First Love With Married, (Jisung, Jaemin)

First Love With Married, (Jisung, Jaemin)
bab 8 It is Hard for me


__ADS_3

"Oppa dengarkan Jaemin dulu" kata Nana


Tak lama kemudian Eomma, Appa Nana dan juga Jaemin datang. Mereka duduk di sofa.


"Sekarang Jelaskan Jaemin" kata Hyunsuk yang masih marah


"Tenanglah Oppa" kata Nana menggenggam tangan Oppa nya itu


"Di awal pernikahan memang aku salah, aku berselingkuh dari Nana bahkan mengajak dia tinggal disini aku tau aku salah....." Sebelum jaemin melanjutkan


"Apaa...." Kata Hyunsuk menatap Tajam Jaemin


"Dengarkan dulu Oppa" kata Nana


"Kini aku sudah sadar, aku bersalah sama Nana, kini aku menerima dan mencintai Nana dengan setulus hatiku, aku tak akan pernah lagi menghianati Nana" kata Jaemin menunduk lalu mulai meneteskan air mata


"Mr Choi maaf kan Jaemin yang telah menyakiti putri anda" kata Appa Jaemin


"Sudahlah semuanya sudah berlalu Jaemin juga sudah menyadari kesalahannya" kata Eomma Nana


Hyunsuk menatap Nana yang sedang menggenggam tangannya, hyunsuk pun meneteskan air mata menatap adik kesayangannya itu lalu memeluk nya dengan pelan lalu mengelus surai rambut adiknya itu.


"Maaf kan Oppa, yang ngga ada di sampingmu saat semua itu terjadi" kata Hyunsuk menangis


"Oppa sudahlah semua sudah berlalu" kata Nana membalas pelukkan oppanya itu. Hyunsuk pun melepas pelukkannya


"Dan kau Jaemin,,, jangan pernah sakiti lagi dia adalah adikku satu satunya,, jika ini terjadi jangan harap kau bisa bertemu lagi dengannya" kata Hyunsuk


"Nee hyung aku janji,, aku tak akan pernah menyakiti Nana" kata Jaemin


"Ya sudah lupakan saja" kata Eomma Jaemin


"Dengar dengar Nana lagi hamil iya kan" kata Eomma Jaemin


"(Tersenyum) iya eomma usianya sudah satu bulan" kata Nana, Hyunsuk pun duduk beralih ke sebelah kanan Nana agar Nana duduk di sebelah Jaemin. Jaemin merangkul Nana.


"Semua sudah clear ya,,, kami pulang dulu" kata Eomma, Appa Jaemin dan Nana


Semuanya sudah pulang kecuali Hyunsuk kini ia sedang berada di depan pintu. Ia memeluk Nana dengan erat


"Jaga dirimu baik-baik Nana.... Bicaralah dengan Oppa jika terjadi sesuatu, jangan kau pendam sendiri" kata Hyunsuk mengelus kepala Nana.


"Nee Oppa" kata Nana


"Dan kau Jaemin, jaga Nana dengan baik" kata Hyunsuk


"Neee hyung aku janji" kata Jaemin, Hyunsuk pun pergi


"Jaem...." Kata Nana memegang perutnya


"Waeee..." Kata Jaemin menatap Nana


"Perutku sedikit kram" kata Nana memegang perutnya


"Ahhh jinjja...." Kata Jaemin khawatir lalu menggendong Nana dan menurunkan di sofa, Jaemin mengambilkan minyak dan juga air putih


"Minumlah" kata Jaemin Nana pun meminum air yang dibawakan oleh Jaemin, Jaemin menuangkan minyak di tangannya lalu mengusapkan di perut Nana


"Otte masih kram" tanya Jaemin yang masih mengusap minyak ke perut Nana


"Sudah agak mendingan" kata Nana


"Aku harap dia bisa menjadi seseorang yang kuat seperti dirimu" kata Jaemin mengelus perut Nana. Nana hanya tersenyum mendengar itu.


Keesokan paginya.


"Chagiya....." Kata Jaemin mengusap pipi istrinya dengan lembut


"Eummmm" kata Nana yang baru saja sadar


"Aku akan meeting di berbagai negara, aku juga tak tau ini mendadak" kata Jaemin


"Mwo...!!" Kata Nana langsung mengumpulkan nyawanya


"Mianhae, aku sudah sewa banyak bodyguard untuk menjaga kamu, dan juga beberapa pelayan" kata Jaemin yang terlihat sedih


"Apakah kamu akan lama?" Tanya Nana yang ikut memasang wajah sedih


"Aku tak tau" kata Jaemin


"Aku akan berangkat nanti siang ke Amerika" kata Jaemin


Jaemin pun berangkat ke Amerika. Ia merasa sendiri sekarang. Nana hanya bisa pasrah lagipula Jaemin akan kembali.


1 bulan kemudian


Jaemin kembali dari Singapura. Kini ia berada di bandara, banyak paparazi yang memotretnya. Jaemin pun sangat terkejut ketika tau Nana sudah berada di depan bandara untuk menjemputnya. Jaemin memeluk istrinya, dan mengecup keningnya sekilas.


"Yaaaa,,,, sudah ku bilang jangan menjemput ku" kata Jaemin


"Aniya.... Aku ingin menjemputmu" kata Nana


"Bagaimana kabar Baby Na? Annyeong ini appa... Appa sangat merindukan mu, tak terasa kamu sudah besar di dalam perut eommamu" kata Jaemin menyetarakan wajahnya dengan perut Nana dan mengelus nya pelan. Nana yang melihat itu pun tersenyum bahagia.


"Kajja kita pulang" kata Jaemin menggandeng tangan Nana dan mulai berjalan dengan pelan, disusul Nana di belakang nya, banyak kamera menyoroti mereka berdua karena Nana yang merupakan dancer terkenal dan juga Jaemin CEO muda yang sukses


"Omo!! Mereka sangat serasi"


"Ini akan menjadi berita yang besar"


"Madame Nana sangat lah cantik, bahkan ketika ia sedang mengandung"


"Mr. Jaemin sangat lah tampan"Nana dan Jaemin sudah berada di mobil.


"Jaemin-aaaa ayo kita ke rumah Hyunsuk Oppa aku belum menjenguk Ye Rim eonnie aku ingin menemui baby mereka" kata Nana


"Aaahh Nee aku hampir melupakan itu, Kajja kita kesana" kata Jaemin menatap Nana dengan senyumnya

__ADS_1


Aku dan Jaemin pun pergi ke rumah Hyunsuk Oppa. Kami sampai disana saat malam hari.


"Annyeong hyunsuk Oppa,,," sapa ku saat Hyunsuk Oppa membuka pintu,


"Hyunna neomu bogoshipo" kata Hyunsuk Oppa memelukku


"Hyunsuk Oppa,,, siapa yang datang" tanya Ye rim eonnie yang sedang menggendong seorang bayi imut


"Eonnie neomu bogoshipo" kata ku memeluk ye rim eonnie dengan pelan


"Wahhh Hyunna" kata Ye Rim eonnie


"Aaaaa Jinjja kiyowo, siapa namanya?" Tanya ku menatap gemas


"Choi Hyuri," kata Ye Rim Eonni


"Aaaa neomu neomu kiyowo," kata ku


"Ayo masuk dulu, masa mau di depan terus" kata hyunsuk Oppa


Aku dan Jaemin pun masuk dan duduk di sofa


"Kalian habis dari mana" tanya ye rim eonnie


"Aku tadi habis jemput Jaemin dari bandara, habis pulang dari meeting berbagai negara" kata ku


"Aaaa begitu" kata Hyunsuk Oppa


"Aku ingin menemui Ye Rim eonnie dan juga hyuri, aku belum mengunjungi sejak ye rim eonnie melahirkan" kata ku


"Aaa begitu, ini sudah malam kalian menginap saja" kata Hyunsuk Oppa


"Aku juga berencana begitu" jawab ku


Aku dan Jaemin pun menginap di rumah hyunsuk oppa. Keesokan harinya


"Nana..... Bangun chagiya" kata Jaemin mengelus surai rambut Nana. Nana pun bangun.


Skip semua dah mandi.


Nana sedang duduk di sofa bersama Yerim onnie dan juga hyuri. Sedangkan Jaemin dia membuatkan susu untuk Nana. Hyunsuk oppa sedang bermain handphone di samping ye rim eonnie.


"Nana ini munum dulu" kata Jaemin menyodorkan susu strawberry


"Gomawo" kata Nana mengambil gelas berisi susu dari tangan, jaemin lalu meminum susu itu. Tapi tak lama kemudian


*Tok, tok, tok


Ada seseorang mengetuk pintu.


"Biar aku yang buka" kata Jaemin, lalu pergi ke pintu untuk membuka pintu


Tetapi saat sampai disana Jaemin tak mengucapkan apapun


"Wae, Jaemin-sseuu siapa?" Tanya Nana


"Aku akan melihatnya" kata Hyunsuk Oppa lalu pergi menemui Jaemin


Tak lama kemudian Hyunsuk Oppa dan Jaemin masuk, dengan seorang perempuan yang nampak familiar oleh Nana. Nana terkejut setelah tau siapa perempuan yang berada di belakang Jaemin. Hyunsuk Oppa duduk di samping Nana lalu menggenggam tangannya.


"Apapun yang ingin disampaikan perempuan ini berusahalah untuk kuat" kata Hyunsuk Oppa berbisik


Nana pun penasaran sekaligus takut apa yang akan disampaikan oleh perempuan itu? Siapa dia? Dia adalah Yeji mantan Jaemin.


"Cepat apa yang ingin kau sampaikan" kata Jaemin menahan amarahnya


"(Menghela nafas) aku awalnya memang tak percaya, aku juga kaget, sebenarnya aku benar benar ingin melupakan Jaemin tapi mengapa semua ini terjadi, tapi sudah terjadi" kata Ye Ji dengan wajah menunduk.


"Aku tak ingin basa basi, Jaemin harus menikahi ku" kata Ye Ji dengan mata berbinar


"Wae? Wae?" Tanya Jaemin dengan amarah


"A...aku hamil anak Jaemin, usianya sudah 3 bulan" kata Ye Ji lalu mengeluarkan air mata


"Mwo-yaa.... Kenapa kamu tidak menyuruh pacarmu? Kenapa aku?" Tanya Jaemin yang marah


"Aku melakukan itu dengan mu terlebih dahulu" kata Ye Ji yang juga mulai marah


"Kamu harus menikahi ku" kata Ye Ji


Nana yang terkejut mulai menangis, ia menyenderkan kepalanya di dada Oppa nya, dan Hyunsuk Oppa memeluk adiknya dengan tulus dan mengelus surai kepalanya.


"Apapun yang terjadi kau harus bertanggung jawab jaemin-aaa" kata Hyunsuk Oppa


"Aku sudah menyangka jika ini akan terjadi" kata Hyunsuk Oppa menatap tajam jaemin


Jaemin pun mendekat ke nana, tetapi ia tak duduk di sofa ia duduk di lantai.


"Hei,hei Nana dengarkan aku" kata Jaemin menatap Nana yang sedang dipeluk oleh Hyunsuk. Nana pun melihat jaemin dengan wajahnya yang sehabis menangis


"Aku akan tetap bertanggung jawab, setelah bayinya lahir aku akan menceraikannya aku akan tetap mengurus bayi ye ji," kata Jaemin menggenggam tangan Nana


"Apapun yang terjadi kau harus bertanggung jawab terserah mu apa selanjutnya" kata Nana


"Miahae Nana-aaa aku pasti membuatmu susah" kata Jaemin Menatap Nana yang sedang menunduk dan matanya yang sembab masih mengeluarkan air mata. Ye rim eonnie menenangkan Nana dengan mengelus punggungnya.


1 minggu kemudian Jaemin menikahi Ye Ji. Dan sekarang Jaemin, Nana dan Yeji kembali tinggal di satu atap, akan tetapi ini lebih membuat Nana Sakit hati, karena Ye Ji juga bagian dari keluarganya apalagi sekarang dia juga mengandung anak Jaemin. Berita sudah menyebar dimana-mana


Jaemin sangat bingung apalagi sekarang dia punya dua istri yang sama sama sedang mengandung. Terkadang Nana harus mengalah karena ye ji ingin bersama Jaemin. Apalagi Ye Ji yang tidak berubah. Ia terus saja manja kepada Jaemin, sehingga Nana lebih banyak mengalah.


Sekarang Nana sedang bersiap ingin menemui Lia dan juga Doyoung. Kenapa engga Lia aja? Karena Lia dan Doyoung sudah jadian.


"Kamu mau kemana?" Tanya Jaemin


"Aku akan pergi menemui Doyoung dan Lia" jawab Nana sambil memasukan handphone nya ke dalam tasnya


"Biar ku antar" kata Jaemin

__ADS_1


"Ngga usah, Ye Ji di rumah lo nanti dia sendiri kalau kamu tinggal" Kata Nana


"Nee chagiya, di rumah aja temenin aku, baby nya pengen kamu dirumah" kata Ye Ji menggandeng lengan Jaemin. Jaemin hanya bisa pasrah.


"Ya udah kamu hati-hati ya," kata Jaemin melepas tangan ye ji dari lengannya lalu mengelus perut Nana dengan pelan


"Neee" jawab Nana lalu pergi bersama supir, Nana menemui Doyoung dan Lia di Cafe Rainbow (entah itu dimana ngasal)


Nana duduk dimana Doyoung dan Lia berada mereka sudah datang duluan.


"Annyeong Nana" sapa Lia


"Annyeong" jawab Nana sambil duduk di kursi


"Kamu Gwenchana?" Tanya Lia


"Apa maksudmu?" Tanay Nana tidak mengerti


"Yaaa berita itu sudah menyebar luas, kamu seorang dancer bagaimana hidup mu tidak tersorot" kata Lia


"Aaaa masalah itu... (Menghela Nafas) Aku memang awalnya sakit, ya gimana engga? Tapi Jaemin juga harus tanggung jawab, kasian bayi itu tidak salah apa apa, untuk selanjutnya aku tak tau apa pilihan Jaemin, menceraikan Ye Ji atau tetap dengannya, aku juga tak tau untuk selanjutnya apakah aku masih bisa bertahan," kata Nana


"Lalu apakah kamu dirumah tidak apa apa? Apa dia melakukan kekerasan padamu? Kamu sering memikirkan orang lain... Pikirkan juga bayi yang ada di dalam kandungan mu itu," kata Lia


"Entahlah, aku tak tau bagaimana perasaan ku, dia tak melakukan kekerasan padaku akan tetapi aku terus mengalah untuknya, aku juga memikirkan bayiku, tapi harus bagaimana lagi aku tidak bisa apa apa, aku terus berpikir akan kah aku bisa bertahan di hari esok" kata Nana


"Jika kau memang tidak kuat, tinggal lah di rumah Oppa mu. Atau ke rumah orang tua mu, mereka akan mengerti kamu" kata Doyoung


"Aku merasa tidak enak pada mereka, mereka juga punya keluarga sendiri" kata Nana


"Jika kamu butuh kami, kami akan selalu membantumu," kata Lia


"Nee Gomawo, kalian memang sahabat ku" kata Nana menatap dua sahabatnya itu


"Btw kapan ngasih undangan?" Tanya Nana mengalihkan pembicaraan


"Bulan depan, doa in ya" kata Doyoung tersenyum menatap Lia


"Mwo? Kapan? Kau tidak membicarakannya dengan ku?bahkan kau bekum melamar ku" Kata Lia bingung


"Ya jadi, mau engga?" Tanya Doyoung


"Aaaaa so sweet banget siiiii kalian," kata Nana melihat dua sahabatnya itu


"Ahhh jangan begitu, kau membuatku malu" kata Lia


"Ya atu engga nihh" kata Doyoung


"I say Yes lahhh" kata Lia


"Cieee bulan depan jadinya" kata Nana


"Ehh yaudah mau pesen apa ini haus" kata Lia


Kami pun memesan makanan dan minuman. Setelah selesai Lia dan Doyoung memutuskan untuk mengantarku pulang, mereka pun juga mampir.


"Ayo masuk, Lia pasti belum pernah ke sini kan" kata Nana, Lia dan Doyoung pun duduk di sofa.


"Kalian mau minum?" Tanya Nana


"Engga engga usah Na... Tadi juga barusan dari cafe kan" kata Lia


"Iya ngga usah repot repot" kata Doyoung


Jaemin pun muncul dan menyapa Doyoung dan Lia.


"Ehh ada Doyoung sama Lia, hai lama engga ketemu" kata Jaemin


"Ehh iya hai" jawab Doyoung dan Lia terlihat kikuk


Lalu Ye Ji datang


"Siapa yang datang Chagi?" Tanya nya pada Jaemin lalu duduk di sebelah Jaemin dan menggandeng lengan Jaemin.


"Waah Doyoung, lama ngga ketemu" kata Ye Ji


"Eehh Nana aku duluan ya, ada urusan mendadak" kata Doyoung mengabaikan Ye Ji


"Kajja, chagi aku antar kamu pulang" kata Doyoung


"Aku pamit dulu ya, Nana, Jaemin" kata Lia tersenyum ramah


"Neee terimakasih sudah berkunjung" jawab Nana


Lia dan Doyoung pun pulang. Ye Ji yang merasa di abaikan ingin merencanakan sesuatu agar jaemin bisa kembali sepenuhnya untuk dia. Entah apa yang akan di lakukan dia.


Saat Jaemin pergi ke ruangnya, Ye Ji pergi ke kamar Nana menemui Nana.


"Ye Ji? Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Nana yang sedang terbaring di kasur


Tanpa Basa basi. Ye Ji menjatuhkan vas bunga kecil di meja dekat kasur Nana. Jaemin yang mendengar itu langsung pergi ke arah suara itu. Hingga ia sampai di kamar Nana.


"Ye Ji apa yang kamu lakukan?" Kata Nana ingin membersihkan vas bunga itu


"Ada apa ini?" Tanya Jaemin


"Dia(menunjuk Nana) aku ingin meminta tolong padanya agar memotong kan aku buah, karena aku melihat kamu sibuk. Tapi dia tidak mau dia marah marah sampai memecah kan vas ini, aku hanya meminta bantuan tak perlu marah marah" kata Ye Ji


"Mwo?" Kata Nana terkejut padahal dia belum tau ye ji butuh bantuan apa


"Kau bahkan belum....." Sebelum Nana melanjutkan bicaranya


"Akhhh sepertinya perut ku kram" kata Ye Ji memegang perutnya


Nana ingin membantu Ye Ji, tapi tangannya di tepis oleh Jaemin


"Sudah biar aku saja, harusnya kau membantu Ye Ji, dia hanya ingin buah" kata Jaemin dingin!!

__ADS_1


...****************...


__ADS_2