasi oleh seseorang dia mencoba positif tapi dia terus di buat waspada , Hinga sebuah anak panah hampir membuat mata kirinya buta , hampir saja Al langsung menghindar ya walau di bawah mata kirinya sudah ada goresan yang mengeluarkan darah .
tap,,tap
seorang prajurit berlari ke arah nya dan berkata
__ADS_1
"maaf nona Al kami kira anda adalah penyusup, karena ada berjalan mengedap²"
"ehhh, ya tidak apa² hanya luka gores "
"baiklah sekali lagi kami minta maaf"
akhirnya para prajurit pergi.
"ya ini salah ku bukan salah mereka"
Al kembali berjalan dan sekarang tidak mengedap² lagi ya takut tidak bisa menghindar.ahirnya Al sampai di depan pintu perpustakaan, saat dia memasuki perpustakaan dia melihat belati ya masih ada di tempat kejadian .
setelah mengambil belati itu Al kembali ke kamar ,di perjalanan Al ke kamar dia berpapasan dengan Liu . jujur Al mengakui bahwa walaupun dia sudah tua tapi dia masilah sangat tampan.
saat Liu melihat Al dia menyapanya.
" dari tempat kejadian Al?"
"ya , aku ke sana untuk mengambil belati "
"kau akan memeriksanya lebih lanjut ya?"
"benar, kebenaran akan terungkap jadi aku tidak bisa tinggal diam saja"
"kau benar"
__ADS_1