
"Eumm tidak apakah nyonya sudah ada janji dengan pak Jaemin, maaf kalau boleh tau nyonya siapa nya Pak Jaemin ya" kata Mbak resepsionis
"Saya istrinya Pak Jaemin" kata Nana
"Lohh iya... Bukannya Pak Jaemin punya pacar bernama Nyonya Ye Ji...." Kata Mbak resepsionis
"Nyonya jangan membohongi kami ya" kata mbak respsionis yang berada di sampingnya
Tak lama kemudian Munculah Jaemin.
"Ada apa ini, ribut-ribut" kata Jaemin melihat resepsionis
"Ehhh Nana, kamu udah datang kenapa ngga masuk" kata Jaemin
"Tadinya mau masuk, tapi apalah, mereka taunya nyonya Ye Ji yaa bukan Nana" kata Nana. 2 resepsionis tadi pun saling menatap
"Ini bekal mu, aku akan pulang" kata Nana memberikan bekal pada Jaemin dan berniat pergi
"Apakah benar nyonya ini istri bapak" kata salah satu resepsionis
"Yaaa dia adalah istri saya, dan berhenti menyebut Ye Ji nyonya" kata Jaemin merangkul Nana
"Ohh kalau begitu saya minta maaf nyonya" kata resepsionis
"Yaa ngga papa, saya juga baru pertama kesini" kata Nana tersenyum
"Ya udah nih bekalnya" kata Nana memasang muka dingin. Jaemin tersenyum mengerti bahwa Nana sedang cemburu, ia pun menarik tangan Nana ke ruangan nya.
"Apaa sih Jaem..." Kata Nana saat sampai di ruangan Jaemin
"Duduk dulu lah" kata Jaemin
"Cieee Jadi ceritanya cemburu nihh ya" kata Jaemin mencuit hidung nana sekilas
"Siapa yang cemburu" kata Nana mengalihkan pandangan
"Ya udah, ayo kamu makan sama aku" kata Jaemin
"Engga aku makan dirumah" kata Nana
"Ssttt udah ngga ada penolakan" kata Jaemin lalu menyuapkan Nasi ke mulut Nana.
Skip makan siang
"Ya udah aku pulang dulu" kata Nana membereskan kotak makan" kata Nana
"Aku akan pulang cepat hari ini, bye Chagi" kata Jaemin tersenyum
Nana pun pulang ke rumah
1 bulan kemudian.....
Nana terbangun merasakan lemas badannya. Lalu pergi ke kamar mandi karena merasa ingin muntah. Jaemin yang baru saja terbangun pun menyusul Nana.
"Nana... Wae.." kata Jaemin mengelus punggung nana dengan pelan. Nana tak menjawab laku langsung kembali ke kasur dan duduk di pinggir kasur. Jaemin mengambilkan minum lalu memberikannya pada Nana. Nana pun meminum nya. Lalu memijat kepalanya sendiri.
"Kamu kenapa? Kepalanya pusing?" Tanya Jaemin duduk di depan Nana menyangga tangannya di paha Nana.
"Aku ngga tau, perutku rasanya ngga enak" kata Nana
"Apa magh kamu kambuh lagi? Tapi kamu udah makan teratur kok.... Nana ada beban pikiran? Cerita sama aku" kata Jaemin khawatir menatap Nana
__ADS_1
"Nanti kita ke dokter periksa ya..... Aku ngga mau kamu kenapa napa..." Kata Jaemin
Nana hanya mengangguk lemas. Setelah itu Nana mandi lalu menyiapkan sarapan.
Sarapan......
Nana melahap makanannya tapi sesaat kemudian, Nana merasa mual dan memuntahkan makanan yang baru ia lahap. Jaemin yang terlihat khawatir menggenggam tangan Nana.
"Setelah ini kita ke dokter ya...." Menatap Nana penuh khawatir
"Eummm... Nee..." Jawab Nana lemas
Skip siap siap, pergi ke dokter.
"Bagaimana dok istri saya kenapa?" Tanya Jaemin khawatir, Nana pun duduk di bantu oleh Jaemin
"Tenang,,, istri bapak tidak terkena penyakit apa apa, tetapi....
"Kenapa istri saya kenapa dok"
"Selamat, istri bapak mengandung usianya 3 minggu, saya permisi dulu" kata Dokter lalu pergi, Nana dan Jaemin saling menatap aku pun tersenyum pada Jaemin. Tak lama kemudian Jaemin memelukku. Lalu mengelus perutku.
"Annyeong Anak Appa.... Baik baik di dalam ya...." Kata Jaemin aku tersenyum melihat jaemin.
Jaemin dan Nana pun bahagia mendengar mereka akan memiliki malaikat kecil yang akan mengisi suara rumah mereka.
Akan tetapi Hal ini juga didengar oleh Ye Ji dia kesal karena Nana dan Jaemin sudah bahagia Ye Ji berniat ingin menghancurkan rumah tangga mereka. Dengan cara Ye Ji mengirim gambar gambar saat Dia masih berpacaran dengan Jaemin dan juga Nana yang sedang bersedih di roof top. Ye Ji mengirim pada Eomma Appa Jaemin dan juga eomma appa Nana, tak lupa ia mengirim pada Hyunsuk.
Saat Nana sedang mencuci piring tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras. Dia adalah Hyunsuk, Hyunsuk pun menemui Nana dan langsung bertanya
"Dimana Jaemin...." Kata Hyunsuk dengan amarah
"Wae Oppa.... Oppa kenapa tiba-tiba kesini" tanya Nana
"Dia di ruang kerjanya, wae Oppa...." Kata Nana yang selesai mencuci piring
Hyunsuk pun segera mencari ruang kerja Jaemin, di ruang kerja Jaemin...
Hyunsuk membuka pintu dengan sangat keras, lalu melihat Jaemin yang sedang fokus melihat laptopnya. Hyunsuk segera mendekati Jaemin dan menarik kerah jaemin. Nana yang menyusul dengan sedikit berlari.
"Oppa.... Wae...." Kata Nana memegang tangan Oppa nya yang menarik kerah Jaemin
"Apa yang kamu lakukan pada Nana.... Kamu sudah menyakiti hatinya" kata Hyunsuk
"Oppa jelaskan dulu,,,, apa yang terjadi" kata Nana
Hyunsuk pun menunjukkan gambar Jaemin saat bersama Ye Ji.
"Apakah kamu berhubungan dengan Wanita ini setelah menikah" kata Hyunsuk dengan amarah
"Aku bisa jelaskan Hyung aku ngga bermaksud begitu" kata Jaemin
"Sudahlah,, Nana ayo kita pulang" kata Hyunsuk Oppa menarik tangan Nana dengan paksa
"Hyungg... Jangan menarik Nana seperti ini" kata Jaemin
"Dia sedang mengandung" kata Jaemin
Seketika Hyunsuk menghentikan langkahnya.
"Oppa dengarkan Jaemin dulu" kata Nana
__ADS_1
Tak lama kemudian Eomma, Appa Nana dan juga Jaemin datang. Mereka duduk di sofa.
"Sekarang Jelaskan Jaemin" kata Hyunsuk yang masih marah
"Tenanglah Oppa" kata Nana menggenggam tangan Oppa nya itu
"Di awal pernikahan memang aku salah, aku berselingkuh dari Nana bahkan mengajak dia tinggal disini aku tau aku salah....." Sebelum jaemin melanjutkan
"Apaa...." Kata Hyunsuk menatap Tajam Jaemin
"Dengarkan dulu Oppa" kata Nana
"Kini aku sudah sadar, aku bersalah sama Nana, kini aku menerima dan mencintai Nana dengan setulus hatiku, aku tak akan pernah lagi mengkhianati Nana" kata Jaemin menunduk lalu mulai meneteskan air mata
"Mr Choi maaf kan Jaemin yang telah menyakiti putri anda" kata Appa Jaemin
"Sudahlah semuanya sudah berlalu Jaemin juga sudah menyadari kesalahannya" kata Eomma Nana
Hyunsuk menatap Nana yang sedang menggenggam tangannya, hyunsuk pun meneteskan air mata menatap adik kesayangannya itu lalu memeluk nya dengan pelan lalu mengelus surai rambut adiknya itu.
"Maaf kan Oppa, yang ngga ada di sampingmu saat semua itu terjadi" kata Hyunsuk menangis
"Oppa sudahlah semua sudah berlalu" kata Nana membalas pelukan oppa nya itu. Hyunsuk pun melepas pelukannya
"Dan kau Jaemin,,, jangan pernah sakiti lagi dia adalah adikku satu satunya,, jika ini terjadi jangan harap kau bisa bertemu lagi dengannya" kata Hyunsuk
"Nee hyung aku janji,, aku tak akan pernah menyakiti Nana" kata Jaemin
"Ya sudah lupakan saja" kata Eomma Jaemin
"Dengar dengar Nana lagi hamil iya kan" kata Eomma Jaemin
"(Tersenyum) iya eomma usianya sudah satu bulan" kata Nana, Hyunsuk pun duduk beralih ke sebelah kanan Nana agar Nana duduk di sebelah Jaemin. Jaemin merangkul Nana.
"Semua sudah clear ya,,, kami pulang dulu" kata Eomma, Appa Jaemin dan Nana
Semuanya sudah pulang kecuali Hyunsuk kini ia sedang berada di depan pintu. Ia memeluk Nana dengan erat
"Jaga dirimu baik-baik Nana.... Bicaralah dengan Oppa jika terjadi sesuatu, jangan kau pendam sendiri" kata Hyunsuk mengelus kepala Nana.
"Nee Oppa" kata Nana
"Dan kau Jaemin, jaga Nana dengan baik" kata Hyunsuk
"Neee hyung aku janji" kata Jaemin, Hyunsuk pun pergi
"Jaem...." Kata Nana memegang perutnya
"Waeee..." Kata Jaemin menatap Nana
"Perutku sedikit kram" kata Nana memegang perutnya
"Ahhh jinjja...." Kata Jaemin khawatir lalu menggendong Nana dan menurunkan di sofa, Jaemin mengambilkan minyak dan juga air putih
"Minumlah" kata Jaemin Nana pun meminum air yang dibawakan oleh Jaemin, Jaemin menuangkan minyak di tangannya lalu mengusapkan di perut Nana
"Gimana? masih kram" tanya Jaemin yang masih mengusap minyak ke perut Nana
"Sudah agak mendingan" kata Nana
"Aku harap dia bisa menjadi seseorang yang kuat seperti dirimu" kata Jaemin mengelus perut Nana. Nana hanya tersenyum mendengar itu.
__ADS_1
Keesokan paginya.