FIGURAN NOVEL

FIGURAN NOVEL
BAB 4


__ADS_3

Suara notifikasi masuk Ezriel langsung mengambil ponselnya dan ketika membuka terlihat pesan balasan dari gadisnya.


My Luna🐬


Males hehe🐒


Ezriel diam-diam tersenyum tipis tanpa sepengetahuan para sahabatnya, dia kemudian mengetikkan balasan dengan lincah.


Alasan kenapa Ezriel memberikan nama kontak gadisnya itu dengan 'My Luna🐬' karena alasan nomor satunya, gadisnya itu sangat menyukai lumba-lumba. Sehingga Ezriel memberikan nama 'Lu' yang berarti lumba-lumba.


Kalau 'Na' sendiri itu merupakan nama gadisnya yang diambil dari kata Ananta, menjadi Na saja.


Yang kedua karena dia merupakan ketua geng motor The Wolves yang berarti serigala dan karena dia ketua geng motor yang harus memiliki jiwa yang kuat dan kepemimpinan. Jadi bisa dibilang dia adalah Alpha dengan kata lain Alpha sendiri merupakan pemimpin atau ketua.


Lalu, Ezriel merupakan ketua atau pemimpin dari sebuah perkumpulan geng motor. Karena dia merupakan Alpha dan Alpha sendiri harus memiliki Luna yang berarti pasangan dari Alpha. Dia memilih Ananta sebagai Lunanya.


Alpha hanya memiliki satu pasangan abadi sampai mati alias setia begitupun sebaliknya dengan Luna. Dengan kata lain Ezriel tidak akan mencari yang lain setelah mendapatkan apa yang sudah dia miliki.


Namun, begitu ada bedanya. Alpha dan Luna ia tidak akan bisa memilih pasangan sendiri karena memang sudah takdirkan oleh Moon Goddess atau dewi bulan sang Pencipta.


Ezriel memilih pasangan nya yaitu kepada Ananta gadis yang sesuai dia pilih sendiri, gadis yang tidak akan dia salah pilih untuk menjadi pendamping nya. Ezriel juga berharap bahwa Ananta dia merupakan pasangan yang abadi sampai mati.


Jadi My Luna itu bisa di artikan Ana lumba-lumbaku dan pasanganku atau pendampingku.


Memikirkan gadis itu sedang melakukan apa, membuat Ezriel merindukan gadisnya.


Setelah mengirim balasan Ezriel berdiri.


"Mau kemana pak bos?" Tanya Ale


"Kelas." Ezriel menoleh sebentar dengan raut datar. kemudian dia melangkahkan kakinya pergi dari rooftop.


€€€


Masih dengan posisi rebahan Ananta menatap lamat langit-langit kamarnya sembari bernyanyi meskipun dia tidak hapal dengan lirik lagu itu, dia memaksakan bernyanyi. Begitulah manusia sudah tahu tidak hapal masih aja memaksa menyanyi.


Bunyi notifikasi masuk, Ananta membuka pesan yang dikirim oleh Ezriel.


El🐥


Gadis nakal


Ananta mengetik balasan kepada Ezriel.


Biarin wlee


Kali-kali jadi nakal, siapa tahu ada yang nyantol cogan badboy lagi.

__ADS_1


Send...


Baru beberapa detik Ananta mengirim, Ezriel sudah membaca bahkan pria itu sedang mengetik.


El🐥


Berani hm?


Ananta tersenyum smirk, dia kemudian membalas pesan Ezriel.


Beranilah, kenapa harus takut


Send...


El🐥


Aku kesana


Mau ngapain?


Send...


Namun Ezriel tidak membalas pesan dari Ananta. Dan Tiba-tiba Ananta meneguk ludahnya dengan kasar. Kenapa jantung dia mendadak seperti diseuko pang-pang-pang hello bitchis nanana. Maksudnya berdetak tidak normal. Mungkin perasaannya saja kali ya.


Karena tidak mendapat balasan Ananta memejamkan matanya, rasa mengantuk mulai menghampiri nya. Dia kemudian terlelap tidur menuju alam mimpi.


€€€


Perlahan Ananta membuka mata, ternyata ada seorang pria yang juga sedang memejamkan mata.


Ananta menatap fitur wajah pria dihadapannya dari kedua alis, mata, hidung mancung bagaikan perosotan, bibirnya yang em begitulah, rahang yang cukup tegas, dan bahkan ada tahi lalat di bawah hidung mancungnya.


Ananta tanpa sadar mengelus lembut pipi pria itu yang tidak lain dan tidak bukan ialah pacarnya Ezriel.


"Kenapa?"


Ananta menarik tangannya ketika mendengar suara serak dari Ezriel, namun tangannya kalah cepat pria itu malah memegang dan mengarahkan kembali kepada pipi Ezriel.


Ezriel membuka mata, menatap manik Ananta yang telihat gugup.


"Kenapa hm?" Tanya Ezriel sekali lagi.


Ananta meneguk ludah nya gugup. Tidak gugup bagaimana, tiba-tiba ketika membuka mata dihadapannya ada malaikat tak bersayap sedang tidur.


Seakan tidak baik untuk jantungnya, Ananta bersiap turun dari ranjang namun tangan dia ditarik oleh Ezriel sehingga dia menubruk dada bidang pria itu.


Pria itu bahkan langsung memeluk, menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Ananta. Beda dengan Ananta yang menegang sebentar namun tidak di pungkiri dia bahagia dipeluk cogan huhu.

__ADS_1


Mereka berdua malah saling berpelukan, Ananta sendiri mengelus kepala Ezriel dengan lembut. Melonggarkan pelukan sehingga mereka berdua saling berhadapan dan menatap satu sama lain.


"Kenapa kesini?"


Ezriel mendengus dan menatap manik Ananta, pria itu juga mengelus lembut rambut Ananta, "Emang ada larangan pacar nggak boleh ke rumah pacarnya hm. Nggak kan?"


Ananta mengangguk memang iya, tapi maksudnya bukan itu tapi ya sudahlah.


Ezriel bangkit dan menyandar di kepala ranjang, "Kenapa nggak sekolah lagi?"


Ananta juga mengikuti apa yang dilakukan Ezriel. Namun bedanya dia tidak bersandar dia menyamping menatap Ezriel.


"Males."


"Nggak boleh gitu, masa ibu dari calon-calon anakku males belajar. Entar anaknya jadi bodoh kayak kamu"


Ananta mendelik Ezriel, "Jijik tau nggak."


Ezriel malah tersenyum tipis mendengar jawaban Ananta.


Ananta melongo melihat Ezriel tersenyum tipis, senyum tipis aja sudah tampan apalagi kalo senyum lebar.


"Sana mandi, bau." Usir Ezriel


"Mana ada bau." Bahkan gadis itu mengecek dan menghirup kedua keteknya apakah memang bau seperti yang dibilang Ezriel.


"Masih wangi gini." Ujar Ananta Setelah merasa bahwa dia tidak bau, bahkan masih wangi.


Ezriel perlahan mendekat sontak Ananta menjauhkan mukanya, "Mau ngapain?" Tanya Ananta bingung


"Katanya enggak bau."


"Ya terus?"


"Yaudah sini aku cium."


"Yaudah." Ananta mendelik, kemudian dia tersenyum tipis ketika ide jahil muncul di kepalanya.


Ezriel perlahan mendekat dan Ananta langsung saja mengangkat sebelah tangannya, "Cium ni ketek nih cium." Gadis itu mendekat keteknya kehadapan Ezriel.


"Sini katanya mau cium." Ananta terus saja menyodorkan keteknya ke wajah Ezriel.


"Nggak bau kan?"


Ananta terbahak ketika melihat raut wajah Ezriel yang sangat cocok untuk dinistakan bagaimana tidak pria itu menampilkan wajah cemberut, tidak cocok untuk seorang pria datar.


"Utututu gemesnya pacar aku." Ananta menguyel-nguyel kedua pipi Ezriel.

__ADS_1


"Yaudah aku mandi dulu." Ananta segera turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.


Ezriel mengangguk pria itu terus memerhatikan Ananta yang hilang dibalik pintu kamar mandi. Dia kemudian tersenyum tipis.


__ADS_2