
Sudah dua jam lamanya gadis itu melamun dengan pandangan kosong seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan disana nya.
"Key, lo makan dulu sana. Lo pastinya dari pulang sekolah belom makan 'kan?"
Keyra menoleh dan tersenyum tipis, "Makasih lo udah bantuin gue lagi."
"Iya, santai aja."
Keheningan terjadi diantara mereka berdua. Keyra dengan pikiran yang sedang berkecamuk dan pria itu yang menatap Keyra dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Lo kenapa? Kalau lo mau cerita tinggal cerita, gue siap kok dengerin nya."
Keyra menoleh menatap pria yang duduk disebelahnya. Kenapa harus selalu pria ini yang selalu melihat nya ketika sedang menangis dan kenapa pria itu juga yang selalu menenangkan nya.
Kenapa pria ini selalu membantunya.
"Tapi kalo lo nggak mau nggak papa kok."
Keyra menatap kembali pada tayangan televisi yang sedari tadi menyala tanpa mereka tonton. Terjadi keheningan lagi diantara mereka berdua.
"Gue dulunya tinggal berdua sama papah."
"Kenapa lo ceritain?"
Keyra tersenyum tipis,"Nggak tahu gue percaya aja sama lo."
Keyra menoleh sebentar dan menatap kosong tayangan televisi,"Mamah gue udah lama ninggalin gue sama papah empat tahun yang lalu, papah juga pernah bilang nggak bakal nikah lagi."
"Dan papah nggak nepatin ucapan itu dia sekitar dua tahun lalu nikah lagi sama janda anak satu. Wanita itu punya anak cewek, dan cewek itu satu sekolah sama kita."
Keyra menoleh dan menatap Genta. Pria yang membantunya ketika pingsan dan merawatnya di apartemen milik pria itu,"Lo tahu?"
Genta menggeleng pelan.
"Cewek itu Flora Maudy Permata, pacar dari sahabat lo itu."
Genta menatap Keyra dangan pandangan rumit, tidak lama pria itu melihat Keyra tersenyum miris.
"Awalnya gue biasa aja namun lambat laun gue ngerasa nggak suka sama mereka berdua."
"Mereka berdua merebut kasih sayang papah gue, keluarga satu-satunya yang gue punya. Wanita itu merebut papah dari gue dan mamah. Anaknya juga merebut kasih sayang papah dan orang yang gue cintai."
__ADS_1
Genta memperhatikan Keyra dari samping, pria itu tidak mengucapkan satu patah kata apapun.
"Bahkan yang paling sedih..." Keyra menjeda ucapannya dan menatap Genta dengan mata berkaca-kaca.
"Kalo lo nggak mau cerita nggak usah di lanjut."
Keyra menggelengkan Kepala nya,"Bahkan papah bilang kalo papah nyesel nikah sama mamah. Papah juga nyesel hiks aku lahir."
Air mata mengalir dari mata Keyra. Genta mendekap Keyra ketika melihat air mata turun dari mata Keyra.
"Setelah kedatangan mereka berdua, perlakuan papah jadi beda sama gue. Papah lebih sayang mereka, papah lebih percaya sama omongan mereka, Papah nggak percaya sama omongan gue. Papah aja nggak segan-segan mukul, ngurung gue, tampar gue, cambuk gue, dan jedotin kepala gue Genta hiks."
"Hati gue sakit ketika papah lebih banyak ngebela mereka daripada gue darah dagingnya sendiri."
"Makanya gue benci mereka, apalagi Flora. Orang itu yang telah merebut kebahagian gue orang yang telah fitnah gue juga."
"Di rumah gue selalu dapat kekerasan fisik dan di sekolah pun banyak orang-orang yang selalu ngatain gue jahat, gue antagonis dan mencaci maki gue karena udah bully Flora."
"Padahal hiks gue nggak ngelakuin itu semua."
"Hiks Gue lelah, Genta. Gue capek hiks tapi mamah gue suka bilang gue nggak boleh nyerah hiks." Keyra menatap Genta dari bawah.
Keyra menumpahkan kesedihan nya di pelukan Genta.
Pria itu mengelus surai Keyra dengan lembut berharap Keyra sedikit tenang dengan perlakuannya.
Keyra yang selama dia kira tidak menanggung beban seberat ini ternyata gadis yang rapuh, gadis yang kekurangan kasih sayang, gadis yang selama ini menyimpan lukanya sendirian, gadis tanpa seorang pun yang berada di sampingnya.
Keyra melepaskan pelukannya setelah tenang dan menghapus jejak air mata di pipinya,"Makasih. Sekali lagi makasih udah dengerin cerita gue."
Genta mengangguk,"Udah tenang?"
"Iya."
"Kalo lo mau cerita, cerita aja sama gue dan kalo nggak mau lo bisa ceritain ini sama Ananta ataupun Bella. Intinya orang yang di percaya sama lo."
Keyra sekali mengangguk dia hampir lupa bahwa sekarang dia tidak sendirian ada Ananta dan Bella yang selalu menolong ketika dia di fitnah oleh Flora dan dibentak oleh Arga.
"Gen, kayaknya gue mau pulang aja."
Genta menaikkan sebelah alisnya,"Mau gue antar?"
__ADS_1
"Gausah gue bisa sendiri kok."
"Emang lo mau pulang ke rumah lo lagi?"
Keyra menggelengkan kepalanya,''Gue mau ke apart gue aja."
"Nggak mau makan dulu?"
"Gausah Genta, entar aja di apart gue."
"Yaudah gue antar gimana?"
Keyra tersenyum tipis,"Kenapa lo jadi cerewet gini si?"
Genta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Iya juga kenapa dia sangat cerewet sedari tadi. Tetapi, dia sadar dia memang sangat mengkhawatirkan gadis itu. Takut gadis itu terjadi apa-apa.
"Yaudah gue pulang, sekali lagi makasih."
Setelah Keyra keluar dari apartemen, dia mengernyit kenapa tempat ini sedikit familiar untuknya.
"Lah ternyata apart gue satu gedung sama Genta."
Setelah sadar dia melanjutkan dan berjalan ke apartemen nya berada, yang ternyata bersebelahan dengan Genta.
Gadis itu memang masih membawa tas sekolahnya dan untuk seragamnya sudah diganti oleh pelayan yang datang dari kediaman Genta.
Pria itu memang terniat sekali meminta pelayan wanita kepercayaan dari keluarga nya untuk datang membantu mengganti baju seragam Keyra.
Keyra menghempaskan tubuhnya di sofa. Hari ini dia sangat capek dan juga lelah sekali.
Akhir-akhir ini memang cobaan datang bertubi-tubi. seperti berlomba-lomba untuk datang kepada nya.
Tapi Keyra harus siap dan tidak boleh menyerah. Karena di setiap ada ujian pastinya akan ada hikmah, dan kebahagiaan pastinya akan datang juga. Keyra hanya perlu bersabar dan menjalani semua ini.
Tidak lama gadis itu tengkurap, ketika dengan seenaknya menceritakan kehidupan nya kepada Genta dan juga menangis di pelukan pria itu.
Jantung Keyra tiba-tiba saja berdetak tidak normal ketika mengingat kembali ke khawatiran dan perlakuan Genta selama ini yang selalu memeluknya serta mengelus untuk menenangkan nya.
"Sadar Key sadar lo udah punya tunangan, mungkin Genta gitu karena kasihan sama lo. Iya pasti kerena itu."
Masih ingat dengan Keyra ketika di pemakaman menyebut dirinya Cassie.
__ADS_1
Keyra Cassandra Airlangga. Nama Cassie diambil dari kata Cassandra menjadi Cassie.
Cassie itu merupakan nama panggilan khusus dari mamahnya dan tidak ada seorang pun yang boleh memanggilnya dengan Cassie termasuk papahnya sekaligus. Cassie nama panggilan spesial dari orang spesial di hidupnya yaitu mamah nya sendiri.