FIGURAN NOVEL

FIGURAN NOVEL
BAB 11


__ADS_3

Sudah lebih dari satu bulan Ananta tinggal di dunia novel, banyak sekali yang berubah dari sifat antagonis, dan protagonis sekalipun.


Ananta bahkan dari awal datang memang sudah tidak terlalu terpaku kepada alur cerita novel karena lambat laun memang akan berubah ketika kedatangannya ke dunia ini.


"Ta, gaskeun kita ke kantin incess udah laper ni." Ajak Bella kepada Ananta.


Ananta menoleh kearah seorang gadis. Gadis cantik, baik dan juga sedikit aneh.


Marabella Outfita Leonardo dari nama saja sudah bikin geleng-geleng apalagi lihat tingkah lakunya. Gadis itu merupakan anak dari sepasang suami istri Jhon Lebby Leonardo dan Marissa Sterefoamika Leonardo.


Ananta selalu menahan tawa ketika mengingat nama keluarga Bella dan dia juga sering memplesetkan dengan Lebby jadi lebay, Sterefoamika menjadi styrofoam, Marabella keingat barbel dan Outfita keingat kata Outfit.


Gadis itu biasa dipanggil Bella, gadis itu merupakan sahabat satu-satunya dari Ananta asli. Selama Ananta datang ke dunia ini gadis itu memang tidak ada karena ada urusan.


Ananta sendiri pernah bingung kenapa gadis itu bisa izin selama satu minggu penuh.


Mereka berdua berjalan menghampiri meja Keyra untuk mengajaknya pergi ke kantin. Inilah salah satu perubahan novel Ananta gadis itu sekarang bersahabat dengan Keyra. Awalnya Keyra menolak namun tidak lama gadis itu mulai menerima kehadiran mereka berdua.


Bukan itu saja Bella selaku sahabat dari Ananta bingung melihat perbedaan sikap dan sifat dari Ananta.


Gadis itu diawal juga bingung kenapa Ananta selalu mengajak Keyra bersama mereka karena pada dasarnya orang-orang banyak yang tidak ingin berteman dengan gadis antagonis seperti Keyra.


Ananta selalu menjawab tidak ada salah nya lagian yang jahat belum tentu jahat dan yang baik belum tentu baik itulah yang selalu Ananta ucapkan kepada Bella.


Alasan Ananta bukan itu saja gadis itu juga ingin merubah sikap dan sifat Keyra salah satunya ingin merubah takdir Keyra yang sudah di tentukan oleh sang penulis karena antagonis juga berhak bahagia.


Bella sebenarnya bukan menolak Keyra bergabung dengannya. Gadis itu bahkan dengan senang hati Keyra bergabung dengan mereka berdua.


Karena Bella juga sadar bahwa Keyra tidak akan menjadi antagonis kalau tidak ada penyebabnya. Namun Bella hanya bisa menangkap dengan satu, tidak ada yang tidak ikhlas ketika tunangan lebih peduli dan pacaran dengan orang lain tapi menurutnya itu wajar daan selebihnya Bella tidak tahu perihal kenapa Keyra menjadi singa betina ketika melihat Flora.


Dulu Bella tidak mengajak Keyra bergabung karena Keyra yang selalu pergi meninggalkan kelas setelah bel istirahat atupun bel pulang berdering sehingga gadis itu kurang beradaptasi dengan teman kelasnya.


Keyra sendiri sudah mulai terbuka dan selalu mengajak mengobrol ataupun bertanya kepada teman kelasnya.


Untung saja teman kelas juga sudah mulai terbiasa dengan Keyra mereka fine-fine saja karena memang Keyra selama ini tidak pernah membully teman kelasnya.


Lagian siapa coba yang menolak untuk berteman dengan gadis cantik seperti Keyra.


Pemikiran mereka juga sama karena siapa yang tidak marah ketika tunangannya lebih milih cewek lain jadi menurut mereka wajar saja.


Bahkan tidak Keyra tahu saja teman kelasnya juga tidak menyukai Flora karena menurut mereka Flora itu polos-polos bangsat cewek yang merasa sok tersakiti.


"Woi Dinda!" Ananta tiba-tiba saja berteriak.


Teman sekelas Ananta yang bernama Dinda menoleh.


"Apa?"


"Jangan marah-marah takut nanti lekas tua." Dengan entengnya Ananta bernyanyi.


"Sialan lo Ata!"

__ADS_1


Ananta terbahak-bahak gadis itu kemudian meredakan tawanya.


"Din."


"Dinda!"


"Dinda elah serius woi ini!"


"Dinda!"


Dinda menoleh lagi kepada Ananta dengan wajah kesal. Ananta menahan senyum.


"Jangan marah-marah, nanti ku tumbuk dadanya."


"Kabur!" Ananta langsung saja ngibrit keluar kelas ketika melihat wajah merah padam Dinda.


Harap maklum karena Ananta sedikit gila, apalagi hari ini dia belum dapat asupan bibir Ezriel. Astaghfirullah maksudnya asupan keripik kentang.


"Sialan lo anjing sini Ananta gue beneran tumbuk dada lo ya!"


Bella dan Keyra sontak menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ananta mereka berdua segera menyusul Ananta.


Ananta menunggu kedatangan nya sembari mengusap jejak air mata yang keluar akibat banyak tertawa.


Ketika melihat Keyra dan Bella sudah berada di hadapannya. Ananta langsung merangkul pundak mereka dengan dia yang berada di tengah.


"Lo makin lama makin aneh deh, Ta." Ujar Bella


"Yang penting gue bahagia, lagian ya biasanya juga lo yang aneh."


"Taik lo."


Keyra yang melihat perdebatan mereka hanya bisa tersenyum tipis. Akhir-akhir ini memang dia selalu tersenyum seolah melupakan beban yang di tanggung nya.


Rasanya senang juga bisa mengenal mereka berdua.


"Lo kenapa senyum-senyum, serem sumpah kayak Valak." Celetuk Ananta yang memang terus melihat Keyra senyum-senyum tidak jelas.


Keyra menoleh masih dengan senyum tipis nya.


"Ngeri anjir."


Keyra gadis itu masih saja tersenyum tipis bahkan setelah di jitak oleh Ananta bukan itu saja Bella dia juga ngeri dan merinding melihat tingkah Keyra.


Mereka bertiga sudah sampai di kantin banyak orang langsung menatap kearah mereka karena masih belum terbiasa dan percaya bahwa Keyra bisa bergabung dengan Ananta dan Bella.


"Oke guys hari ini spesial gue yang akan pesenin, lo berdua cari tempat duduk. Makanan seperti biasa kan?" Tanya Ananta.


Dengan langkah riang menuju stand makanan membeli bakso beserta minuman dingin nya. Ugh rasanya nikmat apalagi cuaca hari ini mendukung untuk memakan bakso.


"Mbak Andin bakso nya 3 porsi ya, sama es jeruk nya tiga!"

__ADS_1


"Oke neng Ata di tunggu pesannya nya, entar mbak antar ke meja."


Setelah mengacungi jempol Ananta kembali untuk mencari keberadaan kedua sahabatnya berada.


Namun baru saja berbalik Ananta menabrak seorang pria sampai makanan nya itu terjatuh. Sontak Ananta membulatkan matanya apakah ini karma karena telah mengerjai Dinda teman kelasnya.


Ananta menghampiri pria yang sedang menatap makannya yang jatuh. Ananta menepuk pundaknya guna melihat siapa pria itu.


Pria itu berbalik dan menatap orang yang menepuk pundaknya. Pria itu menatap Ananta dengan mata berkaca-kacanya.


"Yak! Kiyowo!" Jerit Ananta bukan itu saja gadis itu bahkan mencubit pipi pria itu.


Pria itu yang mendapat cubitan langsung saja menangis, "Hiks pipi Lio di cubit huwaaa."


"Bunda Lio mau pulang hiks pipi Lio dicubit hiks sakit."


Ananta kelimpungan ketika melihat pria itu malah menangis.


"Aduh duh maaf, maaf gue nggak maksud."


"Hiks pipi Lio sakit, Lio bakalan aduin sama bunda Lio hiks."


Pria bernama Lio itu terus menangis membuat Ananta menoleh kesana kesini yang ternyata orang-orang sedang menatap nya.


"E-eh udah jangan nangis nanti gue kasih permen milkita." Bujuk Ananta tetapi dia bingung sendiri harus membujuk seperti apa.


"Beneran?"


Ananta mengerjapkan matanya berkali-kali ketika melihat pria itu yang sudah tidak menangis.


Ananta mengangguk dengan mantap, "Iya nanti gue kasih permen milkita, jadi lo berenti ya nangisnya."


Lio mengangguk dengan patuh.


"Jadi nama lo siapa?" Tanya Ananta setelah memberikan permen milkita nya yang untung saja ada di saku seragamnya.


"Nama aku?" Tanyanya menunjukkan diri sendiri.


Lio masih memiringkan kepalanya sedikit dengan mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Nama aku Lio Malvino Attharazka."


Ananta mengepalkan tangannya ketika mendengar nama pria itu.


Dia sedari tadi menahan diri saking gemasnya melihat tingkah pria itu bahkan saking gemasnya Ananta ingin memutilasi pria itu.


"Nah kalo gue, Ananta Sky Fernandez."


Lio mengangguk dengan lucu dan mata berbinar ketika mendengar nama Ananta.


"Nama kamu cantik Lio suka, Lio panggil Ata aja nggak papa 'kan?"

__ADS_1


Ananta mengangguk sambil tersenyum manis.


"Lio pergi dulu ya, mau pamer kalo Lio abis dapet permen milkita."


__ADS_2