First Love With Married, (Jisung, Jaemin)

First Love With Married, (Jisung, Jaemin)
Bab 9 I'm not strong


__ADS_3

"Tapi dia belum.....


"Sudahlah lupakan" kata Jaemin dingin lalu memapah Ye Ji untuk pergi ke kamarnya. Mereka pun meninggalkan Nana.


"(Menghela nafas) sepertinya kejadian dulu akan ter ulang" kata Nana dengan pelan


Nana memutuskan untuk mengambil air ke dapur, ia melewati kamar Ye Ji. Nana melihat di bali dinding.


"Apakah perut mu sudah baikan?" Tanya Jaemin yang sedang mengoleskan minyak ke perut Ye Ji


"Nee ini sudah baikan, gomawo chagi" kata Ye Ji


"Mwo-ya Ye Ji aa kaki mu sepertinya bengkak aku kan mengoleskan minyak, angakatlah kakimu ke kasur" kata Jaemin, Ye Ji pun menuruti perkataan Jaemin. Jaemin memijat kaki Ye Ji dengan pelan. Nana yang melihat itu memikirkan tentang bagaimana bayi yang ada di dalam kandungannya nanti? Nana merasa cemburu....


"Apakah aku salah mencintainya?" Kata Nana dalam hati dan mulai menitikkan air mata


"Cahhh sudah, tidur lah ini sudah malam" kata Jaemin


"Jaemin-aaa tidur lah disini, sepertinya baby nya ingin tidur bersama appa nya" kata Ye Ji


"Nee? Benarkah? Aku akan menyelesaikan kerjaan ku dulu aku akan pergi ke kamar mu" kata Jaemin mengelus perut Ye Ji. Lalu menarik selimut untuk Ye Ji.


"Tidurlah" kata Jaemin lalu mencium kening Ye Ji sekilas.


Nana yang melihat itu langusng kembali ke kamarnya, dan mengunci pintunya, Nana menangis melihat orang yang dicintainya bersama dia. Jaemin adalah cinta pertama Nana, Nana tidak tau jika akan seperti ini. Nana pun memutuskan untuk tidur.


Hari demi hari, Ye Ji terus saja memfitnah Nana, kini Jaemin lebih memperhatikan Ye Ji, terkadang jika Nana menginginkan sesuatu ia harus membeli sendiri. Jika Ye Ji menginginkan sesuatu Jaemin langsung turun tangan, bahkan menyuruh Nana untuk membelikan sesuatu itu. Nana setiap hari bersedih, itu membuat keadaannya semakin lemah, terkadang Nana mencoba untuk kuat, untuk seorang calon bayi yang ada di dalam kandungannya, tapi ia tak bisa menahan rasa sedihnya, perutnya sering mengalami kram tetapi ia tidak memberi tahu Jaemin karena dia tau Jaemin sibuk dengan kantor dan Ye Ji.


...5 bulan kemudian...


Tok tok tok, suara pintu terdengar.


"Neee siapa ya?" Kata Nana dari dalam rumah lalu membuka pintu


"Annyeong ini eomma Nana...." Kata Eomma Jaemin


"Aaa eomma, appa silahkan masuk" kata Nana


Eomma dan Appa Jaemin pun masik dan duduk di sofa.


"Eomma appa mau minum apa, biar Nana buatin" kata Nana


"Ani tidak usah, kau sedang hamil santai saja Nana, duduk lah dimana suami mu?" Kata Eomma Jaemin


"Siapa Na....?" Kata Jaemin yang sedang memapah Ye Ji untuk melihat siapa tamu


"Eomma.... Appa" kata Jaemin membantu Ye Ji untuk duduk


"Nee kami berkunjung untuk menemui Nana dan cucu ku" kata Eomma Jaemin


"Aaaa ne makasih eomma" kata Nana


Eomma dan Appa Jaemin terlihat tidak peduli dengan Ye Ji.


"Ahh neee eomma dan appa membeli kan baju untuk calon cucu" kata Eomma Jaemin lalu menunjukkan baju bayi lucu sekali, eomma jaemin memberikan untuk Nana.


"Eomma apakah tidak membawa untuk Ye Ji" kata Jaemin

__ADS_1


"Tidak untuk apa? Kau seharusnya bersyukur mempunyai istri seperti Nana, kau malah membelanya, sebenarnya aku mencintai dia atau tidak?" Kata Eomma Jaemin


"Tapi bagaimana pun, Ye Ji juga mengandung anak ku" kata Jaemin yang mulai emosi


"Kamu juga harus bersikap adil" kata Appa Jaemin


"Lalu kenapa eomma dan appa tidak adil" kata Jaemin


"Akmi adil untuk Nana, dia tidka mendapatkan apapun dari mu, maka kami memberinya" kata Eomma Jaemin


Jam 8 malam eomma dan appa jaemin pulang. Nana pergi ke kamarnya berniat untuk istirahat.


Jaemin masuk ke kamar Nana


" Yaaa Nana, kau mengatakan apa saja pada eomma dan appa, kau menjelek kan Ye Ji? Kau membuatku dimarahi oleh mereka berdua, kau membuatku sulit begini" kata Jaemin


Nana berdiri, "mwo? Jinjja mianhae... Aku sangat menyulitkan mu, aku pasti sangat menyulitkanmu ralat aku dan calon bayi ku, jinjja mianhae" kata Nana dengan emosi dan air mata yang mulai menitikkan air mata


"Jinjja mianhae (dengan nada keras)aku tak tau jalan pemikiran mu tapi aku tak mengatakan apa pun pada eomma dan appa, apakah aku selalu salah di mata mu, oh iya aku selalu salah jika itu berkaitan dengan ye ji, jinjja mianhae" kata Nana lalu berlutut dan menyatukan tangannya, sambil menangis dan emosi


"Ya, ya, jangan seperti ini" kata Jaemin yang mulai menyesal karena telah membentak Nana


"Ani, aku memang salah, harus nya aku tidak disini, aku selalu berpikir *sendiri* (menekan kata katanya saat bilang sendiri) untuk masa depan anak ini. Andai dia lahir dalam rahim wanita lain, yang bisa di hormati di cintai oleh appa nya, aku sangat kasian pada anak ini" kata Nana


Saat Nana ingin melanjutkan kalimatnya tiba-tiba


"Akhhh" Perut Nana sepertinya mengalami kontraksi


"Nana... Gwenchana" kata Jaemin menatap Nana khawatir dan penuh penyesalan


"Nee aku selalu tak apa apa kan kamu tak usah khawatirkan aku dan anak ku, aku akan menjaganya sendiri" kata Nana mengambil tasnya lalu berjalan keluar kamar


"Mianhae, aku yang salah, salah mencintaimu, aku akan mengurusnya sendiri" kata Nana lalu ia pergi ke luar rumah, dan menaiki taksi seadanya


"Nana ya dengarkan aku dulu, aku sungguh menyesal" kata Jaemin di kaca Mobil, tapi taksi Nana terus berjalan.


Nana melihat darah di rok nya, dan ia tau bahwa mengalami pendarahan,


"Pak kita ke rumah sakit" kata Nana


Saat sampai di ruah sakit Nana tidak sadarkan diri, ia langsung ditangani oleh pihak rumah sakit.


Keesokan harinya saat Nana memebuka matanya. Ia melihat sekeliling dan mengingat bahwa ia sudah berada di rumah sakit.


"Kamu sudah bangun" kata Hyunsuk Oppa


Mwo hyunsuk oppa... Ya dia tau karena apa? Ye rim eonnie yang menangani Nana langsung otomatis ia memberitahu Hyunsuk


"Eohh Oppa kenapa oppa disini?" Tanya Nana kaget


"Harus nya Oppa yang bertanya kenapa kamu disini?" Kata Hyunsuk Oppa


Nana hanya terdiam, lalu mulai menitikkan air mata.


"Ya wae? Ceritakah pada Oppa, Oppa akan mendengarkan," kata Hyunsuk Oppa menghapus air mata Nana.


"Hyunsuk-aaa biarkan dulu Nana biarkan dia menenangkan dirinya" kata Ye Rim eonnie menarik Hyunsuk Oppa

__ADS_1


Ye rim eonnie dan Hyunsuk Oppa bicara di luar


"Kondisinya sangat lemah, untuk saat ini ia harus di rawat di rumah sakit, entah kenapa ia ke rumah sakit sendiri kemarin, ia dibawa oleh supir taksi dengan keadaan matanya yang sembab seperti habis menangis dan juga tak sadarkan diri, pada saat itu dia mengalami pendarahan cukup parah," jelas Ye Rim Eonnie


"Aku akan memanggil Jaemin" kata Hyunsuk Oppa ingin pergi tapi di cegah oleh Ye Rim Eonnie


"Jangan, sebaiknya jangan dulu, jika kau tau masalahnya adalah Jaemin jangan memanggilnya dulu, biarkan Nana sendiri untuk saat ini, mungkin jika memanggil Jaemin tak akan ada gunanya, bahkan akan membuat kondisi Nana dan bayinya semakin lemah" jelas Ye Rim eonnie


"Tunggulah sebentar, sampai Nana merasa baikan" kata Ye Rim Eonnie


"(Menghela Nafas) harusnya aku menentang tentang perjodohan Nana dan Jaemin, dia adalah adik ku satu satunya, dan aku gagal menjadi kakaknya" kata Hyunsuk Oppa


"Sudahlah, jangan menyalahkan diri sendiri, sekarang kita fokus ke Nana" kata Ye Rim eonnie memeluk suaminya itu.


"Aku akan mengambilkan Nana sarapan dan obat temanilah dia disini, dan ingat jangan tanyakan tentang apapun yang terjadi kemarin atau pun tentang Jaemin, walalupun sebenarnya kita juga ingin tau" kata Ye Rim eonnie


Hyunsuk Oppa masuk dan duduk di kursi dekat kasur Nana. Melihat adiknya itu yang tengah melamun ke arah jendela kamar itu. Hyunsuk merasa sangat kasian kepada adiknya itu, ia mengelus surai rambut adiknya itu dengan pelan.


"Aku harap kamu bahagia setelah ini" batin Hyunsuk


"Nana, makan dulu yuk, setelah itu minumlah obat" kata Ye Rim eonnie membawa nakas dengan makanan dan air putih di atasnya.


"Nee eonnie gomawo" kata Nana mencoba untuk duduk lalu di bantu oleh Hyunsuk Oppa. Nana pun memakan sarapannya setelah itu minum obat. Sesaat setelah Nana selesai sarapan


"Nana... Aku sangat khawatir" kata Lia, dia dan Doyoung sudah menikah, ia menjenguk Nana bersama Doyoung.


"Kamu disini" kata Nana meminum air putihnya


"Nee tentu saja," kata Lia


"Hyunna, Oppa akan kembali ke kantor, karena sudah ada Lia, jaga dirimu baik baik, Oppa akan kembali nanti" kata Hyunsuk Oppa


"Nee gomawo Oppa"


"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Lia


"Kemarin aku mengalami pendarahan, jadi aku kesini" kata Nana tidak ingin menceritakan tentang Jaemin. Nana meminum obat yang diberikan oleh Ye Rim Eonnie


"Sebentar obat apa yang kau minum?" Kata Lia mengambil obat Nana dan memperhatikan obat itu, Lia langsung tau bahwa Nana kondisinya sedang lemah, Lia terkejut sekali karena pendarahannya sangat parah dari melihat obat yang di minum oleh Nana


"Kenapa?" Kata Nana


"(Menatap Nana) aniya, minumlah" kata Lia mengembalikan Obat Nana


Jam 3 sore Lia dan Doyoung pulang, kini Nana hanya sendiri. Tetapi sesaat kemudian


Pintu terbuka menampakkan jelas Jaemin masuk ke dalam. Nana menoleh sebentar lalu kembali menatap jendela dengan wajah malas. Jaemin duduk di kursi dekat Nana terbaring


"Kenapa kau disini? Bukankah Ye Ji di rumah sendiri" kata Nana yang masih menatap Jendela dengan malas mengatakan itu


"Berhentilah marah padaku, aku sangat khawatir kepadamu dan anak kita" kata Jaemin


"Berhentilah menggangapnya anak kita, dia hanya anak ku, kau bahkan tak pernah bertanya keadaanya" kata Nana mulai menitikkan air mata


"Yaaa jinjja miahae, aku sangat menyesal, aku sekarang mengerti mengapa eomma dan apap mengatakan itu, aku sungguh tidak memperhatikan mu, aku mencoba untuk bersikap adil tapi tanpa sengaja aku mengabaikan mu" jelas Jaemin


"Awalnya aku mencoba untuk sabar dan mengerti keadaan mu karena memang sulit bersikap adil, tapi saat kamu bilang itu, aku kerasa tak kuat menahan semuanya,selama ini aku memenuhi keinginan ku sendiri aku mencoba untuk menahan memintanya padamu karena kamu sibuk dengan kantor dan.... Ye Ji....." Kata Nana

__ADS_1


"(Menghela Nafas) Jinjja miahae.... Gomawo sudah mau mengerti aku," kata Jaemin


...****************...


__ADS_2