Fight Or Die

Fight Or Die
Alur yang berbeda


__ADS_3

Setelah sehari di rumah sakit , nay dan pelayanan kembali ke ,kediaman Orami.


Saat mereka tiba ,Al tertegun m lihat bangunan megah yang berdiri di hadapan nya sekarang . Besar bangunan ini mungkin cukup untuk di isi rumah Nay di kehidupan nyata.


"Wahh!"


AL, masih tak percaya dengan ini semua .


"Nyonya,ayo turun "


Glen , berkata kepada nyonya yang masih terkagum -kagum .


"Ehh,ya!"


Saat baru keluar dari dalam mobil ,Al sudah merasa tak enak dengan suasana saat ini .


Di depan mereka sudah ada empat orang yang menunggunya dengan , tatapan tajam.


Al dan Glen berjalan mendekati lima orang itu, Al yang sudah merasa ada aura tak ramah dari kelima orang itu pun memilih untuk melewati mereka.


Tapi ...


Sebelum Al melewati mereka , seorang pria menghentikannya dengan dengan nada dingin nya.


"Tadinya aku pikir kau sudah mati "


Al , kembali di buat bingung dengan keadaan saat ini .

__ADS_1


"Apa ?"


Tanya Al semakin tak mengerti .


Dan bukanya menjawab apa yang Al tanyakan , pria itu malah menyuruh pelayan itu mengantarkan Al ke kamarnya .


"Bawa dia ke kamarnya "


perintah pria itu kepada pelayan Al.


"Baik "


Al mengikuti Glen yang berjalan lebih dahulu ,dia mencoba tak melihat tatapan mata tajam itu .


Dengan seribu pertanyaan yang ada di kepalanya , Al menanyakan pertanyaan lagi kepada Glen.


"Siapa kelima orang itu tadi?"


Dan Glen berhenti, menatap nyonya itu dengan rasa tak percaya.


"Apa nyonya, benar-benar tidak ingat ?"


Dan Al menjawab dengan gelengan kepala.


Glen masih tak percaya dengan nyonya nya itu, tapi dia sekarang hanya bisa memberitahu nyonya itu dengan sabar


"Yang berbicara tadi adalah ayah nyonya,tuan Yu ORAMI , lelaki dengan kulit pucat tadi adalah Kaka pertama nyonya Ge ORAMI, perempuan dengan kuncir kuda tadi adalah adalah Kaka kedua nyonya Yan ORAMI, dan yang ,,"

__ADS_1


Belum selesai Glen berbicara Al sudah memotong pembicaraannya.


" Itu pasti ibu ku !"


Tebak Al dengan semangat .


Dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Glen.Belum selesai Al bertanya mereka sudah sampai di depan pintu kamar nya .


"Silahkan nyonya istirahatlah dulu "


kata Glen sambil membuka pintu kamar nyonya.


"Baik lah terima kasih , Glen"


Al berkata dengan senyuman manis.


Al masuk ke dalam kamarnya dengan rasa penasaran ,kenapa keluarga Al ORAMI bisa begitu menyeramkan bukan kah keluarga mereka terkenal akan kelembutan sifat mereka .


Al di pengaruhi banyak pertanyaan sekarang , ada yang aneh dengan alur novel ini. Tapi Al berfikir , mungkin ini pernah di tulis tapi di rahasiakan penulis .


Al memilih untuk membersikan tubuhnya, dan dia berjalan ke kamar mandi.dan sesampainya di sana dia menemukan sebuah belati .


Dan lagi- lagi ini membuat Al bertanya, mengapa seorang lembut dan lugu seperti Al ORAMI menaruh belati , dan apa guna belati itu sedangkan Al ORAMI saja sangat lemah .


Al mengambil belati itu dan mengamatinya dengan seksama , mungkin saja di mengenal belati itu .Tapi setelah di bolak-balik belati itu dia masih tidak mendapat kan petunjuk Al berfikir ini cukup seram bagi seorang Al ORAMI mengunakan belati ini .


"Apa Al ORAMI ingin bunuh diri !!!!!!"

__ADS_1


Al mencoba berfikir lagi dan lagi Hinga dia memilih untuk menyimpan belati itu terlebih dahulu ,mungkin kalau dia sudah tak banyak pikiran lagi dia akan menemukan jawabannya.


Tolong dukungan tim kami untuk membuat lebih baik lagi terima kasih 😁😁😁


__ADS_2