
sekarang Al sedang ada di perjalanan untuk menuju kediaman Auroon , ya perjalanan panjang untuk menuju ke tempat itu dan sekali lagi kita ingatkan pewaris tunggal keluarga Auroon itu sangat terobsesi dengan kekuatan dan kekuasaan .
saat perjalanan menuju tempat kediaman Auroon Al dan El tidak berhenti berdebat tentang hal yang tidak berguna contoh nya perdebatan soal makanan tadi pagi .
"oh ayo lah El sedikit acar timun buakn masalah besar"
Al berkata dengan nada malas dan di balas dengan El dengan nada marah
"itu karena kau tidak tau bagai mana proses menjijikan yang di alami acar timun itu!"
"oh bukanya kau suka yang lembek?"
" ya tidak acar juga sih"
"emm baik lain kali kita makan acar bawang"
"aku tidak mau acar"
"ok ok baik kita sudah sampai dan woooh sangat luas bahkan dari kediaman orami!"
Al mengagumi kediaman Auroon yang dua kali lebih besar dari pada kediaman orami.
saat mereka memasuki gerbang kediaman seseorang berpakaian rapi dengan setelan jas dan kaca mata nya , mendekati mereka dan berkata .
"nona Al orami , perkenalkan saya kepala pelayan utama di kediaman Auroon nama saya Nafy dan panggil begitu saja"
Nafy tersenyum manis sambil .embenarka. kaca matanya .
Al yang melihat Nafy tersenyum langsung memegang tempat di mana jantung nya berada .
"manis sangat manis "
Al membatin dan tentu di dengar El
"dan oh demi acar timun yang menjijikan ,seleramu menurun Al "
" kau tak apa pun El"
setelah melalui proses yang cukup aneh Nafy membawa Al masuk ke kediaman Auroon,dan dia berkata bahwa tuanya Felix sedang menunggu nya di ruangannya.
__ADS_1
Al merasa seperti ada yang mengamati pergerakan ya saat pertama kali memasuki kediaman Auroon ini .
"aku merasa cukup aneh El "
sekarang Al sedang berbicara dengan El
"yah aku juga merasa sendang di awasi"
"jadi?"
Al bertanya
"apa?'
dan El kembali bertanya
"ck jadi apa yang harus kita lakukan?"
"waspada mungkin"
"baiklah lupakan"
tidak terasa setelah berjalan cukup lama mereka sudah ada di depan pintu ruangan Felix ,pintu tersebut di lapisi emas dan terlihat sangat menarik . Nafy membuka pintu ruangan tuanya setelah mendapat izin,terlihat Felix yang duduk di kursi kebesaran nya dengan angkuh .ya sebenarnya kursi Felix memang besar untuk ukuran tubuh nya sendiri.
"hati² Al aku bisa saja merobek mulutmu atau menjahitnya"
setelah mendengar perkataan Felix yali Al sempat menciut lalu dia berbicara dengan El yang pastinya orang lain tak tau apa yang mereka bicarakan karena ada di bawah alam sadar Al .
"lihat betapa angkuh nya orang itu"
Al berkata sambil melihat Felix yang menjulang kakinya di atas kursi kebesarannya.
" dan kau sekali lagi mengacaukan tidurku"
"bukankah Nafy lebih tampan dari nya"
"diam lah Al "
El mulai lelah menanggapi ocehan Al
__ADS_1
Tampa mereka sadari seseorang mendengarkan percakapan mereka sedari tadi .
"luar biasa sepertinya kau perlu di ajari sopan santu oleh ku Al orami"
"maaf apa maksud mu tuan ?"
"atau tau Tampa kau beritahu Al , ini wilayah ku jangan semena²"
glek
Al sangat susah menelan ludahnya sendiri saat ini .
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
*terima kasih sudah membaca jangan lupa. like komen dan vote agar author semangat update novel terbaru dan episode nya dadah dan makasih😁😁***