
Keyra gadis itu berjalan dengan perlahan memasuki mansion nya. Baru saja membuka pintu gadis itu sudah di sambut dengan sebuah tamparan keras.
Keyra memegangi pipinya yang terasa panas.
"Anak tidak tahu di untung saya kira selama ini kamu sudah berubah namun kelakuan kamu makin hari makin ngelunjak ya dasar tidak tahu diri!"
Keyra menoleh mendapati papahnya yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Maksud papah apa?"
"Bahkan dia masih baik sama kamu tapi kamu dengan teganya menyiksa dan membully nya!"
"Maksud papah apa? Keyra nggak paham." Keyra memang tidak paham apa yang di ucapkan oleh papahnya itu.
"Hiks pah udah kak Keyra kayaknya cuman marah sama aku gara-gara papah lebih sayang sama aku."
Keyra mencari asal suara dan mendapati si anak menye yang sedang menangis dengan air keruh nya.
"Bahkan adik kamu aja masih membela kamu dimana hati nurani kamu Keyra!"
Keyra menatap wajah yang sedikit mirip dengan nya yang sayang nya papah kandung nya, "Sumpah Keyra sedari tadi nggak ngerti apa yang papah ucapkan."
"Coba kamu bilang apa aja yang udah di lakuin sama kak Keyra sama kamu." Pria itu bahkan bertanya dengan suara lembutnya.
"Bilang aja nggak usah takut."
Dengan wajah menunduk gadis itu menjawab dengan takut-takut, "Kak Keyra waktu di sekolah bully aku lagi pah, bahkan kak Key juga nampar sama pukul aku hiks."
Keyra menatap tajam orang itu yang sudah memfitnahnya,"Lo! Berani-beraninya lo fitnah gue dengan mulut busuk lo itu!"
"Keyra!"
"Apa pah? Aku memang nggak bully dia!"
"Terus kenapa Flora bilang kalo kamu udah bully dia?!"
"Dia bohong pah, mana ada Keyra bully dia. Di sekolah Keyra bahkan nggak liat wajah cewek itu."
"Keyra jaga ucapan kamu, yang kamu tunjuk itu adik kamu!"
Keyra berdecih dan menatap datar papahnya, "Cih, Keyra nggak sudi anggap dia adik Keyra bahkan sebut nama nya saja Keyra nggak sudi!"
"Keyra! Saya sudah pernah bilang jaga intonasi kamu sama saya!"
"Keyra bisa jaga intonasi Keyra kalo papah sendiri juga jaga intonasi dan jangan main kasar sama Keyra!"
Baru saja mengatakan untuk tidak bermain kasar tapi sekali lagi pria yang Keyra anggap papahnya menampar nya lagi hanya untuk membela parasit yang sudah menumpang hidup di rumahnya.
"Pah, hiks udah Flora takut."
Arya langsung memeluk Flora ketika mendapati anaknya kembali menangis ketika melihat dia menampar pipi Keyra.
__ADS_1
"Makin sini sifat dan sikap kamu seperti mamah kamu yang selalu memberontak."
"Papah nggak usah bawa-bawa mamah dalam persoalan ini!" Keyra menatap tajam papahnya itu.
"Memang iya! Saya bahkan menyesal telah menikahi mamah kamu!"
Bagaikan di tusuk ribuan belati tepat di jantungnya, Keyra menatap papahnya dengan tidak percaya.
"Kalau papah nyesel nikahi mamah berarti papah juga anggap kelahiran Keyra juga penyesalan gitu. Iya?!"
"Iya saya juga nyesel nikahi mamah kamu dan nyesel punya anak yang sifat dan sikapnya tidak jauh beda dari wanita itu!"
"Wanita yang papah bicarakan itu mamah saya!"
"Pokoknya saya menyesal telah menikahi mamah kamu setelah tahu hal akhir-akhir ini!"
Arya menatap tajam Keyra kemudian pergi meninggalkan Keyra bersama Flora kedalam mansion.
Keyra menatap pintu yang sudah tertutup dengan nafas memburu. Gadis itu berbalik dan menjauhi kediaman mansion nya.
'kenapa tidak ada yang berjalan sesuai keinginannya?'
Berlari menjauhi dengan perasaan campur aduk. Marah, kesal, sedih, dan kecewa bercampur menjadi satu. Setelah sampai di tujuan gadis itu menjatuhkan diri di sebuah gundukan.
"Hai mah, maaf Cassie baru sempat datang." Sapa Keyra dengan suara sedikit serak setelah sampai di sebuah gundukan tanah.
"Mah." Keyra mengelus batu nisan yang tertera nama 'Dhara Chelsea Airlangga' dia merupakan wanita yang sudah melahirkannya kedunia sekaligus wanita yang lebih dulu meninggalkan nya. Keyra menatap batu nisan mamah nya dengan berkaca-kaca.
"Cassie bahkan lelah."
"Pasti mamah bahagia disana, Mamah kenapa pergi nggak ajak-ajak Cassie?"
"Mah. Kenapa setelah kepergian mamah perlakuan papah jadi beda sama Cassie?"
"Bukan itu saja setelah kepergian mamah, papah pernah bilang nggak akan pernah nikahin wanita lain karena papah sayang sama cintanya hanya sama mamah."
Keyra berucap dengan suara bergetar,"Dan semuanya bohong, papah nggak nepatin ucapannya itu."
Air bening mengalir di pipi mulus Keyra,"Mah. Mamah tahu pria hiks yang selama mamah ini cintai dan banggakan katanya menyesal hiks telah menikahi mamah bahkan pria itu juga menyesal telah punya anak kayak Cassie hiks."
"Cassie yang denger ucapan papah aja sakit banget, apalagi mamah."
"Tapi bagi Cassie mamah itu malaikat, peri, dan cahaya bagi Cassie. Tanpa adanya mamah Cassie nggak bakalan ada di dunia ini."
Keyra menatap gundukan mamahnya yang sudah lama pergi meninggalkan nya.
"Mamah tahu bahkan pria yang selama ini Cassie cintai suka sama orang lain mah, orang yang selama ini suka fitnah Cassie dengan embel-embel Cassie bully padahal selama ini Cassie diam."
"Mamah percaya 'kan sama omongan Cassie?"
"Wanita itu juga merebut papah. Bahkan anaknya juga merebut papah dan juga orang yang selama ini Cassie cintai hiks."
__ADS_1
Keyra memeluk gundukan tanah itu dengan sesenggukan.
"Cassie selama ini lelah, Cassie enggak kuat, Cassie mau ikut mau nemenin mamah aja."
"Tapi Cassie nggak mungkin nyerah gitu aja ketika mamah mati-matian buat lahirin Cassie dan dengan gampangnya Cassie nyerahin diri."
"Hiks mah. Cassie kangen sama mamah, Cassie kangen wajah mamah, Cassie kangen tawa mamah, Cassie kangen masakan mamah, Cassie kangen omelan mamah, Cassie kangen dimana papah sama mamah kumpul bareng sama Cassie, Cassie kangen semua hal tentang mamah."
"Kenapa, mah? kenapa mamah tega ninggalin Cassie di dunia yang kejam ini sendirian mah hiks."
"Andai, andai waktu itu Cassie ikut nemenin mamah mungkin mamah masih ada. Bahkan mungkin adik Keyra sekarang udah besar kita berempat pasti berkumpul dengan hangat dan di penuhi canda tawa."
"Kenapa mah kenapa? Keyra sendirian disini mah, semua orang ninggalin Cassie."
"Cassie sendirian Cass-Cassie ka-kangen mamah. Mah, Cassie kangen."
Setelah menumpahkan segala kesedihannya Keyra menghapus air matanya.
Bahkan gadis itu terus saja menangis dan melupakan guyuran hujan yang sedari tadi mengguyur ketika kedatangan menuju ke makam mamahnya.
Keyra tersenyum manis, "Cassie cengeng ya mah? bahkan Cassie dengan tidak tahu malunya datang kesini ketika ada masalah aja."
"Maafin Cassie ya mah, Cassie pamit ya mah. Semoga mamah tenang disana dan ingat mamah nggak boleh sedih, karena masih ada Keyra disini."
Keyra berjalan dengan sempoyongan dibawah rintik-rintik hujan dengan baju basah, kotor, dan mata sembab gadis itu terus berjalan. Untung saja hujan sudah tidak sebesar tadi ketika di pemakaman.
Keyra berjongkok, menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya. Tidak lama gadis itu terisak kembali mengingat perkataan papahnya. Pria yang mengatakan telah menyesal menikahi mamahnya dan juga menyesal telah mempunyai anak seperti dia.
"Hiks gu-gue nggak nyangka papah bi-bisa ngucapin kata itu."
"Rasanya sakit banget dimana ketika orang-orang mengatakan bahwa ayah merupakan pahlawan dan cinta pertama nya. Bagi gue emang papah cinta pertama sekaligus orang yang menyakiti hati putrinya." Keyra memukul mukul dadanya yang terasa sesak dan sakit.
Sakit fisik dan juga batin itu yang ada rasakan setelah kepergian mamah nya.
Di dunia ini semua orang yang dia sayang meninggalkan nya. Keyra lelah. Andai bisa, Keyra ingin tidur selama nya saja. Dunia ini kejam, orang-orang juga kejam kepada nya.
Keyra terus saja menangis dengan sesenggukan. Kenapa, kenapa Tuhan tidak adil kepada nya.
Tidak lama Keyra melihat sepasang sepatu dari celah-celah lututnya yang sedang berdiri di hadapannya.
Keyra berdiri dan menatap pria itu yang juga sedang menatapnya dengan wajah khawatir, mungkin.
Keyra menatap pria itu dengan senyum tipis yang sedikit terpaksa kan.
"Hiks gu-gue hiks Ge___" Ucapan Keyra tidak terselesaikan karena gadis itu sudah limbung terlebih dahulu.
Pria itu langsung melemparkan payung nya dan segera menahan tubuh Keyra yang jatuh pingsan. Pria itu langsung membawa Keyra menuju mobilnya yang tidak jauh dari dia dan Keyra berada.
Pria itu menatap Keyra dengan wajah khawatir ketika melihat wajah sembab dan pucat Keyra. Sebelum melajukkan mobilnya pria itu dengan sempat terlebih dahulu mengelus rambut Keyra.
'Key, jangan buat gue khawatir.'
__ADS_1