FIGURAN NOVEL

FIGURAN NOVEL
BAB 3


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Ananta tidak pergi kemanapun gadis itu hanya berdiam diri di kamar dan keluar kamar ketika akan makan saja.


Yang dia lakukan hanya tidur, bermain ponsel, menonton drama, membaca aplikasi novel online, makan, rebahan, menghalu dan kegiatan anak rebahan lainnya.


Mengingat waktu itu Ananta akan mengecek apakah ada aplikasi dunia oren di dunia ini ternyata tidak ada kawan-kawan.


Ananta bahkan frustasi karena aplikasi yang di cintai lebih dari aplikasi apapun ternyata tidak ada. Aplikasi dunia oren aplikasi yang paling dia sering buka tanpa terlewat pun, aplikasi khusus para penghalu cogan fiksi tidak ada.


Pada akhirnya dia mencari tentang aplikasi novel online yang lainnya. Dan usaha dia tidak sia-sia dan menemukan aplikasi novel online yang banyak penggunanya di dunia ini, aplikasi NoHal, dari singkatan Novel Halu. Edan sekali kan pembuat aplikasi itu.


Namun tidak boleh menghina dari luarnya saja bahkan aplikasi ini tidak jauh dari aplikasi dunia oren. Gokil lah pokoknya.


Ananta sudah dua hari ini dia tidak memasuki sekolah alasannya ya klasik saja males, dan keluarganya pun memaklumi karena yang mereka tahu bahwa anak gadisnya itu sedang sakit padahal upit. Jangan meniru Ananta ya kawan.


Ananta rasanya itu bagaikan mendapatkan beribu-ribu kebahagian dan kepuasan, namun dia ingat tidak boleh terlalu bahagia karena siapa tahu suatu saat ada kejadian yang tiba-tiba membuat dia kehilangan kebahagiaan itu.


Ananta disini bisa merasakan apa yang namanya kasih sayang kedua orang tua. Ya Meskipun itu bukan hak asli miliknya tapi tidak apa-apa kan Ananta merasakan itu.


Hidup Ananta penuh dengan warna, keluarga yang harmonis, pintar, orang kaya, dan kekasih yang tampan. Nikmat mana coba yang kau dustakan.


Tidak seperti hidup di dunia aslinya yang serba keras, hidup sendiri dan berjuang sendiri.


Ting


Sebuah notifikasi membuyarkan lamunan Ananta, dia membuka ponsel siapa yang mengirim sebuah pesan kepadanya. Ternyata itu adalah kekasihnya ah lebih tepatnya kekasih Ananta asli.


El🐥


nggak sekolah lagi?


Alis Ananta bertaut membaca pesan itu, namun tidak lama dia tersenyum tipis. Kalian jangan mengira Luna tidak pernah menjalin hubungan, dia pernah bahkan bisa dibilang dia juga punya mantan. Namun sekarang tidak alias jomblo, tapi tiba-tiba datang ke dunia novel sekarang dia malah mempunyai kekasih. Bahkan kekasihnya yang sekarang wajib dia banggakan dan pamerkan.


Bagaimana tidak. Pacarnya yang sekarang itu anak sultan, ketua geng motor, ganteng, pintar, punya roti sobek, badboy, coolboy, dan jago beladiri.


Bukan itu saja, Ezriel pria itu merupakan wakil ketua basket dan anak kesayangan guru meskipun dia anak bandel pria itu memiliki banyak sekali penghargaan yang dia dapatkan baik akademik maupun non akademik sekaligus. Namun setiap manusia tidak ada yang sempurna, pria itu mempunyai wajah tabokeable karena sering menampilkan raut wajah datar dan dingin.


Namun bagi Ananta pria itu sudah perfect. Betapa bahagianya hidup Ananta sekarang.


Ananta bahkan sudah mempunyai tujuan yaitu membuat sang kekasih bucin dan tidak akan pernah berpaling sedikit pun.

__ADS_1


€€€


Dilain tempat terdapat beberapa siswa yang sedang membolos di rooftop. Ada sekitar lima orang dengan pakaian terkesan ala-ala badboy.


Bukan itu saja mereka berkumpul tidak jauh dengan kata merokok. Bahkan sampah-sampah berserakan bekas kuaci, kaleng soda, permen, dan chiki-chiki yang lainnya.


"Daritadi gue liat lo mantengin mulu HP, ngapain bro." Tanya salah satu dari mereka.


Sontak ketiga yang lainnya menatap seorang pria yang memang sedari tadi menatap ponsel yang dia pegang seperti menunggu balasan seseorang.


Pria itu menoleh tanpa menjawab dan meletakkan ponsel di meja.


Pria yang tadi bertanya mendengus, "Capek aduh capek gue." Ujar pria itu sembari menampilkan raut wajah lelah, ia bernama Agam Ginanjar, second lead novel.


"Capek bobo dong sayang." Jawab salah satu dari mereka, bahkan pria itu menampilan wajah alaynya, dia Aleander Anggara. Sang figuran novel sekaligus si playboy mulut lemes dan orang yang paling membenci Keyra.


"Jijik anjing."


"Ga, hubungan lo sama Keyra gimana?"


Arga mendengus dan memutar bola matanya malas ketika mendengar pertanyaan dari Agam.


Agam menjitak kepala Ale dengan gemas, "Kan gue nanya tolol"


"Sialan sakit anjing."


Arga menghembuskan asap rokok, "Nggak gimana-mana ya lo tau dia masih kekeuh ngejar gue."


Perlu kalian ketahui meskipun Arga terkenal dengan sifat cuek dan dingin namun ketika dengan sahabat nya dia akan berubah menjadi banyak berbicara. Tidak seperti dua orang lainnya tetap saja jarang berbicara siapa lagi kalau bukan Ezriel dan Genta.


"Tapi kadang gue kasihan sama dia."


Ale memutar bola matanya malas. "Nggak perlu di kasihani cewek kayak dia mah."


Arga membuang rokok dan menginjak nya, "Kenapa?"


"Ya lo mikir dong, dia tunangan lo tapi lo dengan teganya deket sama cewek lain bahkan lo berani banget main kasar sama dia. Tapi Keyra masih aja ngejar-ngejar lo."


Arga mendengus, "Terserah gue lagian salah sendiri malah nge bully Flora, udah tahu gue nggak suka tuh ama cewek masih aja ngejar-ngejar gue."

__ADS_1


Mereka bertiga yang mendengar hanya menyimak tanpa memotong ataupun membuka suara.


"Tapi menurut gue perlakuan lo sama dia salah, salah banget malah. Kalo lo emang nggak suka yaudah jangan maen kasar." Agam dia akan melanjutkan kembali ucapannya namun sudah terlebih dahulu dipotong oleh Genta.


"Kata Agam bener, harusnya lo jadi cowok jangan main kasar kalo perlu lo bilang baik-baik sama Keyra karena dia itu cewek punya hati yang lembut dan ketika dibentak pasti sakit hati. Mana yang ngebentak itu tunangannya sendiri. Lo harus nya gentle jadi cowok bukannya maen kasar apalagi itu tunangan lo sendiri. Kesannya itu kayak banci di perempatan lampu merah."


Agam Dan Ale yang mendengar ucapan terakhir melipatkan bibirnya menahan tawa.


"Gue bukannya ngebela ataupun ngedukung Keyra, tapi kalo pun gue jadi Keyra gue juga bakalan ngelakuin apa yang di lakuin Keyra ketika tunangan sendiri lebih care, lembut, perhatian sama cewek lain daripada tunangannya sendiri."


"Jadi kalo lo nggak mau Keyra ngejar-ngejar lo, putusin hubungan kalian dengan baik-baik. Karena dengan lo pertahanin ini malah membuat sakit hati Keyra. Bahkan Keyra itu juga korban dari hubungan kalian."


Ale menatap Genta dengan pandangan tidak percaya, "Sialan gue kaget liat lo ngomong panjang lebar kayak gini kerasukan apaan lo sampe ngomong panjang gitu."


"Lo suka sama Keyra?" Bukannya merenungkan, Arga malah melemparkan pertanyaan kepada Genta.


Ale membulatkan bola matanya, "Yakali Genta suka sama Keyra. Mustahil lah."


"Di dunia nggak ada yang mustahil." Jawab Agam dengan bijak nya.


Namun Arga tidak mendengar ucapan Ale, dia menatap Genta dengan intens. Sedangkan, Genta tidak menjawab apapun dia hanya menampilkan raut wajah datar dan kemudian mengedikkan bahunya. Ezriel sendiri dia menatap mereka semua tanpa mengeluarkan suara dia hanya diam menyimak.


Mereka masih menunggu jawaban Genta, tapi Genta sendiri malah beranjak dari duduknya. Pergi meninggalkan mereka namun sebelum itu dia mengatakan sesuatu.


"Gue ingetin sekali lagi kalo lo mau sama Flora lo putusin Keyra, tapi kalo lo mau pertahanin pertunangan lo dan mulai membuka hati buat Keyra lo jauhin Flora."


"Karena kalo lo tidak melakukan apapun, bukannya Keyra yang sakit hati tapi Flora juga sama. Mereka berdua korban dari kemarukan lo."


"Lo harus renungin dan milih salah satu dari mereka. Dan ingat penyesalan selalu datang di akhir." Ujar Genta tanpa membalikan tubuhnya dia kemudian pergi dari rooftop.


Setelah kepergian Genta suasana menjadi hening hanya suara angin kencang yang terdengar. Arga sendiri menatap kepergian Genta dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Tumbenan si Genta kayak gitu." Celetuk Ale yang masih tidak percaya dengan kelakuan Genta.


"Gue aja bingung tumbenan tuh anak kayak gitu." Jawab Agam dengan bingung.


Berbeda dengan yang lain yang terus mengutarakan pendapat tentang perubahan sikap Genta. Ezriel masih dalam mode datar. Tapi beda dengan pikirannya yang mengarah juga tentang perubahan sikap Genta.


Ezriel bisa menangkap satu hal dari sikap Genta barusan bahkan dari raut wajah Genta. Meskipun Genta menampilan wajah datar tapi Ezriel tahu bahwa Genta sepertinya menyukai Keyra tunangan dari Arga.

__ADS_1


__ADS_2