
Seketika listrik mati, semua lampu mati dan rumah itu menjadi gelap
"Aaaaaaa.... Jaemin............" Sontak aku teriak berlari ke arah pintu karena aku takut kegelapan lalu membuka pintu dengan tergesa
"Jangan panik,, aku disini" kata Jaemin di depan pintu lalu pintu pun terbuka Jaemin membawa hpnya yang senter nya menyala. Setelah membuka pintu aku langsung memeluk Jaemin dengan badan gemetar dan keringat dingin
"Aku disini gwenchana" kata Jaemin sedikit terkekeh di akhir
Aku berjalan dengan memeluk Jaemin tanpa melihat apa pun, lalu aku pun tersandung dan menimbulkan suara aku pun terkaget sendiri
"Aaaaa Jaemin apa itu!!!! Aaaa" kata ku yang masih tidak ingin melihat apa pun
"Tenanglah tidak apa-apa" kata Jaemin mengelus kepala ku
Badan ku semakin gemetar.
Tak lama setelah itu listrik akhirnya menyala semua lampu menyala,
"Lihat sudah menyala" kata Jaemin aku perlahan melihat sekitar, lalu melepas pelukkan ku pada Jaemin
"M-maaf, aku hanya reflek" kata ku
"No Problem, aku inget kokk, eomma mu pernah bilang jika kau takut pada kegelapan, jadi aku cepet-cepet datang ke kamar mu tadi" jelas Jaemin
"Aaaa... Begitu" kata ku *dia inget???
Keesokan paginya
Aku berangkat buru buru karena bangun kesiangan, aku melewatkan sarapan. Tapi aku samapi di dreamland dengan tepat waktu.
Setelah di ruang tari,
"O, hyunna.... Kau sudah sampai..." Kata Doyoung menyapa ku
"Ahh ne..." Kata ku tiba-tiba suara dering handphone ku berbunyi
" Kamu dimana?" kata Jaemin ya Jaemin yang menelfon
"Aku sudah di sekolah," kata ku
"Aaa Ne, aku akan menjemputmu setelah selesai" kata Jaemin
"Tak perlu, aku bisa pulang sendiri" kata ku
"Tidak aku akan tetap menjemputmu," kata Jaemin lalu menutup telfonnya
Aku pun menaruh handphone ku ke tas ku
"Jaemin?." Tanya Doyoung
Aku hanya mengangguk,
"Ye Ji dan Jaemin sudah putus, aku tak tau jalan pikirannya dia jadi sadar dan baik padaku," kata ku dengan dingin
"Bagus lah, dia sadar supaya kamu engga sedih berkepanjangan" kata Doyoung
Aku hanya tersenyum kecil
Skip jam 5, mau pulang
Aku mengemasi baju ku tapi tiba-tiba perut ku sakit
"Akhhhh..." Kata ku memegang perut ku
"Hyunna... Gwenchana?" Tanya Doyoung
"Perut ku sakit.... Akhh" tak lama setelah itu aku terbaring di lantai lalu pingsan.
Doyoung langsung membawa Nana ke rumah sakit. Sesampai nya di rumah sakit Nana langsung dibawa ke sebuah ruangan.
Seorang Dokter masuk ke ruangan
"Nana....kamu kenapa?" Tanya Dokter itu ya... Dokter itu adalah Ye Rim eonnie meskipun dia sedang mengandung dia tetap bekerja tetapi yang ringan saja.
"Apakah anda mengenal dia?" Tanya Doyoung
"Ya dia adalah adik ipar ku" kata Ye Rim Eonnie
"Biar ku periksa" kata Ye Rim Eonnie
10 menit kemudian Nana sadar
"Eonnie.... Kenapa aku disini?" Tanya Nana yang baru sadar
__ADS_1
"Kamu pingsan dan teman mu membawa mu ke sini.." jelas Ye Rim Eonnie
"Aaaa begitu"
"Apakah kamu makan dengan baik... Sepertinya magh mu kambuh,,,," kata Ye Rim eonnie
Aku hanya terdiam
Tiba-tiba
"Nana.... Kamu ngga papa..." Kata Jaemin yang masuk ruangan dengan terburu-buru, lalu mendekati ku
"Tadi aku hanya pingsan sekarang tak apa apa" kata ku sambil memegang kepala ku
"Kamu suaminya pastikan dia makan dengan teratur, magh nya kambuh jaga dia dengan baik..." Kata Ye Rim Eonnie terlihat sedikit marah
"Ne Nuna..." Kata jaemin menunduk
"Aku akan berikan obat untuk magh mu, jangan lupa untuk makan yang teratur" kata Ye Rim eonnie saat ingin meninggalkan ruangan
"Eonnie.... Kumohon jangan beri tahu Oppa..." Kata Ku
"Baiklah Hyunna... Tetapi jangan sampai ini terulang lagi, jaga dirimu baik baik ya..." Kata Ye Rim eonnie aku hanya tersenyum lalu dia meninggalkan ku dengan Jaemin. Tak lama kemudian Doyoung masuk ke ruangan ku.
"Hyunna..kamu sudah sadar..." Kata Doyoung lalu melihat Jaemin ada di samping ku
"Doyoung kenapa kamu disini?" Tanya Jaemin
"Aa Doyoung dia adalah guru tari Dreamland school dia yang membawa ku kesini" kata Nana
"Aah begitu" kata Jaemin
"Sudah ada Jaemin ternyata aku akan pulang dulu" kata Doyoung
"Gomawo Doyoung" kata Jaemin
"Gwenchana santai" kata Doyoung tetapi saat Doyoung ingin keluar ada seorang suster yang masuk, alhasil mereka bertabrakan dahi mereka sama sama terbentur
"Akhh" kata mereka bersamaan
"Aaa... Mianhaee.." kata Suster itu
"Aaa aku yang maaf aku tidak tau kamu ingin masuk" kata Doyoung
Suster itu adalah teman Nana sewaktu SMA namanya Lia mereka lumayan dekat hanya saja Lia sering menangani kasus Nana jadi mereka bisa di sebut akrab haha aneh
"Iya kalian berdua salah, awas nanti berjodoh" kata Jaemin tak lupa disusul dengan tawa nya
"Paan sih Jaem, cuma kebetulan aja" kata Doyoung berbalik
"Ya kan Jodoh juga kebetulan ada lo" kata Jaemin
Nana yang melihat mereka tertawa kecil
*Dia cantik saat dia tertawa, selama ini aku telah membuatnya menangis* batin Jaemin
Lia yang salah tingkah langsung masuk ke ruangan
"Yaaa Hyunna... Kenapa kau sakit lagi," kata Lia
"Biasa, tapi cuma sedikit kok nanti aku akan pulang" kata ku
"Yaaa yaaa jangan menganggap remeh," kata Lia
"Ini obat yang diberikan Ye Rim Eonnie, tapi tetap makan dengan teratur, oh iya berpikirlah positif, jangan terlalu stres" kata Lia
"Iyaaa Liaaa Cantik..." Kata ku lalu aku mencoba untuk duduk, Jaemin membantuku untuk duduk, aku menatapnya dengan heran
*Dia benar benar berubah* batin ku
"Pulanglah dan istirahat, aku akan menjenguk sesekali" kata Lia
"Nee Gomawo Lia-yaa" kata ku
Lia pun pergi
"Pulang sekarang?" Tanya Jaemin
"Kau ingin aku tetap disini" kata ku menatap nya tajam
"Yaaa cuma tanya" kata Jaemin
Aku pun turun dari kasur.
__ADS_1
...//•Di Mobil•//...
"Jaemin-aa" kata ku pelan
"Eumm wae?" Tanya sambil menyetir
"Apakah kau benar benar melupakan YeJi" kata ku
"Ha... Sepertinya iya... Aku mencoba untuk menerima mu sebagai istriku,,,aku bersalah telah memperlakukan mu seperti dulu, memangnya kenapa?" Kata Jaemin
"Aku hanya tak ingin dijadikan pelarianmu," kata ku lalu melihat ke jendela mobil
Jaemin melihat ku sesaat lalu memberhentikan mobil
"Yaa.... Nana" kata Jaemin pelan
"Heumm.." kata ku
"Aku akan menerima mu sepenuhnya, beri aku kesempatan" kata Jaemin
"Jangan paksakan dirimu untuk menerima ku, aku bahkan masih belum mencintaimu" kata ku
"Lihat lah aku,(Nana pun menatap dingin wajah Jaemin)dengarkan aku, aku tak tau dalam waktu sekejap aku bisa mencintaimu, aku akan menunggumu" kata Jaemin
"Entah nanti,esok,atau lusa kau pasti akan mencintaiku" kata Jaemin
"(Menghela nafas)ku pikir juga begitu tapi aku tak tau rasa itu, aku terlalu dingin untuk merasakan hangatnya matahari" kata Ku dengan dingin
"Tetaplah dingin sampai membeku atau kau akan mencair" kata Jaemin lalu tertawa
"Yaaa itu hanya sebuah istilah" kata ku
"Itu juga istilah" kata Jaemin tersenyum di akhir
Sampai rumah..... Aku dan Jaemin makan
Selesai makan
"Jangan lupa minum obat mu" kata Jaemin
"Heumm..." Jawab ku
"Jawab lah, iya chagiya gitu lohh, jangan heum doang" kata Jaemin terkekeh
"Alay deh alay" kata ku
"Sekali kali gitu" kata Jaemin
"Emang ngga pernah dipanggil gitu sama Ye Ji itu" kata ku
"Ngga usah bahas dia deh, lagian kan yang bilang istri kan beda jadinya" kata Jaemin
Aku hanya menunjukan smirk ku. Lalu meminum air
Setelah itu Jaemin pergi ke kamarnya.
Aku pergi ke rooftop untuk melihat langit sebentar menenangkan pikiranku. Aku duduk menatap langit.
*Jaemin Pov
Mendatangi kamar Nana
"Nana....Nana..." Panggilnya di depan pintu kamar Nana lalu membuka pintu kamar dan melihat tidak ada orang di dalam,
Ia pun melihat pintu rooftop terbuka Jaemin pun naik ke rooftop dan mendapati Nana yang sedang memandang langit
Tersenyum
"Dia sama cantiknya seperti langit" kata Jaemin pelan lalu mendatangi Nana dan ikut duduk bersama Nana....
"Lihat lah, jika seorang yang cantik memandang langit yang cantik itu disebut PerFect" kata Jaemin
"Berhentilah mengada-ngada" jawab ku yang sama sekali tak mengalihkan pandangan ku pada langit
"Sedang apa kau disini?" Tanya Jaemin
"Molla, aku akan kesini jika ingin menenangkan diri" kata ku, lalu aku tersenyum pada langit, Jaemin menatap Nana begitu dalam, dia melihat mata Nana yang begitu dalam menatap langit seperti berharap sesuatu pada langit. Tak lama setelah itu Nana bangun dari duduk nya lalu pergi ke pintu
"Yaaaaa aku baru saja duduk, kenapa kamu pergi" kata Jaemin melihat Nana
"Kau ingin duduk kan, ya sudah aku pergi, aku lebih suka sendiri" kata Nana lalu pergi meninggalkan Jaemin
"Ternyata dia cukup dingin, tak apa aku akan berusaha" kata Jaemin menatap langit sambil tersenyum, lalu pergi ke kamarnya....
__ADS_1