First Love With Married, (Jisung, Jaemin)

First Love With Married, (Jisung, Jaemin)
Bab 4 When I Meet Bestfriend


__ADS_3

Dan aku hanya menjawab


"Aku harus menenangkan diriku dulu, dan berhenti untuk sementara, karena Dreamland School aku jadi bersemangat untuk melanjutkan mimpi ku"


Aku pun masuk ke gedung Dreamland School dan bertemu dengan guru-guru disana. Lalu aku di persilahkan untuk menuju ruang Tari Dreamland School.


"Perkenalkan Madame Nana ini Mr. Kim Doyoung Guru Tari dreamland School" kata Mr Hwang kepala sekolah Dreamland


"Aaa saya sudah mengenal dia" kata ku tersenyum


"Kalau begitu saya tinggal dulu" kata Mr. hwang


"Baik terimakasih pak" kata ku Mr. Hwang pun pergi dari Ruang Tari


"Saya harus memanggil Madame Nana?" Tanya Doyoung dengan senyum yang menunjukkan candanya


"Ya engga usah lah Nana aja, Oppa aku biasanya manggil aku dengan Nama Hyunna itu nama asli ku" kata ku


"Baiklah aku akan memanggil mu Hyunna" kata Doyoung


"Di papan ada jadwal kelas dan jam berapa kelas itu menari, dan ini jam 8, jam 9 ada jadwal kelas" kata Doyoung


"Apakah kita akan mengajar bersama?" Tanya ku


"Sebenarnya iya, cuma aku males jadi kamu, aja (aku membulatkan mataku) becanda ya iyalah" kata Doyoung lalu terkekeh


Aku pun mengajari anak anak dreamland dengan ceria mereka pun menerima ku dengan baik, kami bersuka ria. Tetapi di saat sedang mencontohkan suatu gerkana tiba tiba


*Akhh kenapa perutku sakit* batin ku sedikit memegang perut


"Hyunna...... Kamu ngga papa?" Tanya Doyoung


"Nee nee aku ngga papa" kata ku


...//•Selesai mengajar•//...


Jam 5.00


Aku duduk di salah satu bangku di depan ruang tari sambil meminum air mineral yang tadi ku beli. Doyoung pun ikut duduk di sebelahku, karena melihatku minum sambil melamun.


"Apakah hubungan mu dan Jaemin baik baik saja?" Tanya Doyoung tiba tiba


"Kalau dibilang baik baik saja akan aneh," kata ku yang masih melihat dengan tatapan kosong


"kenapa kamu engga jujur aja sama orang tua kamu kalau kamu engga suka sama Jaemin bahkan dia menyudutkan mu begitu saja" kata Doyoung


"Lagian semua udah terjadi, jadi ya jalanin aja" kata ku menutup botol air mineral ku


"Hidup mu itu pilihan mu, tapi kau harus tau sebenarnya kamu yang berkuasa di dalam kisah kamu, jaemin dan Yeji hanya karena kamu menyayangi orang tua kamu, kamu menjadi lemah," kata Doyoung


"Aku sudah terbiasa dengan ini, lagipula aku tak mencintai jaemin jadi aku biasa saja," kata ku semakin lemas

__ADS_1


"Sudah lah aku tak ingin membahas ini, lupakan saja dan fokus pada acara ini" kata ku lalu meninggalkan Doyoung yang masih duduk di bangku"


Aku mengemasi barang barang ku, lalu pamit pada Doyoung dan pergi. Saat aku berada di mobil tiba tiba ada yang menelfon


"Yeoboseyo, wae?"


"Apakah kamu sudah selesai mengajar datang lah ke *****"


"Ya baiklah"


Di tempat yang disebutkan di telfon


"Kenapa kamu nyuruh aku kesini ngga bisa di rumah aja?" Tanya ku


Rumah? Ya yang menelfon tadi adalah jaemin


"molla, aku ingin mengajakmu keluar agar kamu engga stress aku tau apa yang aku lakuin sama kamu itu keterlaluan" kata Jaemin


*Kenapa dia berubah, issanghae*batinku


"Lupakan aku sudah terbiasa dengan ini, aku hanya ingin berterimakasih pada orang tua ku, mereka telah merawat ku dari kecil dengan penuh kasih sayang aku tidak ingin mereka tau bahwa perjuangan mereka sia sia karena anak yang mereka rawat di sia siakan begitu saja" kata ku dengan santai dan tatapan dingin


"Akuu dan Ye Ji sudah putus, dia mengkhianati ku" kata Jaemin


"Kau sudah mengetahuinya rupanya.." Kata ku dengan santai


"Kau mengetahui kalau Ye Ji mengkhianati ku?" Tanay nya dengan nada sedikit tinggi


"Lalu kau mengapa tidak bilang padaku?" Kata Jaemin


"Lalu kau akan percaya padaku? Lalu jika kau percaya apakah aku akan membiarkan mu terluka begitu saja, heyyy jangan samakan aku dengan mu aku akan berpikir seribu kali untuk bergerak" kata ku


Jaemin tercengang mendengar pernyataan ku ia terdiam. Air matanya mulai menetes


(Menghela nafas) lalu duduk di samping Jaemin


"Terkadang tak apa jika kau menangis, dari pada harus berpura pura tersenyum dan menahan air mata. Tapi aku lebih banyak menahan air mata ku karena itu membuat ku terbiasa" kata ku


Jaemin menaruh kepalanya di bahu ku, dan menangis pelan. Aku mengelus rambut nya dengan pelan.


"Menangislah, jika itu membuat mu lega" kata ku


Tak lama kemudian seseorang datang dan mendorong ku tiba-tiba, alhasil kepala ku sedikit tertatap bangku


"Akhhh" kata ku sambil meraba kepala ku yang sakit


"Jaemin kenapa kamu sama dia," ya.... yeji datang


"Kenapa, dia adalah istriku dan kau mengapa masih berani menunjukan wajahmu itu...."


*Jaemin hanya menganggap ku istri disaat seperti ini

__ADS_1


"Aa...aku bisa jelasin semuanya" kata YeJi memegang tangan Jaemin, tapi Jaemin menepis tangan ye ji lalu memandang ku ia mengelus kepala ku


"Gwenchana?..." Tanya Jaemin dengan pelan


Tak lama setelah itu Yeji menamparku


"Ini pasti karena mu, apa saja yang kamu katakan pada Jaemin," kata Ye Ji setelah menamparku


"Jangan kurang ajar, ya aku diam disini bukan berarti kamu bisa seenaknya sama aku, tapi sayang tangan ku terlalu bersih untuk menyentuh wajahmu yang kotor" kata ku lalu pergi


"Nana..." Kata Jaemin lalu mengejarku, dia menarik tangan ku,


"Pulanglah dengan ku" kata Jaemin dengan pelan


Aku hanya mengangguk lalu masuk ke mobil jaemin.


Kami hanya berdiam selama di mobil, saat sampai di rumah


"Duduk lah tunggu sebentar" kata Jaemin menyuruhku duduk di sofa lalu dia pergi dan kembali membawakan baskom berisi air hangat dan handuk kecil.


Ia merendam handuk itu dengan air hangat lalu memerasnya setelah itu ia mengkompres pipi ku yang terlihat sedikit memar akibat dari tamparan ye ji, aku hanya diam melihat sikap Jaemin


"Harusnya kau membalasnya, apakah ini sakit" kata Jaemin dengan amat serius mengompres pipi ku


"Aku tak diajarkan untuk membalas perbuatan mereka dengan apa yang mereka lakukan, tapi aku membalas mereka dengan yang lebih menyakitkan walau tak tersentuh fisik sekali pun" kata ku


"Benar juga kata kata mu mungkin lebih membekas dari pada memar mu" kata Jaemin sedikit tertawa di akhir ia bicara


"Apakah masih terasa sakit nya?" Tanya Jaemin


"Sedikit berkurang" kata ku


"Karena kejadian tadi, kita tidak jadi makan, tunggulah disini aku akan memasak untukmu" kata Jaemin


Aku hanya mengangguk kecil, 10 menit kemudian dia datang dan membawa sebuah piring berisi nasi goreng kimchi.


"Makan lah..." Kata Jaemin menaruh mangkuk di meja


Aku pun menyuap sesendok lalu menoleh ke arah Jaemin


"Apakah kau tidak makan?" Tanya ku pada Jaemin dengan badan tergeletak di sofa


"Tidak aku tak selera makan" kata Jaemin dengan suara pasrah


Tanpa basa basi, aku mengambil sesendok nasi goreng kimchi dan mengarahkan ke mulut Jaemin.


Tapi Jaemin menggeleng kepala nya menandakan ia tidak mau makan


"Jika kau menolak aku lebih menolak mu, cepat duduk yang benar dan makan" kata ku lalu Jaemin membenarkan posisi duduk nya lalu melahap makanan yang ku suapkan pada nya.


Selesai makan. Aku mencuci piring lalu pergi ke kamar ku untuk mencuci muka dan menyikat gigi setelah itu aku bersiap untuk tidur. Tapi tiba tiba...

__ADS_1


__ADS_2