FIGURAN NOVEL

FIGURAN NOVEL
BAB 15


__ADS_3

Kejadian dimana menghebohkan sekolah bahkan menjadi trending topic. Ananta yang menangis akibat persoalan bakso dan yang lebih hot nya tentang Ananta dan Ezriel yang merupakan sepasang kekasih.


Hari itu juga dimana sekaligus merupakan hari potek nya para gadis dan pria yang memang sudah lama menyukai dan mengejar mereka berdua.


Pria yang tadinya terang-terangan mendekati dan menembak Ananta tiba-tiba mundur alon-alon menjauhi, karena saingan dan pawangnya tidak bisa mereka lawan.


Namun, tidak urung juga banyak yang mendukung dan menyukai sepasang kekasih itu.


Bahkan lebih menghebohkan perlakuan Ezriel adalah pria yang biasanya menampilkan wajah datar, dingin dan juga kejam bisa takluk kepada Ananta dan juga bisa melakukan hal romantis kepada Ananta.


Hari ini saja mereka di hebohkan sepasang kekasih itu masih menjadi perbincangan karena datang sekolah bersama. Wajarlah orang pacaran kalau yang misalkan itu bareng pacar orang baru itu tidak tahu malu namanya.


Bukan itu lebih mengejutkan lagi, pria itu membantu melepaskan helm, menata rambut yang sedikit acak-acakan sembari tersenyum manis dan mengecup puncak kepala Ananta dengan romantis.


Perlakuan itu membuat orang-orang iri melihat keuwuan mereka.


Anggota dari The Wolves saja menatap perlakuan Ezriel tidak percaya apalagi Ale yang sempat bilang bahwa Ezriel itu halu dan kalau halu jangan sampai ketinggian.


¤¤¤


Ananta kini sudah berada di kelas setelah diantar sampai depan kelas oleh Ezriel. Gadis itu duduk disebelah Keyra yang juga sedang memainkan ponsel.


Ananta sedikit mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Keyra sontak menahan tawanya.


Gadis itu bangkit dan berdiri di kursinya.


"Woi!" Teriakan Ananta mengundang tanda tanya, dan menoleh kepada Ananta. Keyra sendiri juga mendongak menatap Ananta.


"Dia online tapi nggak bales chat lo, ingat kata mbak-mbak kasir."


"Ada yang lain." Serempak semua murid menjawab dan tidak lama mereka tertawa.


Ananta menundukkan kepalanya sedikit,"Oke hatur thankyou."


Setelah mengucapkan itu dan diacungi jempol oleh teman kelas nya, Ananta kembali duduk menghadap Keyra.


"Lo ngerti 'kan?"


Keyra mengernyit tanda dia tidak paham. Ananta menghela nafas sebentar.


"Lo barusan chat Arga, tapi Arga nggak bales chat lo walau tu cowok online 'kan?"


"Lo kenapa tahu?"


"Nggak penting, mau lo sampe ngetik berjuta-juta bahkan sampe spam sekalipun tu cowok nggak bakalan bales yang ada bakalan blokir lo. Chat aja nggak dibales, apalagi perasaan."


Keyra mendengus mendengarnya.


"Lo suka sama Arga?" Tanya Ananta.


Keyra mengangguk kecil.


"Lo cinta sama Arga?"

__ADS_1


Keyra kembali mengangguk dan Ananta menjetikkan tangannya di depan wajah Keyra.


"Lo itu bukan cinta tapi tolol!"


Keyra memutar bola matanya malas.


"Dengerin gue. Gue bakalan ngomong satu kali doang, karena ngomong panjang lebar kali tinggi kali luas kali diameter itu capek seperti ngejar dia yang nggak sama sekali ngelirik termasuk yang lo alamin." Ananta menatap Keyra dengan raut wajah serius.


"Gue cuman ngasih saran stop memperjuangkan Arga, karena cewek itu di perjuangin bukan memperjuangkan."


Ananta menatap tajam Keyra ketika melihat gadis itu yang akan membuka mulut.


"Cewek memperjuangkan cowok itu not bad, namun lo harus inget beberapa cowok itu nggak suka sama cewek yang suka ngejar-ngejar karena kesannya bagi mereka kayak cewek murahan."


"Dan salah satu cowok itu Arga, lo nggak capek ngejar-ngejar itu cowok yang sama sekali nggak pernah lirik lo. Gue paham apa yang lo rasain, ketika tunangan lo sendiri itu malah pacaran sama cewek lain."


"Gue tahu lo ngejar cuman ingin mempertahankan tunangan lo, tapi setelah perlakuan dia selama ini ke lo apakah masih harus di perjuangkan? enggak 'kan?"


"Lo bahkan nggak bisa milikin tubuhnya apalagi dengan hatinya yang nggak bisa lo gapai."


Ananta memberhentikan ucapannya ketika melihat Keyra yang diam.


"Jadi Key__"


Keyra menoleh dan menatap Ananta.


"Stop ngejar tu cowok yang nggak pernah menghargai perasaan lo, sekarang lo berhak untuk di perjuangkan bukan memperjuangkan lagi."


"Gue ngomong bukan untuk memutuskan hubungan kalian, bukan untuk membuat kalian putus ataupun hubungan kalian jadi renggang. Tapi lo itu berhak bahagia, Key."


Keyra menatap Ananta dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu menghambur kedalam pelukan Ananta.


"Ingat Key sama omongan gue barusan, lo itu berhak bahagia."


Ananta menepuk-nepuk punggung Keyra,"Lo juga kalo ada apa-apa boleh cerita sama gue ataupun Bella karena kita sekarang itu sahabat lo."


Keyra melepaskan pelukannya, dia mengangguk.


"Jadi cintalah sama cowok yang juga mencintai lo kembali."


¤¤¤


Setelah diberi ceramah dari a-z oleh Ananta, bukan maksudnya saran untuk tidak tidak selalu terpaku mengejar cinta Arga.


Keyra duduk menyendiri di taman belakang sekolah yang katanya angker, namun bagi Keyra suasana disini sangat nyaman dan tenang.


Suasa ini yang sangat dia sukai daripada keramaian.


Dia menatap sebuah pohon besar tidak jauh darinya, dan sesekali menghela nafas.


Menyederkan kepala di kursi dan memejamkan mata, menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah cantiknya.


Pikirannya mengalir ke masa lalu dimana keluarganya masih berkumpul dan selalu membawa kehangatan untuk hati Keyra. Dimana mamah nya masih ada dan dimana papahnya masih menyayangi nya.

__ADS_1


Kenangan itu terus mengalir bagaikan air, mamah nya dengan sifat hangat dan papahnya dengan sifat manjanya. Dimana waktu itu Keyra masih di manja dan di sayang.


Bahkan waktu masih ada mamah nya Keyra sudah mengikat dengan kata 'tunangan' dengan seorang pria yang dicintainya walau pria itu tidak mencintai nya.


Keyra tidak apa-apa meskipun sang tunangan tidak mencintai nya yang terpenting dia masih memiliki keluarga nya.


Bisa dikatakan Keyra memiliki keluarga bahagia.


Hingga suatu kejadian dimana membuat Keyra terpuruk dan jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam lubang yang paling dalam. Dimana hari itu merupakan kejadian yang menyakitkan hingga sampai dia tidak akan bisa melupakan nya.


Mamah. Malaikat tanpa sayapnya, wanita yang selama ini memberikan cinta begitu besar dan kasih sayang tiada tara nya.


Malaikat-Nya Keyra pergi meninggalkan untuk selamanya. Akibat sebuah kecelakaan yang di alami wanita itu ketika pergi ke salon.


Biasa nya mamah nya itu pergi ke salon bersama salah satu asisten rumah tangga nya, ataupun mengajak Keyra. Namun hari itu dia pergi sendiri.


Keyra sempat bingung tumben sekali mamah nya ingin ke salon. Dan jawaban mamah nya itu membuat Keyra geleng-geleng kepala.


"Meskipun mamah lagi hamil, mamah tetep harus cantik dong, Key."


Iya, mamah nya itu sedang hamil lagi sekitar 6 bulanan.


Keyra bahagia sekali ketika mamah nya mengatakan sedang hamil, bukan itu saja bahkan papahnya juga sangat bahagia sampai menitikan air mata.


Namun, hancur sudah ketika hari dimana mamah nya kecelakaan.


Para saksi melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang dan naasnya menabrak mamah Keyra yang sedang berdiri di trotoar. Mamah nya Keyra tidak sempat menghindar karena mobil itu melaju sangat cepat.


Mamah Keyra akhirnya tertabrak di saat itu juga.


Waktu itu sempat di bawa ke rumah sakit, tapi kandungan mamah nya pun keguguran akibat banyak pendarahan. Bahkan sebelum dibawa ke rumah sakit kandungan nya memang sudah tidak bisa di selamatkan.


Namun keyra dan papahnya tidak mempermasalahkan yang penting mamah nya sadar dan bangun.


Tapi Tuhan sama sekali tidak mendengarkan do'a mereka berdua, Tuhan lebih sayang kepada mamah nya. Tuhan juga mengambil mamah nya dari hidup Keyra dan juga papah nya untuk selamanya.


Keyra meskipun gadis itu memejamkan mata namun air matanya tetap mengalir mengingat kejadian dimana yang membuat dia dan papahnya hancur.


Kecelakaan itu sudah dibawa ke jalur hukum dan pelaku nya memang di penjara, akibat membawa mobil sambil mabuk dan mengendarai mobil dengan ugal-ugalan dan melebihi batas kecepatan.


Keyra dan papahnya lambat laun menerima itu semua.


Papahnya juga masih menyayangi Keyra. Mereka hidup berdua tanpa seorang figur istri dan ibu.


Keyra masih memejamkan mata dan tersenyum miris dengan air mata yang mengalir ketika mengingat dimana papahnya mengatakan akan hidup berdua saja dengan Keyra tidak akan menikah lagi. Keyra juga tidak mempermasalahkan itu semua yang penting papahnya masih menyayanginya.


Namun 6 bulan kemudian papahnya berbeda, dia berubah tidak seperti papah nya yang dulu.


Papah nya itu lambat laun menjadi pria dingin, dan menjadi keras. Bahkan pria itu selalu memaksa Keyra belajar, belajar dan belajar.


Keyra di tuntut untuk menjadi sempurna.


Selama 2 tahun itu Keyra selalu mendapatkan perlakuan kasar dari papa nya. Dia tidak bisa melawan karena apabila melawan Keyra akan di kurung dan juga tidak akan diberi makan selama dua hari. Kalaupun diberi makan itu hanya akan diberi makanan basi.

__ADS_1


Air mata itu mengalir dengan deras ketika mengingat kenangan menyakitkan itu. Keyra tidak sadar sedari tadi ada seorang yang selalu memperhatikan dia dari pertama datang .


Namun pria itu pergi, karena pria itu sadar mungkin gadis itu membutuhkan pelampiasan dan ketenangan.


__ADS_2