Fight Or Die

Fight Or Die
Yu ORAMI


__ADS_3

Tok..tok


Suara ketukan di pintu kamar Al .


Al terbangun ketika mendengar suara ketukan di pintu, saat Al melihat jam di samping kasurnya . memperhatikan jam dan ini masih tengah malam .


Al mencuci muka nya dan bergegas membuka pintu kamar nya . Al terbelalak melihat ayah nya ada di depan pintu kamarnya .


"ayo"


Tampa banyak kata yu segera menyuruh Al mengikuti nya menuju ruang makan.


Saat tiba di ruang makan,Al hanya merasakan aura mencekam di sekitarnya . Al terdiam sambil menunggu Yu berbicara.


"Apa yang terakhir kali kau ingat sebelum pergi ke rumah sakit?"


Yu bertanya ,sambil melihat Al yang duduk di depannya.


Al berfikir keras, tidak mungkin kan dia bilang kalau dia bukan Al yang sebenar nya , tapi dia benar-benar tidak dapat mengingat apa yang Al Orami lakukan sampai sampai dia bisa ada di rumah sakit.


"Emm.. aku benar-benar tidak ingat"

__ADS_1


mendengar ucapan putri ketika itu Yu hanya bisa membuang nafas kasar.


"Apa kau tau ?"


Yu bertanya sambil berdiri dari posisi duduknya, dan berjalan menuju peralatan memasak lalu mengambil sebuah pisau.


"Kau sudah terlalu jauh dengan semua pertanyaan di otak mu itu "


yu melanjutkan kata katanya sambil berjalan menuju tempat yang Al duduk Ki . dan mengarahkan pisau ke arah wajah Al .


Al yang kaget melihat tindakan itu, mengira bahwa sekarang ayah nya itu sedang bercanda .


"apa maksud ayah aku tidak mengerti?"


Tidak ada tanggapan dari ayahnya itu , hanya ada suasana sunyi di ruang makan itu .dan Tampa Al sadari ternyata dari tadi Yu sudah menggores sebuah luka di pipi kiri al dan itu tepat berada di bawah matanya .


Perlahan tapi pasti darah dari pipi Al mengalir keluar , Al hanya dapat melihat tatapan dingin dari ayah nya itu .


Karena Al tidak ada reaksi dari goresan tersebut yu mencekik leher Al , dia sempat menyesal mengatakan Ayah nya itu sedang bercanda .


Al merasa bahwa yu sekarang tidak main main atau hanya sekedar ancaman ingin membunuh Al saat ini .

__ADS_1


Sesak dan nafas nya tersengal sengal membuat ,Al merasa hidup nya sudah berakhir.Yu melepas cekikan di leher Al saat itu juga , Al merasa sudah sangat beruntung saat cekikan itu di lepaskan .


Lalu sebelum Yu pergi dia berkata kepada Al .


"jangan terlalu banyak tau , atau kau yang akan tau akibatnya"


Yu Orami berkata dengan penuh penekanan di setiap katanya .


"istirahat lah Al "


tu menyuruh Al beristirahat.


Akhirnya Al kembali lagi ke kamarnya ,dia buru buru melihat di cermin wajahnya yang di gores dengan pisau tadi .dan melihat bekas cekikan yang berbekas di lehernya.


Al yang merasa lelah dengan kejadian di ruang makan itu pun beristirahat untuk melupakan apa yang sudah terjadi . Al tidak menyangka hubungan antara Yu ORAMI dan Al ORAMI sangat lah buruk , Sampai sampai Yu ORAMI ingin membunuh Al ORAMI.


Dan setelah Al memikirkan nya lagi dia memang terlalu banyak memikirkan hal hal yang belakangan ini membuat dia tidak konsentrasi.


"Kebenaran itu indah dan mengerikan maka dari itu harus di perlakukan dengan hati hati"


Kata kata Yan melayang layang di otak Al dan tak lama dia sudah terjun ke dunia mimpi .

__ADS_1


Tolong dukungan tim kami untuk membuat lebih baik lagi dan tolong tinggalkan like yaTerima kasih untuk dukungan mu 😁😁😁


__ADS_2